Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
bahagia


__ADS_3

"Baiklah! Aku hanya menganggapmu sahabat Fir. Aku berjanji, tidak ada hubungan lebih diantara kita," kata Chiko penuh keyakinan, dengan tatapan nanar.


"Kalau begitu aku pamit dulu. Setidaknya aku sudah tahu mengenai kabarmu. Sekarang aku jadi lebih yakin hanya menganggapmu sahabat." Fira beranjak dari kursinya, melambaikan tangan pada Chiko Fernando yang masih terduduk di kafe tersebut. Ia melemparkan senyum tipisnya sebagai tanda perpisahan.


****


Setelah meeting bersama para manager, Batista Andara merasa lega. Kemajuan perusahaannya terus meningkat. Ide-ide baru dituangkan oleh para manager demi meningkatkan penjualan di pasaran.


Bahkan Batista sudah kembali merekrut pertambahan pegawai. Terutama, ia menarik kembali para karyawan yang telah diberhentikannya waktu itu.


Sebulan Kemudian...


Batista berhasil mengambil hati para investor dan koleganya. Nilai saham Andara Grup meningkat tajam, membuat para kolega dan investor semakin yakin menanamkan investasinya di perusahaan tersebut.


Suara riuh menggema disebuah ruangan meeting, Batista berkumpul dengan kolega dan investornya. Sesuai janjinya sebulan sebelumnya. Ia mengadakan rapat besar-besaran mengenai pembicaraan nilai investasi perusahaan miliknya.


"Terimakasih atas kehadiran Bapak, Ibu. Disini saya selaku CEO Andara Grup, menyampaikan pelaksanaan rapat kita mulai. Sesuai janji saya, sebulan yang lalu, kalau perusahaan ini akan membaik." Batista berbicara dengan gagah dihadapan kolega dan investornya.


Wajahnya menggulum senyum berkat keberhasilan yang ia gapai.


"Berkat anda, investasi kami tidak sia-sia pak. Saya bersyukur memberikan waktu bagi anda untuk mengembalikan posisi perusahaan ini," celetuk salah satu investornya penuh bangga.


Batista mengangguk pelan seraya tersenyum optimis. "Mulai hari ini, saya akan berusaha menjaga kepercayaan kalian semua. Saya akan mengelola perusahaan ini dengan sangat baik. Meski kita sudah melewati masa kritis. Namun, kita masih perlu berjuang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Omset perusahaan saat ini, berhasil mencapai 200 persen," tuturnya melanjutkan.


"Saya yakin kita bisa terus bekerjasama demi mengembangkan perusahaan," ujarnya lagi seraya menutup pertemuan hari itu.


Batista berhasil memberikan untung maksimal bagi kolega dan investornya. Tidak sia-sia perjuangan selama ini.


Setelah mendapat apresiasi dari para kolega dan investornya, nilai investasi pada perusahaan mereka terus meningkat. Investor yang berani menanamkan modalnya pada Andara Grup juga bertambah.


*****


Lima bulan kemudian...


Oekk... Oekk...


Suara tangis seorang bayi mungil yang masih memerah membangunkan seisi rumah. Pembantu, baby sitter, bahkan Fira dan Batista ikut terbangun dari tidur nyenyaknya pagi itu.


Fira beranjak dari kasurnya, menghampiri baby box berwarna putih yang terbuat dari ukiran kayu di kamar sebelahnya. Sekilas, baby box itu terlihat sangat mewah tetapi menunjukkan sisi kesederhanaannya.

__ADS_1


Cup... Cup... Cup...


Suara Fira menenangkan bayi yang tengah menangis dengan rewelnya. Suara tangisan yang menggema disetiap sudut ruangan kini telah hilang. Fira meraih bayi mungilnya, menggendongnya dengan lembut.


Mengayun-ayunkan tubuhnya untuk menenangkan sang bayi. Tak lama kemudian, Batista datang menghampirinya, ia memeluk Fira dari belakang sembari tersenyum lebar setelah melihat wajah mungil bayi mereka.


Kendra Andara, nama bayi mungil yang tengah digedong oleh Fira. Bayi laki-laki itu sudah menarik perhatian papanya sejak dilahirkan satu hari yang lalu.


Fira berhasil melahirkan secara normal di rumah sakit. Mereka bermalam di rumah sakit setelah Fira mengalami kontraksi.


Setelah melalui proses melahirkan semalaman. Lima jam kemudian, Fira meminta untuk pulang ke rumah agar membuatnya lebih nyaman. Karena ia melalui kelahiran normal, dokter pun memperbolehkan mereka pulang, hanya saj diperingatkan untuk menjaga robek jahitan pada daerah kewanitaannya.


Kendati demikian, Fira tetap bisa menjadi seorang ibu dengan nyaman, bahkan mendapat bantuan pertolongan untuk mengasuh bayinya dari baby sitter serta para pembantunya di rumah.


"Mas, anak kita gemes banget ya," lirih Fira seraya menoel pipi gemas nan merah itu.


Batista yang bersandar di pundak istrinya mengangguk pelan. Ia tersenyum melihat bayi mungil itu sesuai keinginannya. Menjadi seorang jagoan yang akan menemani papanya, kemanapun mereka pergi.


Meski, Fira melahirkan baby boy tak sesuai prediksinya mendapatkan bayi perempuan. Tetapi kehadiran bayi itu, tak luput membuatnya bahagia.


Batista menjadi sangat perhatiaan padanya, mendahulukan kepentingan keluarga dibandingkan pekerjaannya.


Batista juga mengangkat sekretarisnya, Bagas menjadi Direktur Eksekutif di perusahaannya. Menangani beberapa pekerjaan yang krusial jika ia sedang tidak berada di kantornya.


Hari pertama menjadi seorang ibu, Fira sangat bahagia. Kebahagiaan itu tetap ia rasakan meski harus bergelut dengan proses perannya sebagai seorang ibu baru.


Menyusui membuatnya kerap sekali begadang. Tetapi, Batista selalu menemani momen menyusui bayi mereka. Dikala dini hari, Batista memberikan sandaran bagi punggung Fira yang letih saat menyusui.


Ia tak ingin istrinya terkena baby blues dimasa kelahiran bayinya.


"Mas terimakasih selalu ada untukku!" Fira tersenyum menatap nanar suaminya. Meski sang ibu tak lagi berada disisinya. Namun, pria itu selalu ada untuknya.


"Iya sayang! Aku juga berterimakasih karena kau telah memberikan bayi semungil ini untuk keluarga kita." Batista menyodorkan buket bunga ke depan wajah Fira yang disimpannya sejak tadi dibelakang tangannya.


Fira meraih bunga itu dengan satu tangan karena ia tengah menggendong si kecil. Sesekali ia menghirup buket bunga mawar pemberian suaminya, lalu meletakkannya diatas nakas.


Rasa haru dan bahagia terus saja ia rasakan. Pria yang dulunya terjebak cinta satu malam dengannya, kini sudah ayah dari anaknya. Yang akan membuat hidup mereka bahagia selamanya.


Meski Fira sempat tergiur untuk menatap masa lalunya, tapi ia yakini bahwa masa depannyalah yang menjadi lebih baik untuk kehidupannya di masa mendatang.

__ADS_1


Fira memeluk Batista erat, di dalam gendongannya, ada bayi mungil yang menambah kebahagiannya mereka. Senyum haru terus menggulum diwajah mereka berdua, disebuah kamar khusus Kendra Andara.


*****


Disisi lain, Lucy Davide telah memiliki kebahagiaan tersendiri. Hari ini, ia melangsungkan pernikahannya di Jerman. Tak pernah ada niatan baginya untuk pulang lagi ke Indonesia.


"Silahkan pengantin wanita menyematkan cincin ke jari manis suaminya," tutur pembawa acara pernikahan yang digelar sederhana.


Lucy menyematkan cincin berwarna emas di jadi manis pria tampan yang ada dihadapannya. Saat pernikahan itu berlangsung, ia sudah tidak mengingat lagi mantan kekasihnya.


Kebahagiaan yang sekarang ia rasakan justru lebih berharga dibandingkan harus terus-meneruk mengusik kehidupan mantan kekasihnya tersebut.


Aku berhasil move on! Pria ini adalah pria yang tepat menjadi suamiku.


Lucy bergumam, menatap nanar pria bule yang ada dihadapannya. Lengkungan tipis ia sematkan pada bibir seksinya.


Kini, ia hanya menganggap Batista sebagai masa lalunya saja serta sebagai rekan bisnis perusahaan keluarganya yang ditangani langsung oleh adiknya.


****


Sementara Niko dan Cyntia masih menjadi pejuang garis dua, benih Niko belum berhasil membuahi rahim istrinya.


Namun, hal itu tak membuat mereka putus asa, meski telah dua tahun mengarungi bahtera rumah tangga.


"Mas jangan kecewa! Jika saatnya tiba, kita juga akan menyusul Fira dan suaminya. Memiliki bayi mungil seperti anak mereka," papar Cyntia menggenggam tangan suaminya dengan sangat lembut.


Mereka sedang bersantai di ruang keluarga. Setelah menjenguk kelahiran Kendra Andara tadi siang.


Cyntia merasa yakin, suatu saat nanti mereka juga akan memiliki anak untuk melengkapi keluarganya. Apalagi, melahirkan adalah proses dimana membuat dirinya semakin sempurna menjadi seorang perempuan.


"Iya sayang! Kita harus terus berusaha agar bayi mungil itu hadir di dalam rahimmu," tutur Niko merengkuh genggaman istrinya seraya mengecup kening Cyntia dengan lembut.


...THE END!!...


Terimakasih untuk pembaca setia "Aku Terjerat Cinta Satu Malam" karya pertama author berhasil berakhir dengan bahagia.


*Yuk ikuti karya lainnya dari author receh iniπŸ˜‚. Aku sangat bahagia sudah bersama kalian dua bulan terakhir, meski kebanyakan dari kalian adalah readers silent. Tapi aku beruntung kalian memberikan like disetiap updatean bab terbaruku! *


Supaya kita terus bersama, baca karya aku yang lain ya teman-teman.

__ADS_1


*Terimakasih!!! Love u all!!**πŸ₯°πŸ˜*


__ADS_2