Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
Tidur bersama


__ADS_3

Batista terbaring tanpa sadar diatas kasur milik Lucy. Lucy sengaja membuka seluruh baju yang dikenakan mantan kekasihnya itu. Hanya tinggal ****** ***** dia biarkan tetap terpakai.


Batista tertidur pulas setelah menegak satu gelas kecil alkohol. Tidak sadar kalau ia dibawa oleh Lucy ke apartnya.


Lucy sudah menyiapkan rencana liciknya untuk menjebak Batista. Perlahan Lucy juga melepaskan baju miliknya dan hanya meninggalkan ********** saja.


Ia tidur disamping Batista, menarin dan menyelimuti tubuh Batista dan dirinya dengan selimut tebal berwarna putih yang ada diatas ranjang.


Melihat Batista yang tertidur pulas namun mengigau dan memanggil-manggil nama istrinya membuat Lucy semakin murka.


Fira...


Fira...


Nama yang terus disebut oleh Batista. "Lihat saja kau! tidak akan pernah menyebut nama istrimu lagi!" batin Lucy meledak-ledak.


Lucy mengambil ponsel miliknya. Dia berpose dan mengambil beberapa foto seakan-akan dia sedang tidur bersama dengan Batista.


Dalam potret itu juga mengambil posisi mencium hingga tidur bersandar pada dada bidang milik Batista. Begitu mesra keduanya.


Ada beberapa foto yang sengaja ia potret memperlihatkan wajah Batista yang sedang tertidur pulas bahkan ada yang tak terlihat matanya.


Lucy akan menggunakan foto-foto itu untuk mengancam Batista nantinya. Jika cinta tidak bisa bersanding, mengapa tidak melakukannya dengan cara licik untuk menggapai cintanya. pikir Lucy ia akan sangat berhasil dengan trik licik seperti ini.


Fira melirik jam di dinding kamarnya, sudah menunjukkan dini hari tepatnya pukul 03.00 wib. Tidak ada tanda-tanda kepulangan suaminya.


Ia mengambil gawai diatas nakas, berkali-kali mencoba menghubungi suaminya. Sia-sia karena terdengar bahwa telepon sedang tidak aktif.


Fira kebingungan karena baru kali ini Batista tidak kembali ke rumah tanpa embel-embel pekerjaan. Tidak tahu siapa yang bisa ia hubungi karena Fira tak mengenal satupun teman suaminya.


Sejak kepergian Batista tanpa izin dan sepatah katapun membuat Fira khawatir. Ia tak bisa tidur dan merasa bersalah pada suaminya karena bersikap dingin selama berhari-hari.


Kejadian hari ini sepertinya akan membuatnya meminta maaf lebih dulu. Ia masih menanti kepulangan suaminya hingga matahari terbit meski sempat ketiduran beberapa jam.

__ADS_1


***


Batista terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa sakit dan masih pusing. Dia tidak mengingat bagaimana ia bisa pulang dan sampai di rumah saat ini.


Namun ruangan kamarnya terlihat berbeda dari biasanya. Seketika ia melihat seisi ruangan. Tapi kondisi kamar sangat jauh berbeda dan kamar yang ada di rumahnya.


Seketika ia melihat ke samping dan ada seorang wanita tetapi bukan istrinya. Lalu dia menarik selimut yang ada ditubuhnya dan melihat ke dalam, didapati tubuhnya yang tak memakai apapun kecuali hanya boxer yang ia kenakan tadi malam.


Batista merasa marah dan kecewa pada dirinya sendiri. Ia menarik selimut itu lalu melemparkan membuat Lucy kaget hingga terbangun dari tidur nyenyaknya.


"Ada apa?" tanya Lucy yang seolah-olah tak ada yang terjadi.


"Kenapa aku disini?" teriak Batista membuat kuping Lucy pekak.


"Apa kau tidak ingat apa yang sudah terjadi tadi malam? aku bertemu di Bar denganmu sambil sempoyongan dan memintaku untuk di ajak ke apartku," bohong Lucy yang ingin memanipulasi kejadian tadi malam.


Batista tak mempercayai Lucy begitu saja. Mana mungkin dia yang sudah beristri meminta perempuan lain untuk tidur bersamanya.


"Mengapa kau membawaku kesini?" tanya Batista keras.


Batista segera memakai seluruh bajunya yang tergeletak di pantai. Ia memeriksa dengan teliti seluruh tubuh Lucy yang hanya mengenakan pakaian dalam miliknya.


"Kenapa kau berpakain seperti itu! Kenapa kau menelanjangiku? apa maksud semua ini!!!" ketus Batista yang masih mencoba-coba mengingat semua kejadian tadi malam.


"Apa kau tidak ingat? aku kecewa Batista. Kau begitu ganas tadi malam sehingga aku tidak bisa menolaknya. Kau yang melakukan semua ini padaku," lirih Lucy sambil menundukkan kepalanya padahal ia tersenyum kecil agar tak dilihat oleh mantan kekasihnya.


"Kau gila! tidak mungkin aku melakukan itu padamu!"


Batista mengambil ponsel miliknya yang berada di meja rias Lucy. Ia menyalakan ponsel tersebut, ada banyak pesan masuk yang ia terima dari istrinya.


Fira berkali-kali mengirimkan pesan bertanya dimana hingga pagi ini. Batista semakin murka dengan sikap Lucy yang menjebaknya hari ini.


Sambil membalas pesan istrinya, ia segera meninggalkan apartemen Lucy. Batista memberhentikan taksi yang berada di depan apartemen.

__ADS_1


Ia langsung menuju kediamannya. Sambil di jalan ia memikirkan apa alasannya tidak pulang malam ini.


Ini benar-benar diluar rencananya tadi malam. Ia hanya ingin bersenang-senang keluar rumah dan berkumpul bersama temannya agar tak melihat wajah jutek istrinya.


Sementara untuk meminta maaf terasa gengsi baginya karena ia merasa tak bersalah.


Fira yang daritadi sudah menerima pesan Batista sedang menuju perjalanan sudah menunggu suaminya di teras rumah.


Sambil menikmati secangkir teh hangat miliknya ia menunggu kepulangan suaminya. Ada rasa curiga yang menyelimuti dirinya mengapa suaminya hingga tak pulang malam ini.


Tapi ia masih bersikap tenang dan akan menanyakan baik-baik pada Batista. Dia takut Batista akan malah marah besar pada dirinya.


Bi Inah langsung membukakan pagar rumah mendengar suara klakson taksi yang sudah ada di depan rumah. sementara Fira langsung berdiri menunggu kedatangan suaminya.


Batista memasuki rumah terburu-buru mencari Fira. Ia jadi merasa bersalah sejak kejadian pagi ini. Disisi lain dia belum mengetahui rencana licik Lucy yang akan mengancamnya dengan foto-foto tadi malam yang dia ambil sendiri.


Fira tersenyum di teras rumah melihat wajah suaminya tampak urakan dan tidak rapih seperti biasanya.


Batista langsung menarik dan memeluk istrinya, kemudian mengecup keningnya hingga meminta maaf karena tidak pulang.


"Maaf sayang tadi malam aku tidur di apartemen temanku," cerita Batista.


Fira mengangguk seolah-olah memercayai suaminya itu. "Yaudah ayo masuk," ajak Batista. Ia ingin langsung mandi dan membersihkan dirinya untuk membuang kesialannya pagi ini.


Jika tidak mandi, ia akan mengingat terus kejadian tidur bersama dengan mantan kekasihnya itu.


Batista berjalan cepat menuju kamar utama milik mereka. Sebelum masuk ke dalam rumah ia sudah memerintahkan bi Inah agar mempersiapkan pemandiannya di dalam kamar utama.


Baru saja Fira melangkahkan kakinya tepat dibelakang tubuh suaminya, ia terpelanga dan membuka mulutnya melihat bekas lipstik yang ada dibaju suaminya itu.


Seketika tangan Fira berkeringat dingin, tak percaya dengan apa yang dia lihat. Bekas lipstik itu sudah membuktikan kemana suaminya semalaman hingga tak pulang ke rumah ini.


Dia memastikan dengan jarak dekat dibelakang punggung Batista. Ternyata benar itu adalah bekas kecupan lipstik bertanda bibir.

__ADS_1


__ADS_2