Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
Liburan


__ADS_3

Batista berencana hari ini akan membawa istri dan mertuanya berlibur ke Bali. Tempat yang indah yang disukai oleh turis mancanegara. Ia ingin memberikan suatu yang istimewa pada istrinya yang telah mengandung anaknya, kini berusia tiga bulan.


Setelah kepergian Lucy, kehidupan rumah tangga Batista semakin bahagia. Tidak ada yang mengusik pikiran Batista. Ia bekerja sebagai CEO tampan dan perfeksionis.


Sebentar lagi ia akan memiliki bayi. Bayi mungil yang belum diketahui jenis kelaminnya. Ia menunggu momen yang pas untuk memastikan kelamin bayinya.


Sebenarnya Batista sangat ingin memiliki bayi perempuan. Sederhana tapi cantik seperti mamanya. Dia bahkan sudah tidak sabar untuk melihat kehadiran sang buah hati.


Untuk memberikan apresiasi pada istrinya agar tetap bahagia dan sehat serta selalu menjaga kondisi bayinya, Batista akan memberikan kejutan berlibur ke Bali.


Liburan romantis kali ini akan menyertakan mertuanya. Agar Fira tidak akan kecewa meninggalkan ibunya seorang diri di rumah.


Saat bekerja di kantornya, Batista sudah memesan tiket pesawat Jakarta- Bali. Tak lupa dia juga memesankan villa berisi dua kamar dengan kelengkapan kolam renang didalamnya selama tiga malam dua hari. Satu kamar dengan konsep honeymoon, dan satu kamarnya lagi untuk sang mertua.


Tidak lupa juga Batista meminta agar pihak villa mempersiapkan buket bunga untuk Fira. Selama ini sikap romantis Batista semakin pudar karena pusing menghadapi kelakuan Lucy yang tiba-tiba hadir dikehidupan mereka.


Padahal dulunya Batista sangat suka memberikan kejutan romantis tipis-tipis dan membuat Fira mendadak bahagia dengan kejutannya.


Sebelum pulang ke rumahnya tepat waktu, Batista mampir ke salah satu toko bunga. Membelikan buket bunga berisi seratus tangkai bunga mawar merah sebagai tanda cintanya.


Bunga itu bahkan dibentuk seperti gambaran hati. Ketulusan cinta Batista memang tidak pernah diragukan, meski dia berulangkali telah digoda oleh mantan kekasihnya.


Tapi dia tidak pernah tergiur maupun menerima cinta mantan kekasihnya. Serta berkali-kali juga Batista menolak ajakan tidur dari sang mantan.


Biasanya laki-laki akan tergoda jika melihat wanita telangjang didepan matanya. Tapi tidak dengan Batista. Meski sudah melihat tubuh Lucy hanya mengenakan pakaian dalamnya, Batista tetap komitmen untuk tidak menyentuh tubuhnya sekalipun.


Walaupun beberapa kali ia menyesali telah mendapatkan ciuman dari sang mantan dikala masih menyandang status pernikahan dengan Fira. Tapi ia bersyukur, Lucy tak berbuat lebih diluar batasnya. Hanya sekedar berciuman.


Sore itu Batista menyembunyikan sebuket bunga mawar merah dibelakang tangannya. Tak lupa ia sematkan sepucuk surat didalam buket bunga. Isi dalam surat bertuliskan "Aku Mencintaimu" serta tiga tiket pesawat untuk berangkat ke Bali.


Fira yang baru saja keluar dari kamar tidurnya, melihat Batista sedang berjalan masuk dari depan pintu rumah mereka. Fira mendekati suaminya karena penasaran dengan tangan yang disembunyikannya dibelakang punggung.

__ADS_1


"Sayangggg," teriak Fira dan disambut dengan senyuman hangat seorang Batista Andara.


Fira memeluk Batista sebelum Batista menyodorkan buket bunga ditangannya.


"Waaah ada apa nih?" ucap Fira yang tak sengaja menyentuh buket tersebut.


Batista tertawa kecil, kejutannya telah diketahui Fira.


"Surpriseeeee!!" Batista menyodorkan bunga dari belakangnya meski Fira masih memeluknya. Fira melepaskan pelukan itu dan mengambil buket bunga yang besar itu.


Dia mencium aroma segar dari bunga mawar.


"Aaahhh sayang!! Rasanya udah lama nggak dapat bunga mawar darimu," keluh Fira. Memang sudah lama ia tidak menerima buket bunga dari suaminya, terakhir kali diterima saat Batista pulang dari luar Kota, karena sangat sibuk bekerja sehingga tidak mengubungi Fira, sehingga dia memberikan kejutan itu.


"Eh ada apa ini," Fira melihat amplop ditangkai mawar tersebut.


Ia membuka amplop. Ada surat dan tiga lembar kertas tiket pesawat yang telah diprint oleh Batista saat memesannya secara online tadi.


Dengan senyum-senyum Fira membaca isi dalam surat tersebut dan membalasnya secara terang-terangan pada suaminya yang sedang duduk di ruang tamu.


Lalu Fira melanjutkan membuka tiga lembar kertas yang berisikan namanya, suaminya dan mertuanya.


Ia membaca tujuan penerbangan dan terkejut mereka akan ke Bali malam ini. Penerbangan yang sengaja Batista pesan berangkat jam sebelas malam.


"Aaahhhh" teriak Fira kegirangan dengan melompat-lompat kecil.


"Sayang serius nih kita ke Bali malam ini?" tanya Fira menyakinkan.


Batista mengangguk dan tersenyum melihat tingkah istrinya yang kekanakan. "Kan sudah baca sendiri surat dan tiketnya," ucap Batista.


"Aku packing dulu deh. Dan bilang sama ibu biar cepat siap-siap," ucap Fira yang berjalan mendekati Batista, tiba-tiba ia mengecup bibir suaminya itu sebagai ucapan terimakasih.

__ADS_1


"Hemmm dikasih hadiah senang, tapi malah ninggalin suaminya sendiri disini," tutur Batista. Ia beranjak dan mengikuti Fira.


Fira mampir ke kamar ibunya dan menyampaikan pada sang ibu agar segera packing seluruh barang bawaannya untuk berlibur ke Bali. Senny sangat senang mendengar hal itu, baru kali ini ia diajak oleh menantunya untuk berlibur ke Bali.


Senny juga dengan semangat mempersiapkan seluruh barang bawaannya. Sedangkan Batista belum juga berganti baju, ia merebahkan diri diatas ranjangnya. Menyaksikan istrinya mempersiapkan seluruh pakaian bawaan mereka yang dibantu oleh salah satu pembantunya.


"Sayang lapar nggak?" tanya Fira yang tiba-tiba teringat kalau dari tadi dia cuek terhadap suaminya semenjak pulang ke rumah karena keasikan mempersiapkan kebutuhan liburan mereka.


"Belum! Beresin aja dulu. Nanti kalau sudah beres kita makan. Aku mau istirahat dulu, tiduran bentar," kata Batista masih dengan pakaian kerjanya.


Liburan mereka selama dua hari yang direncanakan itu saat weekend sehingga Batista bisa berlibur dengan tenang.


Batista tertidur pulas. Tak terasa di tertidur selama dua jam, dan pas sekali Fira juga sudah menyelesaikan packingannya. Para pembantunya juga sudah menyiapkan makan malam untuk mereka.


"Sayang bangun!" perintah Fira sambil mengelus-elus tengkuk suaminya yang masih tertidur pulas.


Batista membuka matanya, menarik Fira agar merebahkan dirinya diatas ranjang kemudian memeluknya.


"Ayo kita makan. Kau juga belum mengganti bajumu," bisik Fira agar Batista segera bergantu bajunya.


"Aku mau mandi dulu. Kau sudah mandi? Atau mau mandi bersama?" Batista malah menggoda istrinya dengan waktu yang tersisa. Tapi ia hanya bercanda, karena jadwal penerbangan mereka sebentar lagi, sehingga harus secepatnya ke bandara.


"Aku sudah mandi tadi sebelum kau pulang! Buruan gih mandi. Kita harus bersiap ke Bandara," jelas Fira mengingatkan suaminya.


"Okayy!!" jawab Batista, kemudian dia beranjak dari kasurnya untuk bergegas mandi. Fira dan Senny sudah duduk daritadi di meja makan, menunggu kedatangan Batista.


"Nduk tumben suamimu ngajak liburan jauh. Ada acara apa?" tanya Sennya penasaran.


"Nggak tahu bu. Tiba-tiba mas ngasih kejutan tiket liburan. Fira senang-senang aja dikasih waktu liburan. Daripada kita bosan di rumah. Ya nggak?" balas Fira.


"Iya, ibu juga bosan. Kerjanya nonton sinetron mulu. Kalau ibu di rumah kita, enak bisa ngobrol sama tetangga. Kalau disini mau ngobrol sama siapa? Paling ya sama kamu toh nduk," ucap Senny.

__ADS_1


Batista baru saja datang, duduk menghampiri istri dan mertuanya. Baju yang digunakannya sangat casual. Pakain itupun akan dipakainya untuk berangkat ke Bali. Sedangkan Fira dan mertuanya belum berganti baju.


Selesai makan malam, Fira dan Senny langsung berganti baju. Batista membawa seluruh barang-barang dan memasukkannya ke bagasi mobilnya. Ia juga memanggil sopir pribadinya agar mengantarkan mereka ke Bandara.


__ADS_2