Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
PHK Massal


__ADS_3

Batista dan Fira masuk ke kamar mandi, yang didalamnya sudah dipersiapkan pemandian didalam bathup, penuh dengan air hangat serta busa sabun. Ditambah adanya lilin aroma terapi berbau lavender membuat suasana semakin hangat dan wangi.


Keduanya berendam, saling menggosok punggung, hingga Batista memeluk erat istrinya dengan hangat menikmati proses berendam malam itu.


Tidak terasa sudah jam tujuh malam, aktivitas ranjang mereka menuntut hingga dua jam berlalu. "Sayang ayo akhiri, pasti ibu sudah menunggu untuk makan malam," ucap Fira memecahkan keheningan pemandian mereka.


Batista sedaritadi menikmati rendamannya dengan memejamkan matanya. Tak ayal, perendaman itu ternyata sudah menghabiskan waktu selama satu jam. Mendengar ucapan istrinya ia langsung membuka mata seraya mengulum senyumnya.


Padahal Fira baru saja berdiri ingin membasuh tubuhnya dibawah shower, tetapi dicegah oleh pria itu. Ia menarik tangan Fira agar kembali berendam didalam bathup. Batista mendudukkan Fira diatas pangkuannya, kini mereka saling berhadapan.


"Kenapa sayang?" tanya Fira bingung, karena sudah waktunya mengakhiri waktu berendam mereka.


Namun Batista tak mengucapkan apapun. Ia mencium lembut bibir istrinya. Melum*tnya lebih dalam, saling bertukar shaliva. Pemandian itupun terasa semakin panas.


Batista terus menjelajahi rongga mulut Fira. Semakin lama, semakin terasa manis. Keduanya hanyut dalam kenikmatan yang tak bisa dituturkan dengan kata apapun.


"Lagi?" tanya Fira yang merasa sudah lelah, mereka menghabiskan waktu hingga dua jam semenjak kepulangan suaminya.


Batista mengangguk tersenyum nakal. Tangannya meraih tengkuk kepala Fira dan mendekatkan kepalanya, terus melum*tnya lebih dalam lagi lalu melepaskannya perlahan.


"Sesuatu yang dibawah sana telah menegang," bisiknya dengan lembut.


Fira dengan senang hati melayani suaminya yang menginginkan ronde kedua didalam bathup tersebut. "Ahh! Ahhh!" rintih Fira menikmati tiap sentuhan yang dilakukan oleh suaminya.


Permainan kali ini semakin menarik karena berada didalam air. Air tak lantas mereka buang, karena mereka sengaja ingin menikmati sensasi permainan panas didalam air.


Dengan posisi Batista setengah terduduk, menyandarkan tubuhnya ke bathup, ia menempatkan Fira berada diatasnya, duduk dihadapan wajahnya. Batista mengangkat tubuh Fira sesaat, menancapkan benda keramat miliknya. Meski terasa kesat terkena air, tapi Batista berhasil memasukkannya hanya dengan sekali hentakan.


Fira yang menikmati momen itu merintih keenakan. Seluruh tubuhnya bergetar, hingga kepalanya ia dongakkan keatas menikmati lantunan goyangan dari suaminya yang berada dibawahnya. Goyangan itu juga ia balas dengan gerakan pelan tapi pasti.


Keduanya menikmatinya hingga berdesahan secara bersamaan. Terus bergoyang menikmati momen mereka berdua, tak lupa Batista juga mer*mass buah dada istrinya dengan lembut sehingga menambah sensasi kenikmatan malam itu.


"Ahhh," des*han Batista dan Fira saling bersahutan. Keduanya menikmati sensasi yang luar biasa untuk kedua kalinya.


Sekujur tubuh meremang tatkala menikmati sentuhan serta goyangan maut saat keduanya bermain. Fira yang berada diatas juga tak mau kalah dengan goyangan suaminya. Ia membalas hentakan demi hentakan hingga suaminya merasakan kenikmatan yang paling luar biasa karena kepunyaan suaminya menancap berada hingga dipaling ujung rahimnya.


Cr****otttt!!

__ADS_1


Cairan putih seperti kental manis itu memuncur didalam. Fira menerima hemburan cairan itu merasakan kehangatan didalam rahimnya. Setelah menerima puncaran benih-benih cinta tersebut, giliran Fira yang menikmati sensasi gairah terakhirnya.


Meski Batista sudah mengeluarkan semua benihnya, dia tak luput menghentikan goyangannya. Hentakan demi hentakan terus dia lanjutkan agar sang istri mencapai masa klimaksnya.


"Aaahhhh," rintih Fira setelah mencapai kenikmatan terakhirnya. Sekujur tubuh keduanya melemas tak berdaya.


Setelah melewati cumbuan yang panjang hingga dua ronde, Batista melepaskan burung perkututnya dengan hati-hati.


"Terimakasih sayang," ucapnya karena Fira tak menolak ajakan kedua kalinya meski telah kehabisan tenaga.


Fira mengangguk bahagia setelah menerima ucapan tersebut. Mereka masih beristirahat didalam genangan bathup. Dengan lembut Batista juga menyandarkan Fira di dadanya agar beristirahat dengan nyaman.


"Aku capek mas, mau basuh dulu," izinnya pada suaminya yang masih bersantai didalam bathup. Batista pun menyetujuinya.


Fira beranjak, membasuh tubuhnya terakhir kali dibawah sore dengan air hangat. Kakinya melemas dan tubuhnya serasa remuk. Ingin sekali rasanya langsung berbaring diatas ranjang.


Ia memakai bathrobe yang sudah disediakan didalam kamar mandi oleh pembantunya. Rambutnya yang basah ia gulung diselimuti handuk kepala.


Akhirnya ia keluar kamar mandi meninggalkan suaminya yang masih juga belum beranjak dari dalam bathup.


"Huhhhh,"


Ia memejamkan matanya sejenak hingga ketiduran, tak peduli dengan suaminya yang masih berada di kamar mandi.


Setelah menyelesaikan rendamannya, Batista dengan tubuh yang polos, akhirnya beranjak membasuh tubuhnya terakhir kali dibawah pancuran shower dengan air hangat. Ia menyugar rambutnya agar air hangat itu mengaliri secara menyeluruh dibagian kepalanya.


Setelah keluar dari kamar mandi, ia melihat istrinya yang tertidur lelap masih memakai bathrobe serta rambutnya yang ditutup dengan handuk.


"Sayang! Sayang! Bukannya pakai baju dulu," gumamnya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ia melintasi Fira yang terlelap dalam tidurnya, menuju kamar ganti dan memakai pakaian rumahan, kemudian kembali lagi berbaring diatas ranjangnya.


Sebelum menghempaskan dirinya diatas ranjang, ia sempatkan mencium kening istrinya. Mau membangunkan pun tak tega lantaran Fira begitu pulas.


Tapi karena sudah memasuki jam makan malam, Batista membangunnya dengan lembut.


"Sayang! Bangun! Saatnya makan malam," ucapnya dengan nada lembut sembari melepaskan lilitan handuk dikepalanya.

__ADS_1


"Hmmmm" jawab Fira hanya dengan gumamam saja, tetapi tak kunjung membuka pelupuk matanya.


"Ayo! Ibu pasti nungguin kita," ucap Batista lagi.


Dengan pelan ia membuka matanya. Dan baru menyadari kalau sedari tadi belum berganti baju.


"Duh mas aku ketiduran," katanya dengan santai sambil menyadarkan diri mengumpulkan nyawanya.


"Iya nggak apa-apa," balas Batista dengan lembut seraya bergerak mencium kening istrinya.


"Yaudah ayo! buruan biar makan malam," lanjutnya lagi.


Dengan cepat Fira mengganti bajunya serta mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdrayer. Dan merengkuh pinggang suaminya, memeluknya dengan erat berjalan menuruni anak tangga kamar mereka.


Ternyata mertuanya sudah berada di meja makan, menanti sejoli yang dari tadi tidak kelihatan batang hidungnya.


"Darimana sih nduk? dari tadi ibu nyariin," ucap Senny yang tak mengetahui keberadaan anak dan mantunya yang sudah pulang, karena ia juga berada didalam kamar sebelum kepulangan Batista.


"Hehehe Fira di Kamar bu, sama mas ketiduran berdua," balasnya dengan santai menggulum senyum indahnya.


"Yaudah ayo nak makan," tandasnya.


Mereka menikmati sajian malam yang sudah disajikan oleh pembantu di rumah itu. Dan kembali lagi ke kamar masing-masing menikmati malam yang panjang untuk beristirahat.


Saat pagi menyambut, Batista seperti biasa sudah bangun pagi dan berolahraga. Sedangkan Fira dengan malas-malasan bangun dari ranjangnya mencari jejak suaminya.


Sebelum kebawah, Fira membasuh wajahnya lebih dulu, agar kelihatan lebih fresh tentunya sebelum bertemu suaminya.


"Mas!!" teriaknya mencari sosok suaminya diruangan gym. Tapi tak kunjung ditemukan.


"Kayanya lagi lari pagi nduk!" sahut Senny datar yang duduk diruang tv menonton acara berita pagi itu.


Fira keluar mencari suaminya, kebetulan sekali Batista juga sudah selesai jogging. Ia mencium bibir istrinya yang menunggu didepan rumah karena sudah menyambutnya.


"Mas berangkat jam berapa? Kok agak santai?" tanyanya. Biasanya suaminya itu sudah berangkat saat jam tujuh, tapi pagi ini dia malah bersantai ria menghadapi krisis perusahaannya.


"Mas mandi dulu," jawabnya tak sesuai dengan pertanyaan sang istri.

__ADS_1


Batista sangat deg-degan hari ini mau masuk ke kantornya. Karena dia harus menyetujui laporan untuk PHK massal para karyawan yang bekerja di Andara Group. Maka dari itu ia sengaja mengulur waktu kehadirannya.


Sebenarnya ia sangat tidak tega, tetapi kondisi perusahaan sangat tidak memungkinkan. Jadi itu salah satu cara untuk membuat perusahaannya tetap bertahan.


__ADS_2