
"Sudah cepat habiskan makananmu dan pergi dari sini," lanjut Batista lagi.
"No..no aku ingin berlama-lama disini. Memandangi wajah yang kurindu sejak empat tahun lalu! aku bersembunyi dan tak pernah menemuimu karena malu aku juga mendapat perlakuan seperti yang kau rasakan," cerita Lucy.
Mendengar cerita Lucy sebenarnya membuat Batista penasaran mengapa wanita secantik Lucy bisa-bisanya diselingkuhi oleh Niko yang memiliki tampang biasa-biasa saja namun kaya tapi sebenarnya dia malas berbasa-basi dengan mantannya itu karena akan memakan waktu yang lama.
Tetapi karena penasaran akhirnya Batista memberanikan diri bertanya pada Lucy.
"Lalu mengapa dia menyelingkuhimu," tanya Batista keheranan.
Lucy mengangkat satu alisnya penasaran seakan-akan Batista mulai penasaran dengannya. Lucy memanfaatkan hal itu. Dia mulai menceritakan semuanya.
"Aku juga tak mengerti mengapa dia bisa selingkuhnya. Apa kurangnya aku? selingkuhannya juga wanita yang biasa saja," keluh Lucy.
Lucy melanjutkan ceritanya, dua tahun lalu Niko terpaksa keluar kota untuk perjalanan bisnisnya. Aku tak bisa mengikutinya karena bentrok dengan jadwal kursus desain. Sehingga dibiarkan Niko pergi sendiri.
__ADS_1
Entah apa yang terjadi saat dia berada di Bandung. Saat kepulangannya ke Jakarta ia malah membawa seorang wanita yang tak diketahui asal-usulnya.
Bahkan Niko tak segan untuk memutuskan hubungan Lucy dengan dia didepan wanita tersebut. "Dia tega mutusin aku didepan wanita itu. Aku tak tahu apa yang terjadi dengan mereka. Dia orang Bandung, fasih dengan bahasa sundanya. Seperti gadis desa gitu," tutur Lucy.
Batista mendengarkan dengan teliti. Bahkan hati kecilnya tersenyum rapuh melihat perempuan yang ia sayangi ternyata menyimpan rasa rapuh sama hal seperti dirinya.
Kekecewaan yang dalam juga sangat dia rasakan membuat Batista cukup sedih. Meski sempat dikhianati, bukannya marah, Batista malah terlihat sedih dengan perasaan kecewa yang sekarang dirasakan oleh mantan kekasihnya itu.
Selama ini dia masih terbayang-bayang akan kenangannya bersama Lucy. Tapi seiring berjalannya waktu, pikirannya teralihkan semenjak kehadiran Fira Andriani.
Kehadiran Fira Andriani perempuan sederhana yang polos sudah mengisi kekosongan dihatinya.
"Apa kau tidak pernah komunikasi lagi dengan Niko?"tanya Lucy.
Batista menggelengkan kepalanya menandakan tidak adanya komunikasi dengan sahabat karibnya itu. Meski masih ada hubungan pekerjaan, Niko malah menyerahkan semua pekerjaan yang bersangkutan dengan perusahaannya kepada direktur lain untuk menanganinya.
__ADS_1
Sehingga tidak ada pertemuan langsung antara Batista dan Niko.
"Kau benar-benar memutuskan hubungan dengannya? padahal kalian sangat dekat! hanya karena aku hubungan kalian putus?" tanya Lucy lagi.
"Iya! aku tak bisa memaafkan dia yang sudah merenggutmu! lebih baik aku tidak berurusan dengan kalian berdua lagi!" ketus Batista.
"Jadi sekarang tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Makananmu juga sudah habis. Silahkan tinggalkan ruangan ini!" kata Batista melanjutkan dan mengarahkan Lucy pergi.
Akhirnya Lucy meninggalkan ruangan Batista. Seketika saat kelur dari ruangan Batista, Lucy malah bertemu dengan Fira saat berada didepan Lift.
Seketika Fira terdiam memikirkan siapa wanita itu. Ingatannya tentang Lucy belum diingatnya. "Dia ini kayak pernah aku lihat. tapi dimana ya?" batin Fira.
Fira memasuki lift yang sama karena dia perlu ke lantai bawah untuk mengirimkan berkas. Lift bergerak turun ke lantai 1, Lucy dan Fira sama-sama keluar.
Lucy tak mengenal Fira yang sudah menjadi istrinya Batista. Sementara Fira masih mengingat-ingat seolah-olah dia merasa pernah bertemu wanita itu.
__ADS_1
Setelah dilihat paras wajahnya yang memiliki darah jerman-indo dan tampak wajahnya seperti bule mengingatkan Fira akan kejadian minggu lalu. Ya, dia mantan kekasih suaminya yang datang dan membuatnya marah besar.
"untuk apa lagi dia kesini?" batinnya.