Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
Rencana dari Niko


__ADS_3

Batista semakin kesal menerima pesan dari Lucy. Lucy wanita yang tidak pernah disentuhnya terlalu mengganggu. Batista tak pernah merusak hidup Lucy tapi mengapa malah Lucy yang sekarang mencoba untuk merusak hidupnya yang sudah bahagia.


Tampak kemarahan diraut wajah Batista yang terus melihat layar ponselnya. Akhirnya dia memilih untuk mengabaikan pesan itu dan segera menghapusnya. Batista sangat khawatir kalau pesan-pesan dari Lucy tidak segera dihapus, nantinya bisa dilihat oleh istrinya Fira Andriani.


Hari sudah larut malam, menunjukkan pukul 00.00, Batista segera memerintahkan Beni untuk menjalankan mobilnya. Sepanjang perjalanan Batista memikirkan bagaimana caranya agar Lucy tidak lagi ada disekitarnya.


Ia menjadi lelaki pengecut sekarang, akibat foto-fotonya bersama Lucy yang akan menjadi bumerang tersendiri baginya. Tidak ada cara lain yang ia lakukan untuk menghapus foto asli yang ada diponsel milik Lucy.


"Aku hanya ingin bahagia bersama keluarga kecilku. Dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang papa. Tetapi mengapa ada perempuan licik itu, dia juga terus bersikap semena-mena? Apa yang harus aku lakukan!" batin Batista.


Batista kembali menatal layar ponselnya, ia mencari kontak bernama Niko. Dan segera melakukan panggilan telepon.


"Halo! Ada apa bro?" tanya Niko yang tak menyangka mendapat telepon dari sahabat lamanya.


"Gue lagi kalut banget! apa gue bisa ketemu lo sekarang? gue bingung harus berbuat apa!" jawab Batista.


"Bro ini sudah tengah malam! apa harus sekarang?" tanyanya lagi.


"Iya! persoalan ini berhubungan sama lo," kata Batista.


"Oke bro kita ketemu di Cafe XX aja! Gue langsung kesana sekarang," tutup Niko.


"Pak Ben! putar arah! kita ke Cafe XX sekarang," perintah Batista dan Beni langsung menjalankan perintahnya.


Batista dan Niko sebenarnya belum benar-benar berbaikan. Hanya saja, Batista ingin Niko membalas apa yang telah dilakukan dimasa lampau, ya salah satunya dengan cara seperti ini. Harus ada jika Batista memerlukannya.


Sementara Fira sudah tertidur lelap. Malam ini dia tidak menunggu suaminya, karena terlalu lelah berjalan-jalan bersama sang ibu. Tidurnya sangat nyenyak hingga dia melupakan suaminya.


Dia belum menyadari jika sampai pukul 01.00 suaminya belum juga pulang. Beruntung Fira terlelap dengan tenang, dia harus menjaga kondisi tubuhnya selama kehamilan demi kesehatannya dan sang bayi.


"Sini bro," kata Niko sambil mengangkat tangannya agar dilihat oleh Batista.

__ADS_1


Batista menghampiri dan mengulurkan tangannya. Mereka bersalaman, terakhir kali mereka bertemu saat rapat bersama para pebisnis di Jakarta.


"Ada apa sih bro? sampai larut malam begini lo suruh gue kesini?" tanya Niko penasaran. Niko melanjutkan perkataannya. "Jadi sekarang kita udah sahabatan lagi nih? Lo udah maafin gue ya?"


"Belum," jawab Batista singkat.


"Lah terus ngapain lo suruh gue kesini?" tanya Niko lagi.


"Gue lagi ada masalah. Waktu kita bertemu, gue bilang kan kalau Lucy datangin gue, dan gue tahu semua cerita tentang lo dan dia ya dari dia" cerita Batista dengan tenang.


Niko mendengarkan dengan baik cerita sahabatnya itu.


"Jadi gue sebenarnya ada masalah sama dia. Dia baru saja kirim foto toples gue dan dia. Waktu itu gue mabuk berat dan tiba-tiba ada di apart dia. Gue telanjang hanya pakai ****** *****. Begitu juga dia! istri gue udah tahu kalau gue tidur di apart dia, tapi tidak dengan kondisi saat itu," ungkap Batista membuat Niko terkejut dengan tingkah sahabatnya yang ia tahu Batista tidak pernah bersikap sebrengsek seperti itu.


Niko termenung dan memikirkan apa maksud Lucy hingga melakukan semua itu. Demi memenuhi keinginannya, Lucy melakukan berbagai cara untuk menggoda mantannya. Lalu mengapa dulu ia khianati laki-laki baik seperti Batista?


Dan sekarang malah ingin kembali mendapatkan Batista yang telah dicampakkannya dulu. Batista terus menceritakan persoalannya.


"Masalahnya gue nggak bisa hapus semua foto aslinya. Foto itu ada diponsel Lucy. Dan Lucy sekarang ada di Jerman Bro! Gue nggak mau nyakitin istri gue, dia juga lagi hamil anak gue," keluhnya.


"Dia licik bro. Gue jadi bingung harus bersikap apa. Sumpah gue jadi bingung lo harus balas dia dengan apa. Tapi kadang-kadang perempuan kalau dilembutin akan semakin menjadi, lebih baik lo balas dengan kekerasan," balas Niko.


Niko melanjutkan "Ya lo suruh aja orang untuk ngancam dia. Lo kan kaya dan banyak duit! Ya lo suruh orang lah! Rampas saja ponselnya dan hancurkan. Sekali-kali Lucy juga perlu dikasih pelajaran. Ancam dengan kekerasan fisik agar bikin dia jera"


Saran dari Niko memang tidak terpikirkan oleh Batista karena pikirannya tengah kalut. Yang dia khawatirkan adalah foto itu sampai ketangan istrinya dan akan merusak keluarganya.


"Kenapa sih Lucy jadi perempuan brengsek begitu," tanya Batista sambil mengangkat satu alisnya.


Dia tidak menyangka Lucy sudah menjadi perempuan yang licik dan jahat. Dulu Lucy adalah perempuan yang lembut, penyayang meski akhirnya Lucy menghianatinya lebih dulu.


"Dari dulu dia brengsek bro! lo nya aja yang lihat dia perempuan baik. Kalau dia nggak brengsek mana mungkin dia mau tidur sama gue dan ninggalin lo," Niko mengingatkan Batista pada kejadian yang menimpanya dan kini dia malah berbaikan dengan Niko.

__ADS_1


"Gue nggak habis pikir aja sama semua rencana busuknya. Padahal gue sudah bilang kalau gue udah menikah. tapi dia terus ngedeketin gue. Sampai gue usir dari kantor gue juga dia nggak peduli. Katanya dia ingin bersama gue lagi," jelas Batista.


Percakapan antara Batista dan Niko memakan waktu yang lama hingga Batista tidak menyadari saat itu sudah pukul 03.00, istrinya pasti mencarinya dan Batista juga belum mengabari tentang pertemuannya dengan sahabat lamanya.


"Mungkin dia nyesal bro sudah ninggalin lo. Laki-laki baik kaya lo dia sia-siakan. Akhirnya hidupnya hancur dan mungkin tidak ada yang mau terima dia," ucap Niko menyakinkan Batista.


"Perempuan begok emang!" sindir Batista.


Batista tidak akan pernah mau kembali dengan perempuan licik seperti Lucy. Rasa cintanya yang dulu masih tersisa menjadi hilang. Kini rasa benci menyelimuti hatinya. Bahkan rasa jijik yang ada dipikirannya jika terlintas nama Lucy.


Batista dan Niko akhirnya pulang menjelang subuh. Setelah pembahasan panjang mereka mengenai Lucy yang membuat Batista terjebak pada persoalan perselingkuhan.


Batista tidak pernah merasa kalau ia menyelingkuhi istrinya. Rasa cintanya sangat besar pada istri mungilnya yang sedang mengandung anak mereka.


Dan dia tidak mau terlibat permasalahan yang membuat kehidupannya semakin rumit dan hancur. Apalagi persoalan itu sampai mencelakai kondisi istri dan anaknya.


"Perempuan sialan! tunggu saja! akan aku hancurkan kau!" batinnya.


Setibanya di rumah, Batista bertemu mertuanya yang sudah bangun disubuh hari. Saat itu menunjukkan pukul 05.00, Batista baru tiba di rumah dan belum tidur sama sekali.


Rasa kantuknya hilang karena rasa kesalnya pada Lucy. "Loh nak kamu baru pulang?" tanya Senny yang menyeduh teh hangatnya di dapur dan melihat kedatangan Batista.


"Iya bu! ada rapat penting tadi dan baru saja selesai. Saya pamit ke kamar dulu bu," ucap Batista dan meninggalkan Senny seorang diri.


Senny setiap harinya memang bangun subuh hari. Karena sudah menjadi kebiasaan baginya. Dan ia juga tidak suka dilayani oleh para pembantu karena sejak dulu dia selalu membuat apa-apa sendiri.


Batista baru saja menghempaskan tubuhnya di kasur setelah mengganti bajunya menggunakan piyama. Rasa lelahnya seharian penuh karena bekerja akhirnya ia rasakan.


Baru saja ia mau menutup matanya, tiba-tiba Fira terbangun. "Sayang kau baru pulang jam segini?" tanya Fira yang menyadari kehadiran suaminya itu.


"Iya! aku baru selesai rapat ternyata sampai subuh. Biarkan aku tidur sebenar," jawab Batista dan langsung menutup matanya.

__ADS_1


Fira memandangi suaminya, pekerjaan apa yang mengharuskan suaminya hingga pulang subuh seperti ini. Ia mencurigai ada sesuatu yang terjadi.


Fira langsung memerhatikan seluruh tubuh suaminya dan tidak ada yang aneh. Ia curiga kejadian seperti tempo lalu akan terjadi lagi. Terjebak dalam ikatan perempuan membuatnya trauma dan terus berpikiran buruk pada suaminya.


__ADS_2