
Melihat punggung Batista yang memiliki jejak bekas lipstik langsung membuat Fira berpikiran aneh-aneh. Ia curiga pada Batista yang bermalam dengan seorang wanita.
Namun ia tak berani bertanya pada suaminya itu. Khawatir lagi-lagi akan bertengkar lagi seperti kemarin.
kecurigaan Fira semakin memuncak. Satu-satunya wanita yang ia curigai adalah mantan kekasih suaminya yang sudah beberapa minggu ini selalu mengujungi kantornya.
Apa iya suaminya setega itu menghianati cinta mereka. pikir Fira. Batista membuka bajunya dan ia tidak sadar ada bekas kecupan pada baju yang dipakainya.
Dia malah membiarkan baju itu dalam keranjang kain kotor. Sedangkan Fira menyimpan baju suaminya itu tanpa dicuci dahulu.
Fira berpikir itu akan menjadi bukti dan suaminya tak akan bisa mengelak lagi. Tapi bukan langsung sekarang ini ia akan bertanya pada suaminya.
"Sayang kau sudah mandi?" tanya Batista yang baru saja keluar kamar hanya menggunakan handuk.
Ia mendekati Fira dan duduk disampingnya. Memeluk tubuh mungil istrinya itu. Fira hanya tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya.
Benar saja karena menunggu kepulangan Batista sampai ia lupa untuk mandi. Walaupun belum mandi, Batista segera memeluk istrinya itu.
Fira malah menolak suaminya itu. Sedari tadi dia sudah berpikiran aneh-aneh dan menjadi kecewa pada suaminya.
Sikapnya yang acuh dan menolak pelukan membuat Batista bingung. Padahal mereka baru saja baikan. Tapi Fira malah diam dan menolaknya.
Batista berniat mengajak istrinya berhubungan intim di pagi hari karena sudah beberapa hari mereka marahan dan tak ada aktivitas ranjang.
Batista mengingat tidak ada yang terjadi antara dia dengan Lucy Davide. Ia hanya mengingat kejadian samar-samar sedang dibopong oleh seorang perempuan.
Tidak ada aktivitas ranjang yang ia ingat. Batista semakin yakin jika tidak ada yang terjadi antara Lucy dan dirinya. Dan segera ingin melupakan kejadian itu.
Dia berniat akan melupakan Lucy dan menjauhinya agar tak berhubungan dan membuat istrinya semakin berpikiran aneh-aneh.
"Sial aku terlibat satu malam lagi kali ini. Aku juga ngga ingat ngapa-ngapain. Mudah-mudahan ini hanya jebakan perempuan itu," batinnya.
Fira yang menolak pelukan suaminya bergegas masuk ke kamar mandi. Ia langsung membersihkan dirinya dan bermakeup. "Hari minggu yang membosankan dan sangat sial," gumamnya.
__ADS_1
Dia sangat marah pada suaminya, tapi tidak bisa menunjukkannya. Dia menganggap seolah tidak ada apa-apa. Karena mungkin suaminya sendiri tidak sadar ada bekas kecupan dibajunya.
Batista langsung mengajak Fira bersantai diruang tv. Dia mengajak Fira untuk menonton film bersama setelah menghabiskan waktu masing-masih kemarin dihari libur sabtu.
Hari minggu ini dia ingin bersenang-senang dengan istrinya walau hanya kegiatan ringan seperti nonton bersama. Alih-alih ke bioskop, dia lebih memilih nonton di rumah saja.
Tv yang mereka miliki bahkan besar dan tidak jauh bedanya dengan bioskop. Batista juga telah meminta para pembantunya agar menyiapkan makanan ringan untuk cemilan mereka berdua.
Saat Fira mandi, Batista sudah mengatur ruangan tv menjadi ruangan istimewa ala-ala bioskop. Lampu juga diredupkan agar membuat suasana semakin mirip dengan bioskop itu.
"Sayang hari ini liburannya kita nonton saja. Banyak film di platform yang bagus-bagus, tinggal kau pilih saja maunya film apa," ucap Batista yang sudah duduk berdua di ruang tv.
"Aku mau film romantis ayanggg," ucap Fira dengan suara manjah padahal sebenarnya ia merasa jijik apalagi mengingat kelakuan suaminya.
Batista menunjukkan beberapa film romantis yang ada di platform netflix di smarttv mereka. Fira memilih tontonan ringan tapi sangat romantis.
Selama film berlangsung, Fira malah tak fokus dengan tayangan film itu. Dia terus saja kepikiran dan ingin bertanya langsung pada suaminya.
Batista tahu kalau ia sering dilirik oleh istrinya. Dia juga bertanya-tanya apa ada yang salah dengan dirinya sendiri. Atau lagi-lagi dia berbuat salah.
Batista jadi merasa bersalah. Atau jangan-jangan Fira mengetahui kalau dia bermalam dengan Lucy.
Dia takut sekali ketahuan. Bisa-bisa Fira akan menceraikannya kalau mengetahui dia terjerat satu malam tanpa cinta dengan mantan kekasihnya.
"Aku harus bagaimana ini," tanyanya dalam hati.
Keduanya tak fokus dengan film yang tayang di tv. Batista sambil menikmati cemilan yang disajikan. Banyak makanan ringan. Ia juga meminta Fira memakannya agar tak bosan dengan tayangan film.
Ketika adegan romantis tayang, Batista langsung meraih tangan Fira dan menggenggamnya dengan hangat. Sesekali dielusnya jari jemari istrinya.
Fira pasrah hingga mengenggam kembali tangan suaminya itu. Bahkan ia bersandar di dada suaminya. Tapi perasaannya sangat beda saat ini. Tidak seperti biasanya, perasaan romantis dan rasa sayang itu menghilang seketika ketika mengingat bekas ciuman dibaju suaminya.
"Aku harus mencari bukti lebih banyak. Tidak asal menuduh lagi. Nanti hubungan kami malah semakin renggang,"gumamnya.
__ADS_1
Mereka menonton film sepanjang dua jam. Tidak ada obrolan. Dua-duanya diam dan seolah-olah serius menonton film yang ditayangkan.
Usai film selesai, Batista mengajak Fira untuk makan siang. Rupanya kejutan romantis telah disiapkan Batista sebagai bentuk permintaan maafnya.
Sebelum mulai menonton, dia sudah meminta agar pembantunya juga menyiapkan makan siang dengan suasana romantis.
"Yuk sayang kita makan malam," kata Batista sambil mengangkat istrinya, kemudian memegang pinggangnya dan berjalan kearah meja makan.
"Apa bibi sudah masak sayang," tanya Fira.
Batista mengangguk dan mempersilahkan Fira duduk di kursinya. Batista juga sudah meminta Beni, supirnya untuk membelikan buket bunga sejak tadi. Bunga itu ternyata sudah berada di atas meja.
"Loh ini bunga apa sayang?" tanyanya lagi.
"Itu untuk kamu! aku minta maaf karena kemarin ninggalin kamu di rumah sendirian," ucap Batista dengan wajah sendunya.
Ia tampak sedih dengan kejadian kemarin. Tapi lagi-lagi perasaan yang dirasakan oleh Fira hanyalah perasaan datar. Wajahnya pun menunjukkan ekspresi datar tidak bahagia seperti biasanya ketika ia menerima kejutan istimewa.
"Loh kenapa mukamu tampak murung," tanya Batista.
"nggak kenapa-napa. Aku terharu saja," tutur Fira dengan wajah datarnya.
Semua perlakuan Batista tampak sia-sia. Seolah-olah perasaan cintanya hilang.
Setelah makan siang akhirnya Fira masuk ke kamar dengan alasan istirahat. Sementara Batista mencoba tidur siang disamping istrinya tetapi tidak bisa.
Fira sudah masuk ke alam mimpi. Ia bahkan memimpikan suaminya telah pergi bersama wanita lain. Sedangkan Batista memandangi istrinya yang tertidur lelap.
Saat ke kamar mandi, Batista melihat lemari yang terbuka. Kemudian ia menutupnya rapat. Sebelum menutup ia melihat baju yang tadi pgi dipakainya.
"Mengapa ini ada disini? tadi sudah ku simpan di keranjang baju kotor," batin Batista.
Dia mengambil baju itu dan akan disimpan kembali di keranjang baju kotor. Baru saja ia mengangkat baju itu, terlihat jelas didepan matanya ada tanda kecupan bekas lipstik dibagian belakang baju itu.
__ADS_1