Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
Hanyut


__ADS_3

Batista mulai mempermainkan istrinya. Baru saja ia membuat gairah Fira meningkat. Kecupan yang dalam membuat Fira hanyut dalam buaiannya.


Batista mengarahkan Fira untuk mengganti posisinya. Batista menepuk-nepuk bagian belakang Fira nan sexy. Ia sangat menyukai tubuh Fira pada bagian ini karena tampak seksi sekali.


Batista mencium leher bagian belakang Fira, punggung hingga kakinya. Ia sangat suka dengan kunciran berbentuk sanggul yang Fira buat. Langsung memancarkan leher indah milik Fira.


Fira terhanyut dan pasrah menikmati buaian dan helaian yang Batista berikan. Kali ini Batista mengambil alat bantunya yang berada diatas nakas. Dan menggunakannya pada Fira.


Fira menikmatinya namun ia tak bisa membalas perbuatan suaminya. Ia hanya bisa menerima apa yang dilakukan oleh suaminya. Semua alat yang dipersiapkan Batista seolah-olah menjadi fetis untuk hubungan mereka saat ini.


Fira menikmati permainan suaminya pada hari ini. Sekujur tubuh Fira merinding, bulu kuduknya berdiri. Namun Batista lagi-lagi masih mempermainkannya.


Fira hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Tanda ia menikmati permainan suaminya itu. Batista mulai melucuti sisa pakaian dalam milik Fira.


Gstring dan bra yang menyatu mulai ia lepaskan. Fira terlihat tanpa menggunakan sehelai benangpun. Tubuhnya yang langsing bak gitar spanyol sangat disukai oleh suaminya itu.


Siang ini begitu terasa panjang bagi Batista dan Fira. Mereka menikmati momennya saat ini. Kesenangan bagi Batista untuknya mengeksplor gaya hubungan intimnya sekarang ini. Sudah cukup baginya menjadi pria polos selama ini. Kini ia mencoba menjadi pria yang lebih garang dan menantang.


Kini ia ingin bermain dengan gaya-gaya yang berbeda. Bahkan jika setiap hari harus melakukannya pun ia senang untuk berganti gaya. Menurutnya itu akan membuat hubungannya unik dan tidak akan pernah bosan.


Fira yang mulai lemas namun permainan belum juga usai dan ia harus menerima tindakan dari sang suami. Batista menarik dengan lembut rambut Fira agar tergerai tanpa sanggul kecil lagi. Rambut dengan panjang sepundak itu mulai menutupi lehernya.

__ADS_1


Tangan Fira masih juga terikat belum dilepaskan oleh Batista. Batista pun melepaskan ****** ***** miliknya yang tersisa.


Saat ini ia memposisikan tubuh Fira diatas pangkuannya. Sambil memeluk istrinya kemudian mereka menyatu dalam hubungan intimnya saat ini. Pasangan itu hanyut dalam permainannya.


Rasa lemas terasa disekujur tubuh Fira. Ia terbaringn lemas diatas ranjang. Begitupun dengan Batista. Ia juga merasa lelah dengan semua permainan yang baru diberikan pada istrinya sebagai efek jera.


Sebelum berbaring Batista membuka penutup mata dan ikatan tangan Fira. Akhirnya Fira bisa berbaring dengan santai. Disandarkannya kepalanya diatas dada suaminya. Rasa lemas dan kantuk telah bercampur.


Ternyata permainan Batista belum juga usai. Ia kini mengajak istrinya untuk mandi bersama. Kegitan favorit mereka bermandikan busa dan menyatu didalam bathup.


Lagi-lagi ronde kedua permainan berlanjut. Batista beraksi didalam bathup ia memeluk istrinya dan menempatkan Fira diatas tubuhnya. Kali ini Fira yang bergerak mengambil posisi. Dia merayu suaminya dan mengelus dada sang suami. Hal itu membuat Batista menikmati belain dari sang istri.


Ia menikmati sensasi dari Fira saat ini. "Apa kau puas sekarang?" tanya Fira sambil tersenyum sinis.


"Sudah tidak marah lagi," tanya Fira lagi.


"Tidak!! Aku sudah memberikanmu pembalasan," tutur Batista kesal.


Fira memeluk suaminya dengan erat dan bersandar pada tubuhnya. Menikmati tumpukan busa sabun didalam bathup.


Permainan mereka berakhir hingga matahari tenggelam. Cukup panjang hingga membuat perut Fira keroncongan.

__ADS_1


"Kau lapar sekali?" tanya Batista.


"Iya nih. Permainanmu terlalu panjang. Aku capek namun sangat lapar," jelas Fira.


Batista ingin memanjakan istrinya. Ia juga merasa bersalah dengan sikap cueknya kemarin karena mendiamkan sang istri sepanjang malam. Peluk mesra pun enggan dia berikan.


Ia menyuruh pembantunya untuk menyiapkan makan malam di dalam kamar. Agar istrinya bisa makan dan langsung beristirahat. Leni dan Tari bergegas membawa seluruh makan malam ke kamar mereka.


Batista makan malam bersama dengan Fira. Selesai makan, rasa kantuk menyerang Fira dan Batista. Mereka langsung menarik selimut setelah semua makanan dibersihkan oleh para pembantu.


******


Fira dan Batista berangkat ke kantornya. Seperti biasa mereka diantarkan oleh Beni. Pekerjaan Batista kian menumpuk. Karena sebelum weekend masih banyak berkas yang harus ditandatanganinga tapi tak tuntas karena kedatangan Lucy.


Belum juga menyelesaikan berkas sebelumnya, Bagas sekprinya telah menambahkan berkas baru. Berkas-berkas itu harus dibaca dan dipelajari oleh CEO Andara Grup itu. Berkas mengenai tender, laporan keuangan hingga kerjasama dengan perusahaan lain harus segera dipelajari.


Setengah hari dimanfaatnya untuk menandatangani berkas yang tersisa. Seusai jam makan siang ia melanjutkan mempelajari berkas-berkas yang diberikan oleh Bagas.


Pekerjaannya benar-benar hectic. Baru satu laporan yang ia pelajari dan berlanjut membuka laporan kedua. Batista menarik selembar kertas namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Masuk" kata Batista yang ia pikir yang datang adalah Bagas.

__ADS_1


Namun prediksinya salah. Muncul sesosok perempuan cantik dihadapannya. Ya, lagi-lagi Lucy datang untuk menganggunya.


"Hello!!!" sapa Lucy sambil mengangkat tangannya dan menekuk jarinya dua kali menandakan sapaan untuk Batista.


__ADS_2