Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
memilih berpisah


__ADS_3

Batista kebingungan harus menyimpan baju bekas lipstik Lucy atau lebih baik membuangnya. Karena baju sudah tersimpan di lemari, ia yakini bahwa Fira Andriani telah mengetahui jejak yang ditinggalkan Lucy hingga menyimpan baju itu sebagai bukti.


Batista tak tahu harus berbuat apa. Dia kebingungan apakah harus mengatakan yang sejujurnya pada istrinya atau tidak. Dari sudut ruangan, Batista melirik Fira yang sejak tadi masih terlelap dalam tidurnya.


"Apa aku harus jujur?" batinnya.


Namun jika ia harus jujur, akan terjadi pertengkaran hebat antara dirinya dan istrinya. Jika baju itu dibuang lebih parah Fira akan mengetahui bahwa dia sudah tahu menahu tentang jejak lipstik sehingga membuang barang buktinya.


"Kenapa sayang?" tanya Fira rupanya ia sudah berada dibelakang Batista dan melihat baju yang ada ditangan suaminya itu.


Batista berbalik melihat wajah Fira namun menyimpan baju itu dipinggang belakangnya dengan kedua tangannya. Batista hanya terdiam dan menatap Fira dengan tatapan sendu.


"Untuk apa kau sembunyikan? aku sudah melihatnya!" ucap Fira. Sejak Batista mengambil baju miliknya ternyata telah Fira sudah terbangun. Ia memperhatikan suaminya itu. Namun ketika Batista meliriknya ia sengaja pura-pura tertidur.


Sebelum Batista melangkah lebih jauh, Fira ingin mengetahui apa reaksi Batista yang melihat langsung bekas kecupan dibajunya.


"Sayang ini tidak seperti yang kau pikirkan! aku sungguh tidak tahu tentang bekas lipstik itu. Sebenarnya, tadi malam aku mabuk berat karena ada yang mengganti minumanku," akunya dengan jujur pada Fira yang saat ini dipenuhi tatapan amarah.


"Lalu bekas bibir siapa itu?" tanya Fira santai meski terlihat marah.


"Sejujurnya tadi malam aku tidur di apartemen Lucy. Mantan kekasihku dulu, entah apa yang terjadi, aku pingsan di bar dan saat terbangun sudah berada di apartnya," ungkap Batista dengan muka polosnya.


Mendengar lagi-lagi tentang mantan kekasih suaminya membuat Fira semakin mengamuk. Fira sangat kecewa pada suaminya yang pergi begitu saja, terlebih sekarang malah tidur berdua dengan mantan kekasihnya.


Fira bingung harus berbuat apa. Laki-laki yang dicintainya malah tidur dengan wanita lain. Pikiran kotornya telah berputar-putar diotaknya.

__ADS_1


Batista seorang pria yang sudah beristri dan baru beberapa bulan menikah telah berani tidur dengan wanita lain. "Aku kecewa!" lirih Fira dengan suara seraknya.


"Aku kecewa mas sama kamu! kita baru beberapa bulan menikah, tega-teganya kamu sudah selingkuh dengan mantan kamu sendiri!" ketus Fira.


Batista terdiam. Tak tahu apalagi yang harus ia katakan. Barang bukti itu cukup kuat untuk menyatakan dirinya saat ini tengah berselingkuh dengan wanita lain.


"Aku beneran nggak tahu Fir. Aku hilang kendali malam itu. Bahkan aku nggak ingat ngapain sama dia! Seingatku memang aku tidak menyentuh dia," jelas Batista yang saat ini masih mencari pembelaan terhadap kejadian kemarin.


"Maksudmu apa? Seperti hal yang terjadi pada kita dulu? saat kau bercinta semalam denganku? mencumbuku tanpa kau sadar. kau benar-benar tidak sadar saat itu!!" ucap Fira yang semakin kesal.


Fira semakin kesal terhadap pengakuan suaminya. Ia mengemasi barang miliknya kedalam koper. Pengakuan Batista membuat dirinya bagaikan disambar petir disiang bolong.


Batista terdiam melihat istrinya yang sedang mengemasi barang miliknya. Dia tak berkutik sedikit pun. Tidak mencegah istrinya untuk angkat kaki dari rumah ini.


Sampai saat ini Lucy juga tak menghubungi Batista dan mengakui apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua pada hari itu.


"Aku dijebak Fir!" lirih Batista yang menghentikan langkah kaki Fira sebelum membuka engsel pintu kamar mereka.


Fira berbalik badan dan melihat kearah suaminya. Ia tak percaya dengan ucapan suaminya. "Jebak? kau dijebak? jadi dulu waktu tidur denganku juga kau dijebak?" tanya Fira dengan nada ketusnya.


"Kau tahu kan kalau Lucy sering sekali datang ke ruanganku? aku tidak meresponnya! dia saja yang selalu balik lagi ke kantor seolah-olah sedang ngobrol dan berdua denganku. Aku selalu mengusirnya," ucap Batista.


"Tapi kau membiarkannya berada di ruanganmu kan? kalau mengusirnya harusnya jangan terima dia masuk!" kecam Fira yang semakin menggebu-gebu amarahnya.


"Tidak masuk akal kalau kau dijebak! Seharusnya kau tahu aku sudah tidak menyukainya ketika dia hadir kembali di kehidupan kita. Kalau kau masih mau dengannya, kenapa kau tidak menikahi dia saja?" ucap Fira.

__ADS_1


"Sungguh aku dijebak! tolong jangan pergi Fir! aku tidak berselingkuh darimu. Dia mengatakan ingin kembali lagi padaku. Tapi aku sangat membencinya. Sudah 4tahun lalu aku melupakannya,"


Batista meraih tangan Fira dan mengenggamnya. Ia tak ingin kehilangan istrinya. Ia bahkan berlutut pada istrinya dan berkata "Aku mohon jangan tinggalkan aku! aku minta maaf padamu. Aku janji tidak akan menemuinya lagi,"


Melihat tindakan Batista hingga berlutut didepannya membuat Fira luluh. Namun sakit yang ia rasakan kini terlalu besar. Rasa kecewanya tidak bisa hilang begitu saja hanya dengan kata maaf dan tindakan berlutut seperti yang suaminya lakukan saat ini.


"Jujur saja aku sangat kecewa padamu. Aku tidak tahu harus berbuat apalagi! Saat ini aku ingin pergi dan tidak melihat wajahmu lagi! hatiku sangat sakit mas!" lirih Fira sambil mengusap air matanya yang tak berhenti menetes.


Batista meraih tubuh istrinya, kemudian memeluknya. "Percaya padaku Fir! Lucy itu jahat. Dia pasti merencanakan semua ini untuk merusak rumah tangga kita. makanya dia terus berada disekitarku," keluh Batista.


"aku sudah berkali-kali menolaknya. Tapi dia terus saja datang. Dan tadi malam entah mengapa tiba-tiba dia ada di bar yang sama denganku. Aku bingung harus menjelaskan apalagi. Aku benar-benar tidak sadar saat itu. Beda saat aku terjerat cinta satu malam denganmu. Aku menyadarinya namun wajahmu samar-samar hingga akhirnya aku bisa mengingatmu," ucap Batista yang terus menyakinkan istrinya.


Fira meminta agar Batista lebih baik menenangkan dirinya sendiri. Sementara ia pergi meninggalkan suaminya dan membawa barang-barang miliknya.


"Aku tidak bisa mas! Aku harus menenangkan diriku dulu. Aku tidak bisa tinggal bersamamu untuk sementara waktu ini. Kau juga lebih baik selesaikan cinta pertamamu yang belum usai," ucap Fira.


Fira merasa sangat sedih. Satu-satunya pria yang dia yakini akan hidup bersamanya hingga menua malah membuatnya kecewa. Sesak didada ia rasakan.


Baru kali ini dia merasakan pahitnya rasa kecewa dihianati. Batista adalah pria pertama bahkan terakhir yang baru ada dihidupnya. Ia sangat jatuh cinta pada suaminya itu bahkan sejak kali pertama mereka bertemu.


Sekarang untuk bertahan pun rasanya sulit. Namun Fira tidak langsung membuat keputusan untuk bercerai dari suaminya. Ia masih ingin membuktikan kebenaran tentang mantan kekasih suaminya itu.


Niat Fira untuk mengembalikan kepercayaan dan utuhnya rumah tangga mereka masih besar. Untuk saat ini dia lebih baik memilih untuk menyendiri dan menenangkan pikirannya.


Fira meninggalkan Batista yang terduduk lemah didalam kamar. Ia memboyong koper miliknya yang berisi baju-baju kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2