
Batista asik nongkrong di bar hingga melupakan istrinya. Saat nongkrong di bar bersama teman-teman pebisnisnya seperti tongkrongannya pertama kali saat di hotel tempat Fira bekerja.
Meski dia tahu kalau tak kuat meminum alkohol. Ia menyadari dan lebih baik menghindari untuk tidak menegak satu gelas pun alkohol.
Tak ada niatan Batista untuk meminta maaf kepada istrinya karena dia merasa tidak ada salah apapun kepada istrinya. Dia lebih memilih menghindar dan menenangkan diri dengan berkumpul bersama teman-temannya.
Teman-teman kumpulnya semua dari kalangan pengusaha. Mereka sudah berteman baik sejak merintis usahanya dari nol.
Hanya Niko saja yang memilih tak bergabung lagi dengan teman-teman tersebut untuk menghindari konflik affair antara Niko sama Lucy dulu.
Batista duduk bersantai sambil mendengarkan alunan musik dalam bar. Tubuhnya bergoyang-goyang kecil mengikuti lantunan musik yang sangat keras.
Sementara teman-teman lainnya asik meneguk alkohol sambil berjoget ria. Ada beberapa teman prianya yang minta didampingi oleh beberapa wanita.
Sementara Batista sangat tak menyukai mempermainkan wanita. Dia lebih memilih ikut berkumpul saja. Terlebih dia sudah memiliki istri dan tak ingin membuat Fira semakin kecewa akan tingkahnya.
Tak jauh dari meja Batista, ternyata Lucy berada di dalam Bar juga.
Lucy juga diajak oleh salah satu teman Batista yang mengetahui bahwa Lucy sudah tak lagi di Jerman dan sudah pulang ke Indo sejak beberapa bulan kemarin.
Pradika namanya. Dia sengaja mengundang Lucy bahkan berniat membantu Lucy untuk kembali dekat dengan Batista. Dika yang disapa oleh anak-anak lainnya, sudah mengetahui status Batista yang kini tak lagi bujang.
Sebenarnya dia kasihan pada Lucy yang belum bisa move on dengan cinta pertamanya itu. Batista itu juga cinta pertamanya Lucy.
Sama halnya dengan Lucy yang juga sudah menjadi cinta pertama bagi Batista. Sehingga mereka tidak pernah saling melupakan satu sama lain.
Banyak hal kenangan yang membekas diantara keduanya. Jikalau Batista belum menikah, mungkin saja ia mau balikan dengan Lucy kalau tahu hubungannya juga sudah kandas bersama Niko.
Lucy sengaja tak duduk di meja bersamaa Batista dan lainnya. Ia takut Batista akan meninggalkan Bar mengetahui ia juga ikut diajak berkumpul.
Lucy melirik meja yang berada dipojokan itu. Sesekali memandangi wajah tampan cinta pertamanya yang asik mengayunkan tubuhnya mendengar musik yang enak.
Ia juga melirik Dika yang asik mengobrol dan meminum alkohol yang ada di atas mejanya.
__ADS_1
Lucy mengambil ponsel miliknya dan mengirimkan pesan pada Dika.
"Dik lo kasih deh tuh si Batista satu gelas kecil alkohol. Jangan sampai dia tahu, bilang saja itu soda"
Pesan itu mengarahkan jebakan untuk Batista. Lucy tahu seama ini Batista tak pernah bisa meminum alkohol. Satu gelas alkohol saja akan membuat dia tumbang dan teller.
Dia mengambil ponselnya yang berdering tanda pesan masuk. Ia tersenyum kecut membaca pesan yang dikirimkan oleh Lucy.
"Apa hadiah buat gue" balas Dika yang mengirimkan teksnya.
Melihat balasan dari Dika, dia tahu semua yang dilakukan temannya itu tak mau secara cuma-cuma.
"Aman tagihan Bar gue yang bayar!" kirim Lucy.
Meski Dika memiliki kekayaan yang melimpah, dia juga tak mau rugi mengeluarkan uang banyak dan mentraktir teman-teman lainnya.
Akhirnya dia menuangkan alkohol di dalam gelas yang kecil. Ditukarnya soda milik Batista diatas meja dengan alkohol miliknya. Saat itu Batista sedang pergi ke toilet untuk buang air kecil.
Batista kembali pada posisinya. Sambil ia mengobrol. Teman-temannya yang dari tadi fokus dengan obrolannya juga tak tahu menahu tentang rencana Dika dan Lucy.
Bahkan tak ada yang melihat minuman Batista telah diganti oleh Dika. Sial betul nasib Batista yang akan dijebak oleh teman dan mantan kekasihnya itu.
Batista memesan air mineral pada waiters bar. Ia kehausan sejak tadi, soda kaleng yang berada diatas mejanya ia biarkan.
Cara minum soda itu tak langsung ia teguk dari kalengnya. Ia sengaja menuangkan di dalam gelas, agar orang-orang mengiranya meminum alkohol yang sama seperti teman-teman lainnya.
Setelah dia meminum air mineral yang sudah diberikan oleh waiters, ia mengambil ponsel miliknya yang berada di dalam kantong.
Berharap ada pesan dari istrinya yang mempertanyakan kapan pulang, tapi tak ada satu pesan pun dari Fira yang ia terima. Hanya pesan teks dari rekan bisnisnya serta spam dari operator seluler.
Dimasukkan lagi ponsel itu ke dalam kantongnya. Ia mengambil gelas yang berada disamping kaleng sodanya. Dalam sekali teguk, alkohol yang dikiranya soda langsung ludes.
Lucy memerhatikan sejak tadi. Ia tertawa terbahak-bahak karena rencananya sudah berhasil. Lucy padahal perempuan yang baik, tapi sikapnya berubah setelah mengetahui Batista telah menikah tanpa memberikan kabar padanya.
__ADS_1
Seketika Batista langsung sempoyongan. Kepalanya terasa berat dan pusing.
Sial! kenapa bisa salah minum.. Batinnya.
Teman-teman Batista yang lainnya langsung menyadari sikap Batista yang berubah. "Kenapa lo bro?" tanya temannya Batista, Judik.
"Kepala gue pusing. Siap yang ganti minuman gue sih," kesal Batista.
Yang lain terdiam dan menggelengkan kepala menandakan tak ada yang merasa menukar minuman miliknya.
"Gue balik duluan deh! nggak bisa kaya gini. Bisa pingsan gue," kata Batista.
"Iya lo naik taksi aja bro," ucap Dika.
"Iya!" Batista mengatakan sambil meninggalkan mejanya kearah pintu keluar Bar.
Sambil berjalan semoyongan ia menyusuri Bar. Baru saja setengah jalan, Lucy sengaja menabraknya dan membuat tubuh Batista jatuh.
Gubrak....
Suara keras tubuh Batista yang terjatuh mengejutkan orang-orang sekitarnya. Sementara Lucy mengangkat tanganya dan langsung menarik tubuh Batista.
Batista pingsan karena tak kuat dengan alkohol yang dia minum padahal hanya segelas.
Lucy membopong tubuh Batista. Dan meletakkan tangan Batista di pundaknya agar tak terasa berat.
Secepatnya ia keluar bersama Batista yang sudah tak sadarkan diri dari Bar. Ia memasukkan Batista ke dalam mobilnya di kursi bagian penumpang dan segera mengendarai mobilnya.
Bukannya mengantarkan Batista pulang ke rumahnya. Lucy malah memboyong Batista ke Apartemennya. Teman-temannya pun tak mengetahui kalau Batista bukan pulang ke rumah termasuk Dika.
Rencana jebakan pada Batista hanya ia ketahui sampai menukar soda dengan alkohol miliknya.
Lucy membaringkan tubuh Batista diatas ranjang dalam apartemennya. Ia mengambil ponsel milik mantan kekasihnya itu dan mematikannya agar tak bisa dihubungi oleh sang istri.
__ADS_1