Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
canggung


__ADS_3

Fira Andriani mengampiri Lucy yang masih terdiam. Fira mengulurkan tangannya sambil tersenyum ringan. Lucy masih merasa heran dan belum mengucapkan sepatah katapun.


Sementara Bagas terlihat kikuk diantara dua wanita yang berhubungan dengan bosnya. Ia takut nantinya akan dimarahi oleh bosnya karena dianggap sebagai cepu untuk mempertemukan dua wanita itu.


"Kenalin saya istrinya Batista Andara," ucap Fira yang mengulurkan tangannya untuk dijabat oleh Lucy.


Lucy terdiam. Mendengar kata Istri dia semakin geram. Tujuannya datang ke kantor Batista padahal untuk mengancamnya agar menuruti semua kemauannya.


"Kalau dia muncul begini, gue nggak bisa ngancam Batista nih!"


Lucy masih memutar otaknya strategi apa yang harus dia lakukan jika sudah berhubungan langsung dengan istri mantan kekasihnya itu.


"Loh kok diam aja? pegel nih tangan saya dari tadi. Saya sudah dengar kok, kalau kamu mantan kekasih suami saya kan?" celetuk Fira dengan songong.


"Saya Lucy Davide!" Lucy meraih tangan Fira dan menjabatnya.


"Baik kalau begitu silahkan masuk bu Lucy. Ada yang perlu kita bicarakan bertiga!" ketus Fira.


Fira menggandeng tangan Lucy dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan Batista. Sementara Bagas masih termenung melihat tingkah laku istri sah bosnya.


"Apa yang dia pikirkan hingga seberani itu" Bagas kembali ke tempat duduknya dan sesekali melirik ke jendela penasaran dengan tindakan Fira selanjutnya.


Tanpa ada ketukan pintu, Fira masuk menggandeng tangan Lucy. Sontak kedatangan Lucy bersama Fira mengagetkan Batista. Sebelumnya Bagas sudah memberitahukan kedatangan Lucy, tapi tidak dengan kedatangan Fira.


Batista canggung. Ia bingung harus berbuat apa. Batista bahkan khawatir akan ada peperangan ketiga dalam ruangan ini.


"Silahkan duduk bu Lucy," perintah Fira dengan tegas.


Fira mendekati Bagas dan menggandeng tangan suaminya lalu mendudukkannya di Sofa yang berjauhan dengan Lucy.

__ADS_1


"Jadi gini ya bu Lucy, kemarin saya temukan bekas lipstik di baju suami saya. Dan semua sudah dijelaskan oleh mas Batista kalau kamu membawanya ke apartemen milikmu," Fira ceplas ceplos karena tak ingin berlama-lama dalam satu ruangan dengan Lucy.


"Yang saya pertanyakan disini. Apa benar kamu menjebaknya? bahkan menggodanya kembali? Sebegitu murahnya kamu sampai mau merebut suami saya dengan melakukan tindakan bodoh itu?"


"Saya ingin mendengar semuanya disini! apa maksud kamu membawa dia ke apartemenmu? " tanya Fira dengan ketus.


Lucy terdiam kikuk. Dia tak tahu harus bagaimana lagi. Bukan ini yang ia rencanakan, bahkan Lucy tak sudi bertemu dengan istri Batista.


Ia inginnya merebut kembali Batista dengan cara liciknya. Mengancamnya dengan Foto-foto yang ia simpan.


"Ehmm.. Ya benar itu bekas lipstik saya. Itu tidak disengaja karena saya membopong Batista saat mabuk di Bar. Dan tak sengaja bibir saya kena bajunya karena saat itu dia hampir terjatuh," jelas Lucy.


Kejadiannya memang seperti ia katakan. Saat ini Lucy mencoba jujur, karena bekas lipstik itu bukan bagian dari rencananya. Justru dia tak ingin Fira mengetahui tentang kejadian di apartemennya.


Karena sudah kelelahan membopong Batista ke apartemennya, ia sampai melupakan bekas lipstik itu dan tak sempat membersihkannya.


"Saya membawanya ke apartemen karena saya tidak tahu dimana rumahnya! ponselnya juga mati jadi saya tidak bisa menghubungi siapapun," lanjut Lucy yang mulai berbohong untuk mengecoh Fira.


"Saya juga ingin kamu memperjelas hubunganmu dengan suami saya. Apa benar kamu terus menggodanya?" kesal Fira semakin memuncak. Jawaban Lucy tak sesuai yang ia harapkan, meski masih masuk akal dari pertanyaan yang ia lontarkan.


Fira tetap masih terlihat santai mendengar semua jawaban dari Lucy walaupun emosinya sudah menggebu-gebu. Ingin rasanya ia mencabik-cabik wajah cantik wanita blasteran itu.


"Saya tidak menggodanya! Saya hanya berkunjung ke teman lama saya. Saat ini saya sudah menganggap Batista teman, berdamai dengan masalalu saya! saya juga datang untuk meminta maaf pada suami kamu," kata Lucy menyakinkan Fira.


"Apa benar seperti itu mas?" Fira kali ini melontarkan pertanyaan pada suaminya.


Batista bingung harus menjawab apa. Jika ia membenarkan perkatakan Lucy, nantinya kesempatan bagi Lucy untuk terus datang ke kantornya.


Namun jawaban Lucy soal datang meminta maaf memang sebagian benar, tapi Lucy memang coba menggodanya beberapa kali terbukti ia sering datang dan menerobos masuk ke ruangannya.

__ADS_1


"Lucy! saya sudah memaafkan kamu dari dulu. Saya juga sudah bilang jangan datang kesini lagi! Saya sudah melarangnya untuk datang, tapi dia tetap datang lagi," jawab Batista dengan suara seraknya.


"Persoalan sudah menganggap saya sebagai teman, saya tidak menerima hal itu. Saya tidak bisa berdamai dengan kamu. Kamu yang mencampakkan saya dan berselingkuh dari saya saat kita berpacaran dahulu," Batista melanjutkan ceritanya.


"Fira! saya sudah jelaskan semuanya. Yang saya katakan benar. Silahkan kamu tanya langsung sama orangnya di depan kamu kalau belum yakin dengan cerita saya kemarin," Batista melangkahkan kakinya dan duduk kembali di kursi kerjanya.


Fira mendengarkan cerita suaminya. Sementara Lucy hanya pasrah dengan keadaan saat ini. Rencananya akan sirna begitu saja.


"Jadi sebenarnya apa maumu?" tanya Fira yang menatap Lucy tajam.


"Aku tidak menginginkan apapun. Aku hanya ingin menjadi teman Batista. Lagipula aku sering mampir kesini bukan sebagai teman, tetapi sebagai investor di perusahaan ini!" tegas Lucy.


"Apa salah saya berada di perusahaan yang saya percayai untuk pengembangan bisnis saya?" Lucy mengangkat wajahnya dan menatap Fira dengan tajam.


"Tidak ada yang salah! tapi ada waktunya untuk pembahasan kerjasama! tidak perlu anda ke kantor ini setiap hari. Justru anda menggangu pekerjaan CEO dan membuatnya semakin menumpuk," keluh Fira.


"Saya tekankan! untuk persoalan investasi itu bisa dibicarakan dengan jadwal yang ditentukan. Dan saya minta anda tidak perlu datang kesini lagi mulai hari ini. Saya sudah muak dengan kehadiranmu setiap hari kerja!"


Lagi-lagi Fira menegaskan "Hubungan antara anda dan suami saya sudah selesai! Jadi jangan pernah ikut campur dalam rumah tangga kami. Saya tidak ingin melihat wajah anda lagi! Silahkan anda pergi dari ruangan ini"


Lucy terdiam dan terlihat menggerutu. Dia tak terima dengan permintaan Fira yang tak memperbolehkannya datang ke kantor Batista.


Lucy berdiri dan keluar dari ruangan itu. Ia meninggalkan Fira dan Batista tanpa mengucapkan apapun. Hanya rasa kesal didadanya semakin menumpuk.


Perasaan ingin merebut Batista kembali semakin kuat. Ia ingin merusak rumah tangga pasutri yang baru menikah beberapa bulan lalu.


"Tunggu saja Fira! Aku akan membuat suamimu bertekuk lutut padaku," batinnya.


Batista dari tadi sudah sibuk dengan pekerjaannya meski sangat fokus mendengar pembicaraan istrinya dan mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Sayang apa kau kembali ke rumah hari ini? sudah terbukti apa yang kubilang semuanya benar kan? Tapi alasan Lucy terlalu klasik, menurutku justru dia sengaja menjebakku!" keluh Batista sambil membaca berkas ditangannya.


Fira berdiri meninggalkan Batista. Ia tak menanggapi apa yang dikatakan suaminya. Dia melangkahkan kakinya dan kembali ke ruangannya.


__ADS_2