
"Iya beb! ceritain dong masalah kamu dan Batista kenapa? makanya sampai musuhan gitu," desak Cyntia yang juga penasaran dengan kisah itu.
Tapi Niko malah enggan menceritakan kisah itu. Terlebih kasus affair bersama Lucy adalah aib baginya. Nantinya malah akan menyakiti perasaan istrinya sendiri.
"Iya nih! kok jadi malah pada diam?" sambung Fira yang juga penasaran dari tadi.
Tapi baru saja makanan selesai disajikan. Alasan bagi Niko dan Batista untuk mengelak tentang cerita masa lalu mereka.
"Makan dulu deh! nanti ceritanya. Aku lapar nih seharian nggak makan," ajak Batista yang mulai mengangkat garpu dan pisaunya. Kemudian ia mulai memotong-motong steik sapi itu dan memasukkannya ke mulut.
Rasa steik itu sangat enak. Tingkat kematangan yang sempurna sehingga daging terasa empuk dan tidak alot. Tak heran itu hidangan andalan di Cafe FF.
"Bro, enak juga ini menu rekomendasi dari lo," singgung Batista agar istri mereka melupakan persoalan tentang mantan kekasih mereka yang sama.
"Iya dong! makanya gue ajak lo kesini! Cafe ini sudah terkenal banget! langganan para artis," balas Niko.
Fira dan Cyntia dengan asiknya menikmati steik yang dihidangkan didepan mereka. Tak lupa mereka juga menutup makanannya dengan dessert istimewa khas Cafe FF. Dessert klapertart menjadi penutup makanan mereka.
Rasanya tidak terlalu manis tetapi lumer dimulut. Rasa kelapa pada klapertart itu juga memberikan kesegaran tersendiri dilidah mereka.
"Gue pasti kesini lagi untuk coba menu lainnya," ucap Batista.
Selesai makan malam, Fira kembali mengingat percakapan mereka tadi. "Mas ceritain dong tentang masa lalu kau dan mas Niko. Aku masih penasaran loh," Fira mendesak Batista agar lebih terbuka padanya.
"Duh aku kebelet nih, pengen BAK. Permisi dulu ya. Nanti sayang kita sambung lagi, aku ke kamar mandi dulu," pamit Batista yang meminta izin pada Niko dan istrinya juga.
Selama Batista di kamar mandi, Niko menjadi sasaran bagi Fira dan Cyntia untuk membuka kisah lama mereka. Tentang persahabatan serta tentang alasan mereka hingga bermusuhan dengan waktu yang cukup lama.
"Kita nggak ada pembahasan lain nih? dari pada diam-diam gini mending mas Niko deh yang mulai cerita," kata Fira polos yang sebenarnya penasaran dengan cerita mereka.
"Yaudah kalau kalian maksa. Aku akan cerita. Sebenarnya aku dengan Batista sudah bersahabat sejak lama. Sejak SMA kita sudah bersama. Aku menganggapnya seperti adikku sendiri"
Niko kembali melanjutkan ceritanya dan didengarkan oleh Fira dan Cyntia. Tidak ada yang menyela cerita itu, karena mereka penasaran dengan kisah para suaminya.
"Sewaktu kita SMA, kedua orangtua Batista mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Akulah yang mendampinginya dan menguatkannya. Sampai ia bisa bangkit dan sukses. Kami merintis bisnis dari nol. Sejak kuliah,"
Ketika Niko bercerita, Batista kembali dan duduk dengan santai. Ia tidak mengerti apa yang terjadi, sehingga Fira dan Cyntia memasang raut wajah yang begitu serius.
__ADS_1
"Ada apa nih? kok pada serius?" tanya Batista penasaran.
"Sssstttttt!!"
Secara serentak Fira dan Cyntia meminta agar Batista lebih baik diam dan ikut mendengarkan. Dan Batista duduk dengan santai dan terdiam. Niko pun melanjutkan ceritanya.
"Nah waktu kita kuliah, mulai merintis usaha, Batista pacaran deh dengan juniornya. Tapi meski berstatus pacaran, kegiatannya untuk pengembangan bisnis dan kumpul bersama kami tidak terganggu"
Mendengar cerita Niko yang membicarakan kisah masalalunya membuat Batista semakin panik.
"Tunggu! tunggu! apa nih kok bawa-bawa gue?" tanya Batista semakin penasaran.
"Mas diam dulu," titah Fira agar Batista tidak berisik. Batista kembali membungkam mulutnya menuruti keinginan istrinya.
Niko dengan wajahnya yang terangkat merasa bangga menceritakan hal ini. Niko dengan sengaja menceritakan inti masalah mereka, dan akan menutupi kisah aibnya sendiri.
"Tapi pacarnya Batista malah berpaling dan menggodaku! kami berselingkuh dibelakang Batista. Jadi mantannya Batista malah jadi pacarku," ungkap Niko dengan entengnya.
"Hah?" teriak Cyntia yang merasa terkejut dengan kelakuan suaminya.
"Tenang beb! kan udah putus. Sekarang aku sama kamu," balas Niko.
"Itulah jahatnya dia. Makanya dia tahu diri untuk menjauh dan tak menghubungiku lagi," ledek Batista.
"Ya begitulah keadaannya! aku hanya tergoda sementara kok," akunya dengan terkekeh. Padahal Niat Niko menyembunyikan tragedi terciduknya ia saat berselingkuh dengan Lucy.
"Jadi siapa perempuan itu? Ya! mantan pacar kalian berdua," tanya Fira yang mengangkat sebelah alisnya.
Batista deg-degan sekali. Khawatir Niko akan menyebutkan nama Lucy. Baru saja Niko mau membuka mulutnya dan bersuara tapi dihentikan oleh Batista.
"Dea! iya dea namanya," ucap Batista terbata-bata.
"Arghh yang benar mas?" Fira tak mempercayai omongan suaminya dan menatap tajam wajah Niko. Niko yang tahu dengan kondisi itu langsung mengerti dan membenarkan perkataan Batista.
"Iya benar kok Fir," balas Niko.
"Terus apa yang terjadi? nggak mungkin karena hanya rebut pacar doang bisa jadi musuhan lama. Berapa lama mas?" Fira melanjutkan pertanyaannya.
__ADS_1
"Ehmm.. Ehmm ada kali lima tahun," jawabnya polos.
"Lama juga ya," singgung Cyntia. "Aneh sih kalau cuma karena rebut pacar doang bisa musuhan selama itu. Padahal sudah seperti kakak beradik," lanjut Cyntia.
"Iyah aneh! pasti ada yang ditutup-tutupin nih," Fira memanas-manasin keadaan.
"Emang begitu ceritanya! Batista ini orangnya pendendam. Makanya nggak mau maafin gue. Ya akhirnya gue pilih menghilang aja dari hidup dia," cetus Niko.
Batista menganggukkan kepalanya. Cerita yang mereka lewatkan dengan sengaja tentang Lucy. Cerita yang tadinya membuat penasaran akhirnya selesai. Cyntia dan Fira merasa kebingungan sendiri.
Fira akhirnya pamit untuk ke kamar mandi. Dan Cyntia juga ingin ke kamar mandi. Mereka pergi bersama meninggalkan suaminya.
"Bro! gila lo ya cerita-cerita masa lalu kita," singgung Batista yang masih serasa jantungnya mau copot jika kebenarannya diketahui sang istri.
"Gue juga tahu bro. Emang kalo soal lo ngegepin gue memang mau gue skip," kekeh Niko.
"Bukan itu aja bro! nama mantan kita hampir saja lo ucap! lo kan tahu gue ada masalah sama dia. Jangan sampai deh lo ucap nama dia," kata Batista mengingatkan Niko.
"Iya juga sih! untung aja lo cegat duluan bro! kalau nggak, bisa keceplosan gue," keluhnya.
Batista dan Niko sejenak merasa lega karena persoalan mereka terlewati.
Di kamar mandi. Fira dan Cyntia merasa curiga dengan suaminya.
"Mbak! kayanya aneh nggak sih? kaya ada yang mereka tutupi?" tanya Fira pada Cyntia yang saat itu keduanya sedang mencuci tangannya.
"Iya sih! masa karena rebut pacar gitu doang bisa musuhan selama itu," kata Cyntia.
"Kayanya ada sesuatu deh. Cuma mereka nggak mau cerita," jelas Fira.
"Nggak perlu dipikirkan Fir. Itu hanyalah masalalu, kita sekarang masa depan mereka," tegas Cyntia mengingatkan posisinya dan posisi Fira yang sudah sah menjadi istri suaminya.
Fira akhirnya mengajak Batista pulang. Tidak terasa saat itu sudah jam sebelas malam. Makan malam dari jam tujuh ternyata cukup lama diisi dengan cerita masa lalu Batista dan Niko.
Fira juga tidak lupa meminta kontak Niko dan Cyntia untuk menghubungi mereka sewaktu-waktu. "Mbak kapan-kapan ketemu lagi ya," ucap Fira yang memang sangat senang bertemu Cyntia. Akhirnya dia memiliki teman dari suaminya.
"Iya dong! Harus shopping dan makan bareng," jawab Cyntia dengan semangat.
__ADS_1
Mereka berempat akhirnya pulang. Didalam mobil Fira masih penasaran tentang masalalu Batista.
"Mas! masa gitu doang sih masalahmu dengan mas Niko. Bukannya mantan pacarmu cuma satu ya?" tanya Fira sambil memerhatikan suaminya yang sedang fokus menyetir saat itu dan membuat Batista terkejut dengan perkataan istrinya.