AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI

AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI
Melindungi Ku


__ADS_3


ku rebah kan tubuh ku diatas kasur, melihat jari jemari ku dan membayangkan sebuah cincin melingkar di tengan nya.


lagi lagi aku termenung akan lamunan ku


mengingat diri nya kembali akan kata kata yang masih terngiang di telingaku, "akan ku terima segala keputusan mu walaupun berat, aku mencintai mu, sungguh", ucap nya sambil mengembalikan ponsel milikku di dalam genggaman tanganku yang ia gapai,


entah sudah berapa kali nya ia mengucapkan dan meyakinkan diri ku agar aku tahu bahwa cinta nya hanya untuk ku


Bukankah yang utama adalah saling memiliki? tapi kenapa aku takut jika dimiliki nya? dan kenapa pula aku sedih jika ia hendak meninggalkan ku?


Benar memang, cinta itu rumit, hanya mencintai saja yang tidak pernah rumit karena perasaan itu muncul secara tiba tiba didalam hatiku, dan di waktu yang tak tepat saat aku mulai menyadari bahwa ada sesosok pria lain yang menggantungkan harapan besarnya kepada ku, bagaimana aku bisa mengabaikan nya?


Sungguh, aku telah banyak berkorban perasaan, perasaan yang tak seharus nya ada.


aku tersadar dari lamunan ku ketika ponsel ku berdering, ku tatap layar di ponsel ku, Sindi sedang melakukan panggilan telefon kepadaku


"hallo", jawab ku


"Bel, aku di depan rumah mu, keluarlah!", ucap Sindi lalu mematikan sambungan nya


segera aku beranjak dari tempat tidur lalu pergi menemui nya


"ada apa,Sin?", tanya ku menatap Sindi yang sedang menundukkan kepala di hadapan ku


lalu ia menggapai tangan ku dan menyerahkan satu tablet obat berbentuk bulat besar, "kau harus memikirkan nya dulu sebelum kau meminum nya", ucapnya menjawab pertanyaan yang berputar di kepalaku, "usia kehamilan mu sudah lebih dari delapan minggu dan itu bahkan dapat membahayakan hidupmu, sebaiknya kau berfikir ulang sebelum menelan nya", ucap Sindi tanpa ekspresi serta datar tak seperti biasa nya kepadaku


aku tahu ia mungkin sedang kecewa akan diriku dan mengkhawatirkan diriku yang sudah tak tahu diri ini,


ia kemudian berlalu pergi tanpa menoleh sedikitpun kepadaku, aku hanya terdiam memaku, mencoba melihat obat yang sudah berada di genggaman ku dengan gemetar


apa aku akan menjadi seorang pembunuh?


seketika pikiran itu merayap dan berputar di kepalaku, ku jambak pelan rambutku karena merasa kepala ku sudah terlalu panas.

__ADS_1


aku mambalikkan badan memasuki ruang dirumahku, pandangan ku terpaku pada obat yang ada dalam genggaman ku, berjalan tanpa melihat arah


seketika tubuhku terasa lemas dan lemah, jemariku gemetar bergerak memegang bayi yang ada dalam perut ku, aku mengusapnya perlahan, aku tak tega dan punya keberanian


"maafkan aku yang telah berfikir untuk membunuh mu", ucapku pada perut bawahku yang mulai menegang


aku mengurungkan niat ku


****


semenjak hamil, aku lebih munyukai makanan manis, sensitif terhadap aroma bawang dan harus mengkonsumsi buah buahan setiap hari nya, apa ini anak perempuan?


aku bahagia saat memikirkan nya


kebetulan persediaan buah buahan sudah menipis, jadi aku berniat berjalan kaki untuk membeli buah buahan di supermarket terdekat, ya karena rumah ku letak nya tak jauh dari pusat kota.


aku memilah milah buah buahan segar, harum nan besar untuk ku kantongi, juga mataku tak sengaja melirik sebuah ciki yang dilumuri coklat yang sangat manis dan aku tak tahan jika tak membeli nya pula.


aku berjalan penuh ceria hari ini, menikmati hari libur terbebas dari tugas kantor yang sangat membebani ku apalagi terdapat masalah yang disebabkan oleh relasi bisnis perusahaan, ah aku tak menyangka jika keluarga Jesi lah yang melakukan hal itu


"argghhhh kenapa ini menjadi urusan ku?", gumamku sembari memukul ringan kepalaku yang sudah berpikiran macam macam.


tapi, tiba tiba langkah ku terhenti ketika berjalan di gang menuju rumah ku, ada dua orang pria kedua nya berkulit hitam dan berbibir tebal sedang menyeringai menatap ku.


reflek aku melangkah mundur ketika ia melangkah maju ingin menggapai ku, mereka pasti orang jahat.


aku menoleh kesekitar guna meminta pertolongan tetapi ku lihat tak ada seorangpun yang lewat gang sempit ini, "ma..mau apa kalian?", tanyaku gelagapan karena di dear rasa takut


aku meringis melihat mereka menatapku tajam, menyeringai sesekali menjulurkan lidah nya yang di tunjukkan kepadaku, "ja..jangan mendekat! aku akan berteriak jika kalian terus mendekat", ancam ku yang justru di balas tawa oleh mereka


"tenanglah Nona, kita hanya ingin bermain main denganmu sebelum akhirnya membunuh mu", sahutnya menyeramkan penuh ancaman sambil menyeringai


aku mencoba kabur berlari memasuki gang gang kecil, mereka mengejarku, aku hanya seorang wanita hamil yang lemah pasti akan kalah telak jika berhadapan dengan mereka, karena panik akhirnya aku terus berlari hingga akhirnya aku menemukan jalan buntu


aku melangkah mundur melihat mereka langkah demi selangkah maju, aku bergidik ngeri, membelalak serta gemetar dan ku rasa keringat mengalir di pelipis ku dan membasahi tubuhku.

__ADS_1


aku melangkah mundur sampai akhirnya punggung ku menabrak tembok yang ada di belakang ku, aku sudah putus harapan, tak ada lagi yang dapat menolong ku


seketika aku membungkukkan badanku ketika mereka berjalan sambil melihatkan belati yang akan di gunakan untuk menghujam tubuh ku.


aku berjongkok, menunduk gemetar dan menutup telinga serta penglihatan ku dengan gemetar, "ampun.. ampun.. tolong", ucap ku dalam ketakutan ku


BRUKK


Terdengar suaranya tendangan serta perkelahian di depan ku, tapi aku terlalu takut untuk memeriksa nya, aku hanya mampu duduk terdiam dalam ketakutan


hingga lama kemudian aku sadari, aku masih tetap dalam keadaan aman tak tersentuh, aku mencoba membuka mataku serta bangkit.


aku membelalak kaget ketika Bima datang langsung memelukku, memberiku rasa aman dan lega, aku menangis sejadi jadi nya.


aku membalas pelukan nya yang tenang, tapi ku rasa ada sesuatu yang membasahi jemari ku saat menyentuh tubuh nya, "darah"


aku membelalak kaget, dan seketika pula Bima ambruk pada tubuh mungil ku, ia tidak sadar hingga membuat ku cemas.


****


Jangan takut dengan bayangan, karna tak jauh


darimu ada cahaya


****



****


ku ucapkan terimakasih banyak pada kalian yang sudah mendukung ku hingga saat ini, aku cinta kalian :*


****


__ADS_1


__ADS_2