AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI

AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI
Mimpi Indah


__ADS_3


hari pun sudah mulai larut dan ini waktunya aku menutup toko,


aku masih sibuk menata serta membersihkan lantai yang kotor karena banyak pengunjung berdatangan di sore hari.


rasanya lelah sekali, entah kenapa sifat malasku tak berubah tapi aku tidak bisa menurutinya sekarang karena tidak ada yang membantuku lagi.


"oh iya, pria yang tadi juga belum kembali. ah, mungkin dia hanya bercanda saja"


aku pun melanjutkan menata, membersihkan seluruh toko agar besok pagi aku sudah datang dan tinggal duduk santai menunggu pembeli.


saat aku hendak mengunci pintu toko tiba tiba pria aneh itu datang. aku kira dia tidak serius dengan perkataannya.


"hai Nona" sapa nya memberi senyuman kepadaku


"hai", sahutku sembari melirik koper besar yang dibawanya, "bawaanmu banyak juga? kau tidak berniat untuk tinggal lama disini bukan?" tanyaku


Ia malah terkekeh, "tergantung situasi sih, jika dia sudah mengingatku kembali maka aku akan pergi"


lagi lagi dia berbicara tanpa ku mengerti


"apa Nona tinggal sendiri disini?", tanya nya sembari mengitari isi rumahku


"iya benar"


"wah, dia berani sekali memberimu kebebasan tanpa takut ku ambil kembali" gumamnya membuatku tak mengerti


ah, dia memang aneh sejak awal.


"mari ku antar kau ke kamarmu!"


aku pun menuntunnya ke kamar yang tak jauh dari kamarku, rumahku hanya terdapat dua lantai. lantai bawah khusus untuk toko bunga.


Ia masuk dan mengawasi setiap ruangan yang akan ditempatinya, "tidak terlalu buruk" gumamnya


"apa kau sudah makan?", tanyaku canggung, "kebetulan aku membeli banyak makanan, jadi kita bisa makan bersama"


"hm kebetulan aku belum makan malam dan lapar"


****


aku menatap wajahnya yang berada tepat didepan ku. pikirku selalu bertanya tanya kenapa wajahnya tampak tak asing, apalagi detak jantungku seakan tak berhenti berdetak kecang ketika dekat dengannya.


Ia hanya memakai kaos polos dan rambut sedikit acak kedepan, membuatnya telihat jauh lebih muda dari umurnya dan juga begitu tampan.


senyum terukir dibibirku ketika menatapnya tanpa aku sadari.


"kau terpesona dengan ketampananku ya?"


eh?


"a..aku tidak sedang melihatmu kok", sahutku gugup nan malu, aku rasakan pipiku memanas merona.


Ia malah terkekeh ketika melihatku jadi salah tingkah.


"aku tidak keberatan kita memulainya dari awal lagi", Ia menjulurkan jemarinya kepadaku , "perkenalkan namaku Yogi"


"aku Ella", sahutku sembari menyambut uluran tangannya


Ia terkekeh membuatku mengerut kening, "namamu sangat tidak cocok denganmu"


"huh, walaupun begitu itu adalah nama yang diberikan kedua orangtua ku"


"bukan diberikan oleh tunanganmu itu ya?"


"hah, maksudmu?"

__ADS_1


"he he tidak, aku salah berbicara", sahutnya membuatku semakin berpikiran aneh tentangnya, "oh ya, kapan tunangan Nona itu datang? aku tidak melihatnya seharian ini"


"ah, dia sebenarnya seorang Idol jadi dia jarang sekali kesini", jawabku sambil mengunyah makanku, "akhir pekan dia akan pulang, kenapa?"


"aku akan membunuhnya"


Uhuk Uhuk


sontak aku tersendak mendengar jawabnya. dengan sigap dia mendekati dan menepuk punggungku pelan, "Nona kau sensitif sekali, aku kan hanya bercanda"


"ucapanmu seperti serius tahu, ah, tidak lucu sekali"


"ha ha maaf"


Yogi memberikan ku segelas air putih untuk ku teguk agar tenggorokan ku kembali lega.


"Oh ya, tunangan Nona itu orangnya seperti apa? kalau dia Idol terkenal, pasti aku mengenalnya"


"nanti aku mengenalkannya padamu"


"apa dia tampan?"


aku pun mengangguk, "ya tentu tampan dan juga pria yang sangat baik"


"cih"


lagi lagi dia mendecih, membuatku bingung saja.


apa aku salah telah menerimanya disini ya? aku jadi ragu


sekelibat pikiran itu ada dikepalaku, entah aku mudah tertebak atau bagaimana.


"tenang, aku tidak akan menyakiti Nona"


"eh, he he syukurlah kalau begitu", sahutku canggung, "panggil namaku saja jangan Nona!"


"panggil nama masing masing akan terlihat lebih akrab, apalagi umur kita tidak beda jauh"


"kau bisa panggil aku dengan namaku tapi aku tetap akan memanggilmu Nona, mendengar kau menyebut nama itu saja membuat kupingku sakit"


"hah, kenapa? apa kekasihmu namanya sama denganku?"


"ya", sahutnya pendek


"ah begitu, baiklah. sesuka mu saja"


Dia terlihat seperti pria arogant dan juga dingin, tapi tatapannya begitu lembut. Entahlah apa yang berada di pikiranku.


setelah lama kami berbincang mencoba meng akrabkan diri, kantuk mulai menderaku.


aku pun bangkit dari tempat dudukku, "Nona mengantuk?"


aku mengangguk, "iya, aku pergi tidur duluan ya! kau juga jangan tidur terlalu malam karena besok kita akan bekerja"


"ah baiklah, selamat malam Nona"


"malam"


kemudian aku memasuki kamar tidurku, pun mengganti pakaian tidurku lalu bersiap untuk merebahkan diriku diatas kasur.


kini aku mulai terlelap dan seakan aku masuk ke dalam mimpi begitu indah, samar samar aku melihat seorang pria sedang mengelus rambutku dengan pelan, menatap penuh kepadaku sambil tersenyum dengan mata yang berbinar. lalu Ia mengecup bibirku sekilas terasa seperti nyata.


ah mimpiku malam ini terasa indah dan nyata.


****


__ADS_1


****


Kali ini tubuhku terasa sangat berat dan kaku, aku ingin menggeliat untuk merilekskan otot otot tegangku.


tapi aneh, subuah lengan tengah melingkar di pinggangku.


sontak aku kaget dan menjerit, "Aaaaaa"


aku juga tak sengaja menendangnya hingga Ia terlempar ke lantai dan mengaduh kesakitan.


"hei, kenapa kau bisa ada disini?" bentakku


"Awww sakit", Ia masih mengaduh kesakitan dan memegangi pinggangnya, "aku semalam tidak sadar salah masuk kamar"


"bagaimana bisa? kau ceroboh sekali!", ucapku kesal, "sana pergi!"


"baiklah aku pergi", Yogi pun bangkit lalu secepat kilat dia mendekatiku dan mencium pipiku, "selamat pagi"


"Yogi" teriakku kesal ingin sekali memukulnya tapi Ia sudah kabur duluan.


arghhh kenapa dia ceroboh sekali sih, tapi tunggu tunggu, apa semalam itu hanya mimpi?


tidak tidak, bukan mimpi karena aku merasa sangat nyata.


tapi juga tidak mungkin dia sengaja melakukan nya kan? dia kan sudah memiliki kekasih.


ah terserahlah!


aku tidak ingin pusing pusing memikirkannya lalu Aku pun bangkit, dan dengan segera membersihkan tubuhku dikamar mandi.


****


ku lihat Yogi sudah berada di meja makan menungguku untuk sarapan di pagi hari sebelum membuka toko.


"kau memasak nasi goreng?" tanyaku


"iya", Ia menyodorkanku nasi goreng dan diletakkan tepat di hadapanku.


aku mulai mencicipinya, dan aku kaget karena rasanya begitu enak untuk dinikmati.


"wah kau jago masak juga, nasi gorengnya enak", ucapku memuji


"terimakasih Nona", mulai sedih terpancar lagi dimatanya membuatku merasa salah bicara, "dulu kekasihku sering memasak nasi goreng untukku sebelum aku berangkat kerja"


"ah benarkah?"


Yogi mengangguk, "tapi sayangnya dia menghilang cukup lama, saat aku menemukannya, dia sudah tidak mengingatku lagi", ucapnya menatap sedih kepadaku


"ahh kenapa kau begitu menyedihkan sih!", cetusku, "kau kan tampan, cari saja wanita lain"


"ha ha iya kau benar", sahutnya mendekatiku, "Nona saja jadi pacarku bagaimana?"


sontak aku kaget membelalak tak percaya apa yang diucapkannya, "hei kau bercanda ya?"


"Nona tidak mau? bukan kah aku tampan?" tanya menggodaku dengan nada sensual


"kau lihat ini!", ucapku menunjukkan jemari kiriku yang terdapat benda melingkar di jari manisku, "jangan menggodaku lagi!"


"ah tapi bagaimana ya?", ucapnya menyeringai dan mendekatiku, "aku akan membuat Nona mengkhianati nya"


"maksudmu a..?"


saat aku ingin melontarkan perkataanku, tanpa permisi dia langsung melayangkan bibirnya kepadaku, dengan lembut dia melumat bibirku.


kenapa dia melakukan hal ini? dia gila.


****

__ADS_1



__ADS_2