
silau terpancar mengenai pelupuk mataku yang masih ingin terpejam, ku rasakan lelah begitu nyata di dalam diriku.
entah ini karena kehamilanku atau karena aku kurang cukup tidur karena Yogi selalu menggrayangiku setiap malam tanpa lelah.
"selamat pagi, sayang", sapa Yogi yang sedang berdiri di depan cermin yang membentang menampakkan dirinya ke seluruhan.
Yogi merapikan kemeja, memasang dasinya dengan benar untuk bersiap berangkat ke kantor.
"pagi juga sayang", aku memeluknya dari belakang, mendekatkan tubuhku yang masih lelah untuk bermanja di punggungnya yang kokoh.
Yogi membalikkan tubuhnya agar mengahadap wajahku serta membalas pelukan hangat dariku,
Cup
aku mengecupnya, "suamiku sayang"
Cup
"suamiku yang baik"
Cup
"suamiku yang tampan"
Cup
"aku mencintaimu"
Yogi hanya tersenyum dan tersipu melihat tingkahku yang tak biasa bermanja kepadanya. aku selalu galak dan angkuh kepadanya tiba tiba bermanja dan menggodanya dipagi hari.
Yogi kali ini mengecup kembali bibirku sekilas, "kau mau apa sayang?" tebaknya membuatku malu
dia pasti tahu jika aku sedang bermanja, pasti aku menginginkan sesuatu agar mendapat ijin darinya.
"aku bosan dirumah, boleh kah jika aku bekerja kembali?" tanyaku sedikit berbisik dengan nada penuh kelembutan serta senyum semanis mungkin dibibirku.
"tidak!" jawabnya singkat
"huh, kau menyebalkan!" aku merengut serta mengerucutkan bibirku yang ku buat tersenyum manis tadi menjadi begitu kecut, "sungguh aku sangat bosan"
"sayang, dengarkan aku!", Yogi memegang kedua sisi pundakku, menghela nafas panjang, "kau tidak boleh lelah, kau kan sedang hamil"
"setiap malam kau membuatku selalu lelah loh", sahutku menggoda membuat Yogi merona karenanya
"bukan seperti itu sayang, aduuh!", Yogi mencubit pipiku gemas, "kau tidak boleh berat dalam bekerja, kau harus menjaga betul kondisi kesehatanmu"
"aku janji tidak akan bekerja terlalu keras, aku juga berjanji akan menjaga bayi kita dengan baik", ucapku masih memaksa
"aku tidak mengizinkannya!", jawabnya telak lalu kembali menatap cermin merapikan penampilannya.
"kalau kau tidak mau mengijinkan, aku akan menangis!", ancamku kekanakan tapi sungguh tak ada yang bisa aku lakukan untuk meluluhkan kekeras kepalaannya.
Yogi kembali menatapku dan terkekeh geli, membuatku sampai memukul pundaknya agar berhenti menertawaiku.
"mana ada nangis bilang bilang ha ha"
"biarin!", sahutku ketus, "kalau tidak boleh, aku akan tidur dikamar lain"
"ya ampun sayang, kamu keras kepala sekali sih", kali ini Yogi datang dan memelukku lalu mencium lembut keningku, "baiklah aku ijinkan"
__ADS_1
seketika aku senang mendengarnya dan tersenyum sumeringah, "tapi hanya menjadi pengantar makan siang untukku. bagaimana?" lanjutnya
"apa?", aku kaget setengah berteriak, "sama saja bohong, huh!"
sungguh Yogi keterlaluan dan terus menertawaiku, dia kenapa sangat jahil begini membuat moodku sangat buruk.
arrghhh sungguh aku sangat bosan hanya berdiam di Rumah saja.
"terserahlah, aku akan menggangti pakaian kantorku lalu bekerja kembali"
"sayang", sapa Yogi dengan nada sedikit mengancam, "aku bisa marah kalau kau terus membantahku"
"marah saja!", ucapku menantang, "aku juga sedang marah padamu"
Yogi kali ini menghembuskan nafasnya kasar lalu mengelus dadanya perlahan, "baiklah baiklah, aku mengalah!", jawabnya dengan nada berat
tapi sungguh hatiku sangat senang mendengarnya
aku kembali memeluknya yang berwajah sedang kesal kepadaku lalu aku mengecup kembali pipinya, dan tentu saja dia menjadi luluh tersenyum manis lagi kepadaku.
"ah, suamiku tersayang"
****
****
seraya kembali dalam kehidupan abadi, menatap gedung tinggi yang menjulang bahkan sambil menekuk tengkuk leherku untuk melihat ujungnya dari kajauhan.
"wahh senang sekali rasanya, apalagi melihat suamiku begitu keren dengan segala urusan dikantornya" gumamku kegirangan
aku datang ke kantor memaksa seorang diri karena pasti canggung rasanya jika harus jalan bersama Yogi, Bos ku di tempatku bekerja. walau hanya pekerja kontrak.
"hei istri tuan muda datang, lihat tuh perutnya sudah buncit"
"ah iya ya, kalau bukan karena dia hamil mungkin tuan muda tak akan menikahinya"
"iyalah, tuan muda kan sudah bertunangan dengan Nona jesi"
"ga tau diri ya dia, berani merebut milik orang"
"iya kau benar, dia mirip perempuan penggoda ga sih?"
Aku mendehem mendengar mereka membicarakanku dan merendahkanku sampai seperti itu, arrggghhh
pagi pagi sudah bikin kesal
"ehemm ehemm, saya dengar loh!", ucapku tersirat
tapi tanpa ku duga mereka berdua bukannya sungkan karena aku mendengar percakapan mereka berdua, tapi mereka malah memasang wajah ketus dan sedikit ber decih kepadaku
Cih
sontak aku kesal bukan main, tapi aku tidak mau merendahkan diriku jika emosiku tak terkontrol. hingga kini kita tiba di lantai tepat khusus ruangan Yogi dan ruanganku yang menjadi satu.
dua wanita tersebut berjalan mendahuluiku dengan penuh percaya dirinya masuk ke dalam ruangan milik Yogi, bos ku sekaligus suamiku.
"selamat pagi sayang", sapa Yogi ketika aku masuk tanpa menghiraukan pandangan dari kedua wanita yang sedang berdiri tersebut.
"pagi", sahutku pendek ada nada kesal didalamnya hingga membuat Yogi mengernyitkan dahinya bertanya tanya.
__ADS_1
"Tuan, ini adalah berkas pengajuan serta laporan untuk proyek yang sedang kami tangani", ucap wanita tersebut sambil memaniskan senyumannya membuatku risih sekali dibuatnya.
"ah baiklah, aku akan mengeceknya nanti", jawab Yogi datar, "kalian silahkan keluar, asistenku akan menghubungi kalian nanti untuk membicarakan proyek ini lebih lanjut"
"ah baik Tuan, terimakasih"
ke dua wanita menyebalkan itu pun melangkah pergi tapi melirik kearahku dengan tatapan tak sopan sama sekali,
"sayang, kenapa wajahmu murung sekali? apa ada hal yang mengganggu mu?", tanya Yogi mendekatiku sembari mengelus kepalaku layak nya anak kecil yang minta untuk dimanja.
"tidak kenapa kenapa, aku baik baik saja", sahut ku kemudian beranjak dari tempat duduk, "aku harus menyelesaikan sesuatu!"
aku mengecup pipi Yogi sebelum melangkah pergi agar dia tidak banyak tanya atau menahanku seperti sebelum sebelumnya.
"ah ke dua wanita itu belum memasuki lift"
aku pun segera menyusul mereka kembali dan mereka menyambut kedatanganku kembali dengan tidak senang.
"kalian tidak ingin minta maaf padaku?", tanyaku kemudian setelah keheningan dimulai.
"cih, untuk apa kami minta maaf?"
"iya dia benar, untuk apa minta maaf? apa yang kita bicarakan adalah fakta", sahut mereka masih dengan nada sinis nan ketus kepadaku
"whoa hebat ya", aku bertepuk tangan sambil menyunggingkan bibir, "kalian iri ya karena aku yang mendapatkan Tuan muda? yah memang benar aku sudah menggodanya tapi faktanya adalah.. dia tergoda denganku, tidak dengan kalian haha"
ketika lift mulai berdeting menunjukkan kita sampai, aku membisikkan pelan nan tajam kepada mereka berdua hingga membuat mereka ciut seketika.
"jika kalian masih menginginkan proyek tersebut dan tetap bekerja disini, Hormatlah kepadaku", ucapku tajam lalu mendorong tubuh mereka keluar dari dalam lift.
apa mereka pikir aku tak dapat melakukan apapun saat mereka menghinaku, aku hanya mencoba bersabar dan kemudian membalasnya pada waktu yang tepat.
****
sungguh bahagia rasanya melihat ekspresi ketakutan dari mereka berdua saat aku mendorongnya keluar.
akupun kembali ke dalam ruangan kerjaku tentu ruang kerja Yogi juga dengan perasaan begitu lega dan puas.
"kau kenapa lagi sampai cekikian sendiri tanpa mau berbagi padaku?", tanya Yogi yang melihatku berbeda dari sebelumnya
"ah aku baru saja memenangkan lotre ha ha"
"Oh", hanya itu tanggapan Yogi membuatku kesal, seandainya dia bertanya sekali lagi pasti aku akan menceritakannya.
"apa kau sibuk?" tanyaku.
"tidak, aku hanya memeriksa laporan perkembangan perusahaan saja"
hanya? apanya yang hanya sih, jelas jelas dia mengabaikanku bahkan berbicara tanpa menatap wajahku dan lebih memilih konsentrasi melihat berkas yang dilihatnya dengan teliti.
rasanya aku kecanduan saja dengan sikap perhatiannya, masa aku cemburu dengan perkerjaannya sih? kalau akhirnya dia jadi pengangguran, aku ogah juga.
hufff rindu perhatian itu sudah masuk ke nadi dan menjadi kental bercampur dengan aliran darahku.
****
isi sendiri
****
baca " im not a Gay " atau klik profil Author ya, terimakasih
__ADS_1