AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI

AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI
KUTIPAN "SELINGKUH"


__ADS_3

Kamu orang yang pernah ku beri kepercayaan penuh. Ku cintai seutuhmu tanpa pernah mengeluh. Dari sebelum kamu bersinar, aku sudah pun ada menemanimu berjuang. Ibarat membangun sebuah rumah, aku yang menemanimu meletakkan batu pertama. Mambangun tiang penyangga, agar semua kokoh dan tak mudah roboh. Memilih bahan dasar terbaik, dan semuanya kutata dengan apik. Setelah terbangun indah dan juga megah, kamu jadikan adaku sebatas sejarah.


Sejarah yang hanya layak dikenang, bukan untuk diteruskan sebagai Masa depan. Hanya karena seorang dia yang datang kemudian. Kamu keterlaluan.


Dia yang datang memuja kesuksesanmu, tanpa tahu sulitnya pencapaian itu. Dia hanya tahu bagaimana sinar terang itu mengagumkan. Tanpa tahu aku yang mendukungmu penuh dibalik layar.

__ADS_1


Aku tak mengerti apa yang salah disini. Namun, yang terasa sungguh menusuk ulu hati. Aku harus pergi dan membiarkanmu tercuri. Meski yang akan kulalui seperti mencekik leherku sendiri. Aku tak bisa lagi bertahan untuk membuatmu tetap tinggal. Sebab, yang kamu inginkan memang sebuah perpisahan, kan?


Nanti, entah berapa bulan atau berapa tahun yang akan datang, aku yakin semua kenangan kita akan memudar. Meski tidak sepenuhnya hilang. Ada beberapa bagian yang akan erat melekat di sudut-sudut kepalaku. Wajahmu mungkin tak lagi bisa Ku ingat dengan sempurna. Bahkan, senyumanmu sama sekali tak tergambar bagaimana lengkungannya.


Namun ada satu hal yang harus kamu ingat, caramu melukaiku tidak akan pernah aku lupa. Jahat? Bukan begitu, hanya saja.. caramu terlalu manis untuk membuatku manangis. Sampai aku tak sadar semua perangkap sudah terpasang. Perhatianmu hanya umpan untuk mendorongku jatuh kedalam. Jadi, kamu bisa terima, kan? Jika bagian itu terlalu berat untuk dilupakan.

__ADS_1


Cinta yang ku tinggikan dengan bangga, kamu duakan dengan sengaja. Lantas, kamu lebih memilih dia. Dia yang didepanku kamu hina. Bukankah menjilat ludah sendiri itu memalukan?


Kenapa justru kamu melakukannya dengan senang?


Aku bukan ingin merendahkan pilihanmu hanya karena kamu tak memilihku, aku tak sehina itu. Tetapi, aku ingin kamu berpikir ulang, dia yang mendapatkanmu dengan curang, apakah layak untuk kamu banggakan?

__ADS_1


Dia bisa dengan mudah merusak hubungan orang. Apakah kamu yakin dia memang baik untuk jamu jadikan tempat pulang? Jika memang menurutmu itu baik, mungkin perpisahan ini jalan terbaik.


Karena Awal mula yang salah, tidak akan berujung indah.


__ADS_2