
malam terasa begitu senyap sunyi dan tak lagi mampu menampakkan sinarnya untuk menguatkan hatiku malam ini.
ku dengar suara Bel rumah berbunyi tengah malam, sedangkan aku sudah ingin masuk kedalam lelapnya mimpi. ingin ku beranjak tapi Yogi menahanku.
"biar aku saja yang buka, kau tidur saja sayang. ini sudah malam, kau pasti lelah!", Yogi pun beranjak pergi menemui tamu yang datang tengah malam
aku mencoba terlelap dalam tidur tapi tak lagi bisa karena sudah terlanjur terbangun lagi dan rasa penasaran akan siapa yang mengganggu istirahat kami.
aku melangkah mengejar langkah Yogi yang sudah daritadi leyap dari pandangan, ku lihat dia mematung berdiri di depan pintu tapi ada suatu tangan yang melingkar di tubuhku.
ku melangkah lagi semakin dekat guna melihatnya dengan jelas, dan ya, aku sudah melihatnya.
wanita itu tenggelam dalam pelukan yang tak berbalas, menangis di dadanya yang bidang yang biasa aku menikmatinya.
"Yogi, jangan tinggalkan aku..aku begini karenamu yang mengabaikan aku tapi sekarang kau malah bersanding dengan perempuan lain tanpa melihat kesalahan yang kau perbuat padaku", ucapnya terisak dalam tangis yang menggebu, "aku sangat mencintaimu, aku mohon kembalilah padaku"
"maaf Jean, sepertinya kau mabuk! lebih baik kau pulang saja", tolak Yogi mencoba melepas pelukannya yang erat tapi wanita itu gigih lalu menempelkan tubuhnya lagi
sungguh hatiku mendidih saat ini, tapi aku pun tak bisa membuat semuanya menjadi sangat rumit.
"aku tidak sedang mabuk Yogi, aku sungguh masih mencintaimu"
"tidak Jean, aku sudah menjadi milik orang lain dan aku akan segera menjadi seorang Ayah"
"aku tidak peduli, kau tetap milikku" tegas wanita itu masih memeluk
Yogi melepaskan tangannya kali dengan kasar hingga dia seduh kesakitan, "pergilah! jangan lagi menemuiku, aku tidak ingin istriku salah paham lagi terhadapku"
"ha ha istri?", wanita itu tergelak tapi dengan ekspresi kesedihan frustasi, "jika aku tidak bisa memilikimu maka oranglain tak akan bisa"
"apa maksudmu?", Yogi melepaskan tangannya kasar penuh amarah, "jangan sekali kali kau menyentuh istriku!"
"ha ha bahkan sekarang aku terdengar sangat menyedihkan dimatamu, kau lihat saja apa yang aku lakukan kepada wanita sialan itu", ucap Jean sebelum Ia berlalu pergi dengan marah.
entah apa yang aku rasakan saat ini, begitu lega tentang tanggapan Yogi tapi juga begitu sesak saat Jean ataupun Jesi akan melukaiku lagi.
Yogi memang pantas untuk di gilai tapi tak pantas juga jika wanita gila seperti mereka membuatnya begitu berat.
"sayang, kenapa kau disini?" tanya Yogi mengagetkanku dalam lamunan
"ah, aku hanya sedang haus tadi jadi aku keluar untuk kedapur", sahutku berbohong, "siapa yang datang tadi?"
"ah, bukan siapa siapa, hayo kita tidur lagi!"
****
****
seperti biasa aku bangun di pagi hari dan Yogi mendahului ku lagi.
__ADS_1
ku coba beranjak dari tidurku lalu menemukan sebuah map coklat besar di atas meja.
"ini apa?", gumamku sembari membolak balik menilisik apakah terdapat ukuran nama tujuan atau apapun itu.
karena rasa penasaranku, aku kembali ke sisi ranjang dan membuka tali yang mengunci map dengan perlahan.
betapa kagetnya saat aku melihat isinya adalah sebuah artikel kriminal, serta laporan hasil forensik dan juga banyak potongan koran media tentang kejadian pembunuhan 14 tahun silam.
Jelas dalam keterangan ini korban adalah Nyonya Marlene Motegi, serta saksi mata dalam kejadian tersebut adalah anak kandungnya sendiri dan teman bermain tak lain adalah Jesi.
tanganku gemetar tak tertahan, nafasku juga sesak tak beraturan. "apa yang telah ku lakukan? kenapa aku egois dan mencoba mengungkitnya?"
aku segera berlari turun mencari Yogi tapi sudah tak ada. aku menyesal sudah ragu akan nya.
betapa menderitanya dirinya selama ini, ibu yang kita kasihi di bunuh dengan tragis didepan mata kita sendiri. dia pasti menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apapun pada waktu itu.
aku tega sekali memaksanya untuk bercerita mengenai hal ini kepadaku.
aku segera mengambil ponselku untuk melakukan panggilan telepon kepadanya.
"hallo sayang?" jawabnya di seberang
"kau dimana?"
"aku ditempat biasa dimana kita pertamakali bertemu dan menghabiskan waktu bersama"
"kau tega sekali!" sahut ku
"aku melakukan kesalahan apa lagi padamu, sayang?"
"jangan menangis!", tebaknya "aku sengaja menunggumu disini, datanglah ketempat dimana aku pertama kali menemukan suatu cahaya yang dapat merubahku, meredam segala dendam yang dulunya pernah bergejolak tak bisa terhenti. aku munggumu"
aku mengusap air mata yang membasahi, segera mengambil mantel untuk menghangatkan tubuhku di musim salju.
aku berjanji akan selalu percaya padamu, seperti kata Kepercayaan itu selalu diperoleh bukan diberikan dan aku memperolehnya darimu.
aku tak takut lagi untuk mencintaimu sepanjang sisa hidupku.
****
Kini aku telah berdiri di seberang jalan yang entah kenapa sangat sepi, mungkin Yogi sengaja menyiapkan ini semua.
aku tersenyum dalam hatiku yang sangat bahagia saat saat ini.
"hallo" jawab Yogi
"sayang, aku sudah dijalan dekat taman hiburan"
"iya, coba menoleh ke seberang jalan!", ucapnya lalu melambaikan tangan
tak peduli seberapa banyak ku memalingkan semua,
mencoba membohongi perasaan dirisendiri untuk tak yakin akan dirimu,
__ADS_1
kini aku sudah tahu, kau memang begitu sempurna.
tak peduli seberapa banyak hal istimewa yang pernah kau temui, tapi hari ini kau akan mendapatkan cinta murni dan seutuhnya dariku.
"suamiku", aku berteriak
Yogi tertawa, "iya istriku", membalas teriakanku diseberang
"suamiku"
"iya"
"aku mencintaimu"
"apa? aku tidak dengar?"
"aku mencintaimu" teriakku lebih kencang
"katakan sekali lagi, aku tidak dengar!"
"aku m e n c i n t a i mu s e l a m a n y a", Yogi tersenyum sumeringah, "sangat sangat mencintaimu"
kemudian Yogi membentangkan kedua lengannya terbuka lebar,
segera aku pun berlari ke arahnya dan memeluknya.
"aku juga sangat mencintaimu", ucapnya membalas pelukanku
aku mendongakkan kepalaku, mengalungkan kedua lenganku dan memberikan sentuhan hangat berupa janji yang tergambar dari sebuah sentuhan di bibir.
aku mencintaimu
****
hai hai maaf ya kalau mulai bosan, Author sebenarnya bikin Novel ini tentang misteri sebenarnya sih.
mau bikin jalan cerita yang tragis tapi kasihan sama readers yang suka dan mulai menebak nebak
Author ga suka yang alurnya lurus lurus aja kaya drama romance pada umumya.
kalau suka romance komedi mampir ke Novel Author yang judulnya " im not a Gay "
Author suka meresapi pembacaan dan penasaran tentang suatu tragedi atau tokoh dalam karakter.
setiap karakter ada pengembangan masing2, misal Dio yang licik. Diki yang misterius. mereka berdua saling berhubungan.
Author akan mencoba yang terbaik, semangat yah!!
****
tidak peduli seberapa banyak kamu menemukan orang yang istimewa, yang tulus dan selalu ada itu pasti di dekat kita.
***
__ADS_1