AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI

AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI
kutipan buku


__ADS_3

Awalnya aku menulis untuk diriku sendiri, untuk menenangkan badai selepas masalah menyelimuti. Namun menurutku tak ada persembunyian paling aman kecuali diatas kertas putih kosong sebagai tulisan.


aku menuangkan segala gundah gelisah dalam cerita tak bertuan, untuk menjadi pelajaran hidup yang bisa kau impikan. sebuah penyesalan dan renungan.


jangan pernah menyia-nyiakan! jangan juga tuli, buta mata dan juga hati akan hal yang berarti jika kau tak mau menyesal nanti.

__ADS_1


Memang, Cinta yang panjang selalu erat dengan masalah yang besar. Rumit dan juga menyebalkan. Waktu sempat menarik ulur hatiku. Aku diseret masuk kedalam kisah yang paling indah hingga aku lupa diri dan menyusun sebuah harapan, ya harapan semu yang pada akhirnya akan menjatuhkan.


Semua ini kisah tentangmu, tentang kamu yang ku sanjung hingga setinggi Awan dan ku langitkan.


Tapi seperti kataku, waktu dapat menarik ulur perasaan. Aku dijatuhkan tanpa semua ku terpatahkan. Harapanku runtuh, rata dengan tanah.

__ADS_1


Aku dan hatiku sama dengan kamu dan hatimu. Pernah jatuh cinta, pernah patah dan terluka. tak semua yang ku tulis adalah semua yang ku alami, tapi jika kamu pandai membaca dengan hati, kamu akan mengerti, bagian mana yang pernah benar benar ku perankan sendiri, yang membawaku sampai ke titik ini.


Mungkin kamu akan merasakan sesuatu yang tak kamu mengerti, menggetarkan hati, dan sedikit merasa Nyeri.


Menangislah jika itu melegakan. Menangislah karena itu bukan hal yang memalukan.

__ADS_1


Untuk seseorang di masa silam, terimakasih untuk patah yang teramat parah. Terimakasih untuk semua kenang yang kini menyeramkan. Terimakasih untuk manismu yang melukaiku. Aku sudah berhenti mencintaimu.


Untukmu, semua hati yang pernah mencintai dan dicintai. Yang pernah di khianati sampai tak ingin hidup lagi. Baca kisah ini dengan hati hati.


__ADS_2