AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI

AKU TULI, BUTA MATA DAN JUGA HATI
Kembali pada yang seharusnya (21+)


__ADS_3

Saat pagi datang, senyumanmu memeluk pikiranku, saat siang datang kau bagaikan payung yang selalu membuatku teduh, dan saat malam kau adalah kehangatan yang selalu membuatku jauh dari kedinginan.


bagaimana keadaanmu sekarang sayang?


jiwa ku tak tenang, pikiranku pun jauh melayang memikirkan hal terburuk sudah menimpa mu dengan kemalangan.


ku harap pikiranku salah, ku harap bahwa aku terlalu jauh.


ku merindu, memikirkan mu.


aku lupa sejenak akan kebahagiaan kita, pun aku ingin lagi memulainya bersamamu. maafkan aku terlupa akanmu yang selama ini menderita akan ku. maafkan aku..


"Bim, apa masih jauh?" tanyaku tak sabar pada Bima


pasalnya kita sudah menaiki mobil dan sudah cukup jauh melaju meninggalkan bandara. aku tak ingat jauhnya kediaman Yogi, yang aku tahu sekarang bahwa aku ingin segera bertemu untuk melihat keadaannya baik baik saja.


"kita akan segera sampai, tenanglah Bela!" ucap Bima tersenyum sambil mengelus rambutku


"aku tidak bisa tenang, Bima!" sahutku gemetar, "bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk pada suamiku?"


Bima hanya membalas senyum tawar padaku, "tenangkan dirimu Bela!"


sedari tadi aku ingin menyembunyikan rasa khawatirku tapi aku tak bisa.


hingga tiba saat dimana kita memasuki daerah elit, dimana banyak rumah mewah menjulang.


dan mobil melaju kearah cukup jauh dari daerah elit tadi, kemudian berhenti disalah satu rumah yang cukup besar namun mempunyai halaman luas dan taman didepannya.


rumah ini tampak tak asing bagiku.


Bima turun dari dalam mobil mendahuluiku lalu membukakan pintu untukku keluar beserta senyum cerahnya Ia berikan padaku.


jika terjadi sesuatu yang buruk, tidak mungkin bisa tersenyum seperti itu padaku bukan?


sejenak pikiran campur aduk ada dalam diriku saat ini.


"masuklah! Yogi sudah menunggumu didalam" ucap Bima


"terimakasih Bim, atas semuanya!"


"iya", Bima mengacak kecil rambutku, "selamat tinggal Bela"


****


aku menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan sebelum aku membalikkan badanku untuk melangkah penuh ke hati hatian kedalam rumah besar yang bagiku tak asing ini.

__ADS_1


aku mencoba mengetuk ngetuk pintu tetapi tak ada satu pun sautan. kemudian ku coba memegang gagang pintu lalu ku dorong dan ternyata pintu nya bisa ku buka, tak terkunci.


kini ku langkah kan kakiku mengitari sudut ruangan yang besar, mengikuti suara hatiku.


aku tertarik melihat dua kamar besar yang saling bergandeng di lantai satu bagian depan.


betapa takjubnya aku ketika aku membuka ruangan dan yang tampak adalah kamar bayi penuh dengan warna biru serta karakter kartun yang sesuai dengan bayi laki laki.


kali ini aku juga tak melewatkan melihat serta melangkah ke kamar sebelah yang dimana ternyata juga kamar bayi, tapi warnanya berlainan yaitu Pink. dan aku yakin ini adalah kamar untuk bayi perempuan.


aku tak dapat menebak dan memikirkan dua kamar bayi ini, dadaku penuh dengan sesak dan air mata mengambang tak tertahan dipelupuk mata.


aku akan menanyakannya nanti pada Yogi.


kini ku langkahkan kakiku menuju lantai dua, dimana aku melihat kamar besar mempunyai ukuran emas pada pintunya yang sedikit terbuka.


aku melangkah pelan, memasuki kamar yang ternyata lebih basar dan luas dari dugaanku.


tiba tiba tangan seseorang melingkar diperutku dari belakang membuatku terhentak kaget, dan ada sedikit keterkejutan didalamnya.


"Yogi" ucapku senang ketika aku membalikkan badan menatap seseorang yang telah memelukku dari belakang.


"selamat datang di rumah kita, sayang!" ucapnya lembut memberi senyum manis penuh cinta dan pengharapan padaku.


betapa senangnya aku mendengarnya dan melihat bahwa Yogi baik baik saja, aku tak mampu mengungkapkannya dengan kata kata.


ku lingkarkan tanganku dilehernya yang kuat serta menjinjit agar aku sampai dan sejajar dengan dirinya, kini dengan inisiatifku sendiri. ku malayangkan sebuah kecupan dibibir untuknya mewakili perasaanku yang hangat dan bergembira.


Yogi menyambut kecupanku yang sekilas dan ketika aku hendak mengembalikan kakiku untuk lurus tak sampai pada kesejajaran, Ia malah mengeratkan pinggangku. menekan badanku pada tubuhnya yang kekar serta menekan tengkuk leherku lalu melumat bibirku.


Tanpa melepas pagutannya, Ia mengangkat tubuhku dan ku lingkarkan kedua kakiku di pinggangnya yang ramping kemudian Ia melangkah kaki kearah ranjang besar luas didalam kamar.


dengan pelan Ia membaringkanku diatas kasur tanpa mau aku melepas permainan dibibirnya yang mulai panas menggairahkan.


Ia kemudian mengambil tanganku yang semula melingkar dilehernya untuk berganti terangkat hingga keatas kepala, aku tahu gerakan ini agar Ia lebih leluasa menyusuri tubuhku.


Ia melepas pagutannya dibibir kemudian langsung membantuku melepas pakaianku dengan mudah, Yogi hanya tersenyum sekilas padaku kemudian Ia melanjutkan menyecap leherku membuatku tak hentinya mengerang. apalagi saat tangannya mulai bermain gusar pada dadaku.


Aaah, aku mendesah dengan nafas memburu ketika Yogi dengan lincahnya memainkan lidahnya disela dadaku yang sudah terbuka tak lagi terbungkus.


Kini tangannya mulai nakal, bergerak kearah bawahku yang masih terbungkus lalu mengelus serta menggeseknya hingga rasa nikmat dan basah ku dapati.


aku sabar, masih sabar dengan segala permainannya yang membangkitkan gejolak tak tertahan dijiwaku. begitu nikmatnya aku rasakan ingin cepat cepat mendapati puncak.


jemarinya kini datang mengusap lembut wajahku lalu wajahnya pun datang untuk menatap lembut padaku.

__ADS_1


"aku merindukanmu, sayang!" bisiknya serak ada nada sensual tak tertahan disana


"aku juga merindukanmu" jawabku memberi senyum manis untuknya, lalu ku buka kembali bibirku untuk menyambut kembali bibirnya yang pasti akan ganas melumatku tanpa ampun.


Kita saling menghisap serta memainkan lidah bersama juga melakukan gerakan ke kanan dan kekiri guna memperdalam lumatan kasar kita yang sudah sangat haus akan keintiman surga dunia.


masih dengan lumatan ganas, tangan Yogi bergerak membenarkan posisiku lalu diangkat pingkul serta kakiku agar membuka lebar untuk dapat dengan mudah Ia memasuki tubuhku.


"Aaaaah"


aku melenguh panjang tak tertahan karena kenikmatan sudah memasuki ku hingga tak sengaja aku melepas pagutan bibirku.


Yogi kali ini melakukan gerakan pelan namun penuh hentakan dalam hingga membuatku mengerang setiap kali hentakan itu masuk dan dalam.


"Aaaah" "Aaaaah"


bibirnya menyecap dadaku kemudian dengan gerakan masih teratur dengan hentakan begitu dalam, masih bisa ku atur.


tapi tak lama kemudian Ia berulah kembali memberikan gerakan cepat penuh gairah hingga aku tak hentinya mengerang.


tak tahan lagi untuk membungkam mulutku yang tak hentinya mengeluarkan suara desahan begitu nyaring, aku kembali menekan kepala Yogi agar melumatku bibirku kembali tapi itu tak bertahan lama karena gerakannya begitu cepat dan membuatnya memberikan kenikmatan yang dahsyat hingga aku tanpa sadar mencakar punggung Yogi dan mendesah melepas pagutan.


seringaian Yogi jelas padaku, karena Ia tahu bahwa kita cukup puas pada permainan bersama.


"balikkan tubuhmu, menungginglah!" bisiknya menyeringai padaku lalu melepaskan penyatuannya


lalu aku bergerak mengikuti permintaannya untuk menungging dan siap siap untuk mendapi kenikmatan yang lebih lagi.


"aku mencintaimu" bisiknya ditelingaku sebelum akhirnya aku melenguh panjang lagi ketika Ia memasukkan dan menyatukan miliknya kembali padaku.


****


Bunga itu tidak akan tumbuh tanpa disinari oleh matahari, seperti seorang insan yang hidup tanpa cinta


****


JANGAN LUPA MAMPIR KE " I'M NOT A GAY "


Berikan rating, Vote, Like, Komen agar Author semangat nulisnya.


makasih dan makasih banget udah setia sama Novel Author.


banyak kata kata kiasan atau mutiara Author sematkan didalamnya, kalau Author sih buat status ngalay di medsos hehe


Love u yah :* tolong jangan ikut terhanyut dalam adegan ini jika masih jomblo wkekekw

__ADS_1



__ADS_2