Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.11 Kamu yang tiba-tiba menghilang dari hadapan ku lagi


__ADS_3

"Renata!!" Menatapnya dengan tajam dan langsung menghampirinya, tangan kecil citra melayang dan mendarat tepat di pipi Renata yang putih pasi itu.


"plaakk ..!!!" tamparannya yang sangat kesar meninggalkan bekas di pipi Renata, Reza yang kebingungan lekas mendorong citra ya terlalu agresif, terpental dengan dorongan yang kuat tubuh kecilnya menghantam meja, memegang perut yang nyeri terbentur keras di sudut meja, citra meneteskan air mata menatap tajam mata Reza dengan penuh kekecewaan yang dalam untuk Reza, citra bergegas pergi berlalu meninggalkan mereka Renata dan Reza hanya berdua di ruangan itu.


Wiliyam yang bertemu dengan citra di lobi perusahaan melihat citra meninggalkan perusahaan dan terus mengusap air mata di sepanjang jalannya.


Didalam ruangan Reza yang masih bingung dengan apa yang terjadi, Renata yang hanya terdiam memegang pipinya yang perih bekas tamparan citra. Dengan penuh amarah melihat Reza yang dengan cepat menyusul kepergian citra.


"Citra setelah sekian lama kenapa kamu harus muncul lagi." Mengepalkan tangan nya erat hingga darah mengalir dari jarinya yang tertusuk aksesoris di jari manis nya.


>>>>Renata adalah salah satu sahabat baiknya dulu, Renata, arzana dan Citra berteman baik dari SMP, Citra yang pernah menyandang status putri karna Pak Darwis dulunya adalah pengusaha properti ternama di Yogyakarta saat itu. Ayah Renata adalah salah satu partner bisnisnya, karna iri dengan kesuksesan dan keberhasilan pak Darwis membuat nya salah arah, dengan banyak tipu daya merebut dan mengambil alih semua saham yang pak Darwis miliki, dan Renata yang iri dengan apa yang dimiliki citra seperti teman, nama baik, sosok yang sempurna Dimata semua siswa-siswi di sekolah. Keluarga Renata adalah salah satu sebab ayahnya bangkrut dan ibunya jatuh sakit. dengan alasan itu citra begitu membenci yang dia kira adalah sabahat nya itu


Lagi-lagi Wiliyam merasa tidak di anggap karna kedua orang itu melalui dirinya tapi tidak melihatnya.


"Tunggu citra...!!" berlari sekuat tenaga menyusul tubuh mungil yang berlari dengan cepat, matahari yang kian terik membuat bajunya basah karena keringat membuka jasnya dan melihat sekeliling tidak menemukan sosok itu, samar-samar telinganya mendengar tangisan di balik pohon. Perlahan sembunyi-sembunyi melangkah semakin keras tangisan.

__ADS_1


"Ternyata kamu disini." memegang erat tangan Citra agar tidak kabur lagi, masih dengan tangis sesenggukan air mata yang mengalir di pipinya membuat pria tegap itu sakit hatinya, melepaskan paksa genggaman tangannya melarikan diri lagi dan lagi, taxi berhenti tepat di hadapannya, citra bergegas masuk dan meminta sopir itu untuk menjalankan mobil secepat yang dia bisa menjauhi tempatnya berada .


Bari berlalu sulit bagi Reza untuk menemui citra dimanapun, bahkan anak-anak pun ikut merahasiakan keberadaan ibunya. Anak-anak tidak mengizinkan Reza untuk menemui citra karna terakhir kali mereka bertemu, Reza hanya membuat citra pulang dengan mata bengkak dan tampah jelas kesedihan di hatinya. Putus asa Reza meminta Wiliyam untuk membantunya.


"Wiliyam!"


" Ya tuan?"


"Siapkan mobil, pergi ke apartemen sekarang!"


Asisten itu bergegas mengambilbmobilnya yang terparkir di basment, saat Wiliyam dan Reza akan pergi dari perusahaan nya, seseorang datang dari bagian personalia.


Tak ada waktu untuk dia buka surat itu, kaki nya bergegas lari, mengikuti kata hati dengan buru-buru, bergegas mencari sosok yang hilang dalam beberapa hari.


"Reza...!" Teriak Renata dari jauh melihat mobil Reza yang melaju dengan cepat, Renata ikut menyusul Reza dengan mobilnya. Sampai di apartemen citra, Reza melihat citra bersama anak-anak dan sahabatnya barusan kembali dari berbelanja.

__ADS_1


"ayah!!!" Teriak Jhonatan, citra langsung berbalik meihat sosok yang berjalan disana menghampirinya. Langkah yang lebar seakan tidak ingin ketinggalan rombongan, Reza dengan tangannya yang kekar nan berotot itu menggapai tangan mungil citra menarik nya menjauh dari anak-anak dan arzana. Saat merek telah menghilang Renata baru saja datang kehilangan jejak Reza.


"Lepas!" citra menghempaskan tangannya dengan paksa, Reza yang dengan erat terus menggenggam nya makin jadi citra meronta-ronta melepaskan diri, citra yang langsung terdiam ketika Reza mengunci mulut kecilnya dengan ciuman. Terkejut citra dengan ciuman yang Reza berikan dengan tiba-tiba dia mencoba melepaskan diri dari rangkulan nya yang erat.


"Citra...!! tenang okey kamu tenang duku aku akan melepaskan mu." Membujuk dengan sabar lambat laun citra mulai tenang dari tangisannya. Reza yang memeluknya lembut meredakan kemarahan Citra.


Setelah membuatnya sedikit tenang Reza membawanya kembali ke apartemen, Citra berpura-pura baik-baik saja dihadapan anak-anak.


Azrana mencari waktu untuk berbicara pada Reza.


"Tuan Reza! aku tau kamu orang yang paling berkuasa, tapi bisakah kali ini jangan buat dia terluka karna dia sudah cukup mederita." Reza yang tampak kebingungan menyelami arti dari ucapan arzana.


...****************...


Terimakasih untuk like dan komentar nya

__ADS_1


Ardia sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, tetep stay ya tunggu update selanjutnya


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2