Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.40 Little Family


__ADS_3

Membaringkan nya pelan, menyeka wajahnya yang tertutup rambut, menatap wajahnya yang ayu dan lembut.


"Seandainya dulu aku tidak meninggikan egoku, mungkin kita telah bersama sejak lama ." Menatap nya dalam, tanpa sadar Reza mengecup keningnya, wajahnya yang beberapa hari tidak terusir membuat kumis tipis itu membangunkan citra yang terlelap.


"Tu..tuan..." Duduk dengan cepat, terlihat wajahnya yang cemas, kerena laki-laki asing di hadapannya.


"Maaf aku lancang pada mu, aku melihat kamu begitu lelah dan bermaksud membawamu kesini dan beristirahat, tapi rasa rinduku membuat kamu jadi terbangun." Berkata dengan malu, sambil tangannya terus mengacak-ngacak rambut.


"Ohh bukan masalah besar, tuan adalah suamiku bukan? aku rasa itu tidak masalah!" Merasa bersalah dan canggung, matanya kini yang saling menatap dengan Reza membuatnya semakin salah tingkah.


"Bukankah kamu bilang aku suamimu, kenapa masih memanggil ku Tuan?" Wajah nya mendekat ke wajah Citra yang semakin tersipu.


"Ohh... ya... suamiku, ini sudah larut sebaiknya kamu beristirahat." Memanlingkan wajahnya yang terlihat begitu merona, dengan cepat bersembunyi di balik selimutnya.


Reza hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih pemalu, meski ingatan nya hilang tentang Reza, tapi sikapnya memang tidak berubah. "Baiklah selamat malam..." Berbisik di telinga Citra, lalu Reza pun berpindah ke sisi sebelah Citra dan bersiap untuk beristirahat. "Tenanglah nyonya Reza, sebelum ingatanmu kembali aku tidak akan berbuat macam-macam dengan mu." Katanya sambil memejamkan mata.


Citra menyungut kan bibir nya, melihat laki-laki yang ada di samping nya sangat aneh, entahlah dia harus percaya atau tidak dengan naluri seorang laki-laki, namun Citra tetap merasa aman untuk tidur di sampingnya.


Reza melirik sebentar melihat kekasih kecilnya yang tidur terkurung selimut, muncul ide jahil nya. Reza berpura-pura tidur dan memeluk citra.


"Ahh.... ya Tuhan tanganmu berat sekali ." Melempar tangan Reza yang sengaja menimpa di tubuhnya. Karena lemparan Citra cukup kuat membuat tubuh Reza berbalik arah, hanya smirk yang muncul di wajah Reza melihat tingkah istri kecilnya yang begitu kuat dan lucu.


Malam semakin larut, cuaca malam itu seperti akan hujan, angin berhembus sangat kencang hingga petir datang saling bersautan.


CETARR ..... ⚡⚡⚡


" Ibu......" meringkup dan menutup telinganya dengan ketakutan.


"Tenanglah aku disini...!" Reza langsung memeluk istri kecilnya yang ke ketakutan. Terasa tubuh Citra yang gemetar, Reza terus berusaha membuatnya tenang, mendekapnya dalam pelukan menepuk lembut di pundaknya. Citra yang merasa aman dengan pelukan itu tertidur sepanjang malam dalam dekapan hangat Reza.

__ADS_1


Pagi yang cerah setelah badai, Citra yang baru saja terbangun, melihat suaminya dengan pakaian Jaz rapi menunggunya di sisi ranjang.


"Selamat pagi sayang....". Sapaan hangat dari Reza dengan senyuman yang mekar di wajahnya.


"Se... selamat pagi...! kenapa bangun pagi sekali?"


"Hei Nyonya pemalas, ini sudah jam 09.30 dan kamu masih bilang sepagi ini?" Dengan gemas mencubit hidungnya.


"Aw... sakit..!!"


"Sudahlah, makan sarapan mu, aku tahu sayang ku ini akan canggung jika harus sarapan di meja bersama yang lain, jadi aku meminta bibi siapkan sarapan untukmu disini."


"Emmm .... terimakasih"


"Baiklah, suamimu ini ada beberapa hal kecil di kantor, baik-baik dirumah bersama anak-anak, jika butuh sesuatu panggil saja bibi di bawah." Berpamitan dan mengecup manis kening Citra. "Benarkah aku mencintaimu dulu? rasanya nyaman jika kamu ada di samping ku, dan aku cemas jika kamu pergi! meskipun disini ada kak Adinata kenapa rasanya berbeda denganmu?" gumam Citra dalam hatinya.


"Braaakkk" Membuka pintu tiba-tiba,


"ayah... kamu mencuri Ciuman selamat lgi milik kami dari ibu...!!". Jhonatan Melompat dan menyerang Reza dengan menggigit telinga ayahnya.


"Ya ....anak nakal turun, telinga ayah bisa copot !?"


"Biar... rasakan... ayah selalu mendahului kami!". Tambah Jhonatan cemburu.


"Haahaahaa... adik mau sampai kapan kamu menggigit ayah, ayah kita akan di bahan tertawaan karyawannya." Jhonson meminta adiknya untuk berhenti bersikap kekanak-kanakan, dan sedikit menasehati nya. Jhonson berjalan menghampiri ibu tersayangnya.


"Ibu... apakah ibu tidur nyenyak .....?" Melompat ke atas ranjang memeluk ibunya, "Karna semalam ada badai, banyak petir sedang bernyanyi, ibu baik-baik saja bukan?"


"Ibumu baik-baik saja karna ayah menjaganya dengan baik.". Mendengar jawaban citra membuatnya merona, mengingat semalaman dia tertidur di pelukan laki-laki asing itu.

__ADS_1


"Ibu apakah ibu demam?" Kata Jhonatan sambil melompat dari gendongan sang ayah, cemas melihat wajah citra yang memerah.


"Ahhh.. tidak, ibu tidak demam hanya disini sedikit dingin."


"Sudahlah....jangan ganggu ibu, biar ibu kalian sarapan dan bersiap sebentar. Ayah ada perlu di kantor jadi kalian harus jaga ibu baik-baik!"


"Siap pak..." Serempak memberi hormat, dengan kekompakan dan kelucuan mereka bertiga, citra tertawa kecil melihat keharmonisan keluarga ini.


"Tidak buruk jika aku harus kehilangan ingatan, jika memori itu di tukar dengan keharmonisan seperti ini di sisa hidup ku." Katanya dalam hati.


Citra, Jhonson dan Jhonatan mengantarkan Reza ke pintu depan.


"Yah jangan lupa dengan janji sore ini!". Seru Jhonson pada ayahnya.


"Baik tuan muda. Jangan lupa hati-hati siapkan tempatnya bersama adik.". Melambaikan tangannya dan pergi.


"***Oke adik waktunya mulai....!"


"Siap... berangkat***.....". Mereka berlari sambil melompat kegirangan.


...****************...


Bersambung....


Apa yang Reza dan anak-anak rencanakan?


yuk simak di eps selanjutnya!


terimakasih untuk like dan komen nya 🙏

__ADS_1


__ADS_2