
"Kakak.. sikapmu terlalu dingin lebih dingin dari musim saat ini"Jhonatan terus menggerutu kesal pada Jhonson yang tiba-tiba mematikan telepon darinya.
"Sudah-sudah...!" Kata Citra dari belakang, mengusap pundak Jhonatan dengan lembut "Kakak mu memang seperti itu sejak dulu, dia hanya akan bersikap lembut pada ibu dan Almh. nenek mu"
Jhonatan terdiam sejenak dan berkata pada ibunya"Besok adalah peringatan 5thn nenek dan kakek, apa kakak mengingatnya?" Tiba-tiba suasana hatinya menjadi sedih.
"Tentu...! kakakmu memang dingin, dia mencoba menutupi luka di hatinya, dia tidak akan melupakan hal-hal mengenai orang-orang yang dia sayangi."
...~"flashback on"~...
5Thn lalu, saat itu hari kelulusan Jhonson dan Jhonatan, hari bahagia namun juga kenangan menyakitkan bagi Jhonson dan Jhonatan, Tepat di hari kelulusan mereka, nenek dan kakek menghembuskan nafas terakhirnya. Sebuah tragedi berdarah yang tidak akan terlupakan, Kecelakaan maut yang merenggut nyawa dua orang yang mereka sayangi.
...~"Flasback off"~...
Sejak hati itu Jhonson yang tak banyak bicara semakin bersikap dingin dan acuh pada orang lain, demi menutupi kesedihan dan luka di hatinya yang belum juga sembuh.
"Bersiap lah... kita akan berangkat bersama ayah sore ini!"
"Hmmmm"
__ADS_1
Citra yang kini semakin menua namun tetap dengan wajahnya yang berseri, Reza masih tampak gagah di usianya, tidak tampak sedikit pun kerut di dahinya yang dapat menunjukkan jika dirinya semakin menua. Jhonatan yang masih setia menemani orang tua, dirinya rela pulang dan pergi dari negara satu ke negara lain, agar senantiasa menemani sang ibu dan ayah.
Hari itu mereka berencana akan berkunjung ke suatu negara dimana Jhonson menetap untuk tujuan hidupnya.
" ibu... ayah... Jhonatan akan menjemput kakak di RS, ayah dan ibu sebaiknya menunggu di villa."
"Hati-hati di jalan sayang." ucap Citra
Jhonatan pergi memacu laju mobilnya semakin cepat, sangat tidak sabar bertemu dengan kakaknya yang lebih sulit di temui dari pada dirinya yang seorang CEO dengan segudang kesibukan. Jhonson kini menjadi pribadi yang sangat gila kerja.
Terkadang jika dia bertemu dengan pasien Nyang tidak mampu membayar biaya pengobatan Jhonson memberikan gaji bulanan nya untuk melunasi biaya tersebut.
Di RS sore itu...ruang perawatan 305 Salsabila, Sebelum Jhonson mengakhiri jam jaga nya, setiap hati tak lupa Jhonson selalu menjenguk Salsabila di kamarnya, dia adalah pasien pertama Jhonson.
Sedang seperti adik baginya, Jhonson terus memberi perhatian, dan kasih sayang Jhonson tidak segan mengobrol dan bercanda dengannya, padahal Jhonson adalah laki-laki yang di kenal tidak akan sembarangan bicara dengan lawan jenisnya, namun sepertinya itu tidak berlaku untuk Salsabila.
"Sudah makan?" Kata Jhonson sampul tangannya menyeka tirai di jendela, "Hari sudah gelap kenapa tidak menutup tirai?!"
__ADS_1
Tersenyum manis...."Aku suka melihat awan sore, melihat keajaiban dunia dimana singa menjadi malam, dari matahari berganti bintang." Jelasnya.
"***Ohh.."
"Setiap hari kesini apa tidak takut jika ada gosip buruk tentang mu dr Jhon?"
"Tidak ada yang berani bergosip tentang ku!"
"Yaaa.....yaaa....yaaaa.. memang dr Jhon yang paling menakutkan!"
"Apa kamu juga takut padaku ?"
"Tidak....!! Bagi ku dokter baik dan tampan***."
Jhonson jadi salah tingkah akibat ucapan Salsabila. Setelah berpamitan Jhonson pun pergi meninggalkan Salsabila sendiri.
Merasa bosan di ruangannya, Salsabila memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di koridor RS, dan pertemuan itu adalah awal dari sebuah kerumitan .
Brukkkk...... bertabrakan
"Maaf non....na...!" Jhonatan terpesona pada wanita yang jatuh di pelukannya.
__ADS_1
...****************...
Bersambung....