
Pak Tanto yang terduduk lemas saat itu menyadari perbuatannya, kini tidak hanya menghancurkan dirinya dan putri kesayangannya, perusahaan miliknya yang telah bertahun-tahun dia bangun dan perjuangkan kini habis dalam hitungan jam saja.
"Bagaimana ini terjadi? bahkan aku tidak meninggalkan jejak sedikitpun." Berkata dengan putus asa. Marah pada dirinya sendiri, namun saat ini bukan waktunya lagi untuk menyesali apa yang telah dia lakukan.
......................
Didepan kantor, Reza bertemu dengan wanita yang paling tidak ingin dia temui untuk saat ini.
"Reza...!!" Ada apa kamu bisa datang ke kantor papa, apakah kamu sedang membicarakan pernikahan kita?"
"Lihat saja ayahmu di ruang rapat, maka kamu akan tahu betapa bahagia papa mu saat ini." Berbisik pada renata dengan senyuman yang penuh kebencian itu.
Reza berlalu pergi meninggalkan perusaan, berjalan dengan langkahnya yang lebar beberapa saat berbalik dan melihat renata dengan rasa puas di hatinya. Renata yang benar-benar merasa semua rencana nya berhasil, dan berfikir jika pernikahan mereka akan segera di laksanakan. Renata berlari ke ruang rapat tidak sabar menemui papanya seperti instruksi Reza.
"Papa....!!! Kenapa ini,Apa yan terjadi?" Melihat ruangan rapat yang sangat berantakan dan ayahnya yang terlihat sangat depresi di hadapannya. Renata menyadari tujuan Reza datang ke perusahaan ayahnya saat ini dengan buru-buru dan langsung pergi begitu saja.
"Semua sudah lenyap, habis semua kerja keras Papah selama ini."
"Maksut ayah apa? apa yang terjadi pah..." Memegang pundak Pak Tanto dan membantunya berdiri. Membawanya duduk, memberikan papanya segelas air agar lebih tenang.
"Apa yang Reza lakukan pada mu pah?"
"Pernikahan mu telah di batalkan...."
"Apa...!!!!"
"Bukan hanya pernikahanmu, tapi perusahaan papah juga telah hancur, Reza mengambil alih semua mulik kita hingga tidak tersisa. Keja keras papahmu ini hancur hanya dalam sekejap."
"Tidak pah... Renata Nggak mau hidup miskin lgi, bagaimana pernikahan ku dan Reza?"
__ADS_1
Renata hanya bisa terduduk lemas, keadaannya saat ini lebih menyedihkan dari apapun. Kini Mereka kembali jatuh muskin, seperti saat semula sebelum mereka berkerja sama dengan ayah Citra.
...~ flashback on~...
Dulu sebelum Pak tanto hanya buruh bangunan biasa yang bekerja di construksi yang saat itu masih dalam tahap pembangunan oleh ayah Citra Pak Darwis, melihat kegigihan dan kerja kersar yang dimiliki Pak Tanto, ayah Citra (Pak Darwis) menangkatnya menjadi pengawas proyek, saat pak Darwis mengetahui persahabatan Renata dan Citra, melihat Citra putri kesayangannya sangat menyukai Renata dan terlihat sangat bersahabat dengan baik, menjadikan pekerjaa Pak Tano semakin mudah, kenaikan jabatan terus didapatkan oleh nya hanya daam beberapa tahun.
Namun dengan keserakahan hatinya didukung dengan rasa iri dan dengki dari putrinya Renata terhadap keidupan Citra yang sempurna Bersama Pak Darwis membuat mereka buta dan hilang akal. Membuat Pak Tanto merebut semua set dan kekayaan dari Pak darwis dengan cara yang sangat kejam.
...~ flashback off~...
Kini mereka mendapatkan karma yang sepadan, Pak tanto kini merasakan apa yang dulu di rasakan pak darwis ayah Citra. Kini beliau menyadari kesalahannya dan ingin memulai dari awal namun tidak dengan Renata yang masih di butakan oleh cinta dan kebencian.
"Aku akan membunuh Citra dengan tanganku...."
Pllakk......tamparan mendarat di wajahnya
"Apa kamu sadar.... semua ini karna kesalahan kita sendiri, jangan usik lagi hidup Citra dan Ayah nya, jika tidak hidup kita akan lebih menderita dari ini!
"Karna Reza telah mengetahui semua kejahatan kita pada keluarga Citra dan kejadian terakhir yang menimpa Citra, dia mengancam ayah jika kita terus mengusik kehidupannya dan citra. Dia akan membuat kita Hidup segan Mati tak mau."
Semakin lemah tubuh terjatuh, hancur dan begitu sakit hatinya. hancur berkeping-keping, impian dan harapannya kini telah musnah. Impian untuk menikah dan memiliki keluarga bersama Reza kini hanya semuah angan-angan saja.
"Citra suatu hari nanti aku akan merebut kembali apa yang telah kamu miliki!" Katanya dalam hati, tatapannya penuh kebencian dan amarah.
............
Dalam perjalanan pulang Reza memutuskan untuk menemu ayah Citra yang saat ini masih menetap di Yogyakarta.
"Pergi ke bandara!",
__ADS_1
"Mau kemana kita rez? apa kita akan kembali ke kota?"
"Tidak... aku akan ke Yogyakarta, menemui ayah Citra hari ini juga!"
"Baiklah."
Sepanjang perjalanan Reza masih tetap memantau keadaan Citra. Menghubungi anak-anak yang dengan setia menunggu ibunya untuk bangun.
"Ayah ...!" Sambut riang Jhonatan menerima panggilan dari ayahnya.
"Bagaimana keadaan ibu?"
"Ibu semaki membaik, dokter berkata beberapa hari lagi ibu akan sadar."
"Baiklah... anak ayah sangat pandai menjaga ibu, lalu dimna kakakmu?"
"Kakak masih di perusahaan bersama kakek, menggantikan pekerjaan ayah."
"Baguslah, anak-anak ayah sangat genius, memang sangat bisa di andalkan.Baiklah ayah masih ada pekerjaan, jaga ibu disana."
"Baiklah aku akan menjaga semua orang dengan baik, ayah juga jangan lupa makan aga kesehatan. Kami sayang ayah!"
"Baiklah ayah juga mencintaimu."
"Bukankah akan lebih indak jika kamu menemukan mereka lebih cepat?" Sahut Wiliyam
"Jika pertemuan ini lebih awal mungkin keadaan ku dan dia akan sangat berbeda...
...****************...
__ADS_1
Terimakasih untuk like dan komentar nya
🤗🤗🤗🤗