
Desember yang dingin, salju mulai menjatuhkan dirinya di negara itu, daun-daun yang habis berguguran, ranting yang mulai di penuhi tumpukan salju yang putih.
Di sebuah RS swasta terbesar di negara itu "Dokter Jhon...!" Seorang perawat menghampiri nya dengan berlari tergesa-gesa."Pasien kamar 305, mengalami hematemesis (muntah darah)!"
.........
Jhonson kini telah tumbuh dewasa dan tampan, Tumbuh dan telah mewujudkan keinginannya menjadi seorang dokter. Menjadi penyelamat bagi orang lain.
Kepribadian nya masih sama seperti dulu dingin dan cuek, namun di balik sikapnya itu dia adalah sosok laki-laki yang sangat pengertian. Banyak perawat di tempatnya bekerja begitu mengidolakannya. Dia adalah laki-laki yang pandai menjaga pandangan dan perasaannya.
Setelah menyelesaikan pendidikan nya, Jhonson kini tengah bekerja di semua RS ternama di sebuah kota. Sebenarnya sang ayah (Reza) telah memintanya untuk mendirikan RS nya sendiri, namun Jhonson terus menolak, dia ingin mengawali semua perjalanan hidupnya dari bawah. Alhasil citra dan Reza pun tidak dapat memaksa kehendak sang putra.
"Apakah Hematemesis kali ini lebih banyak dari sebelumnya?"
"Iya dok!"
"Berikan dia infus cairan dan transfusi secepatnya, jangan sampai dia mengalami syok hipovolemik !"
"Baik dok." Perawat itu segera melakukan apa yang Jhonson perintah kan.
Jhonson menuju ruang perawatan kamar 305, melihat kondisi pasiennya yang semakin lemah membuatnya juga semakin merasa bersalah.
Keadaan darurat itu segera di tanganinya, gadis yang kurang beruntung, sejak kecil dia terus melawan penyakit dan rasa sakit yang mungkin bahkan orang lain tidak sanggup menahannya. Setelah 2jam penanganan, pasien itu menunjukan keadaan yang baik, Jhonson merasa lega karena keadaan pasien semakin membaik.
__ADS_1
Sebelum pergi Jhonson memberi peringatan pada para perawat. "Jangan sampai kecolongan lagi jika dia makan makanan pedas atau asam!"
"Baik dok."
Beberapa perawatan pun bergosip "Dia adalah gadis yang beruntung, dr.jhon begitu memperhatikannya !" kata seorang perawat. "Dr. Jhon begitu perhatian pada gadis, mungkin karna memang dia tidak memiliki satu keluarga pun disisinya, aku pun merasa sangat kasihan melihatnya, meskipun dia begitu cantik dan sangat kaya namun setiap hari dia harus melawan rasa sakit dan menghadapi kematian." Kata perawat lain "Aku dengar dia punya banyak warisan di luar negeri, semua orang penasaran dengan latar belakangnya!" Mereka terus bergosip di samping gadis itu.
Dia bernama Salsabila putri, gadis berparas ayu dan manis, sikapnya Berbeda jauh dengan Jhonson, periang dan terlalu banyak bicara, dia terus terlihat ceria di hadapan banyak orang, hingga banyak mengira tubuh nya tidak sakit. Salsa memang gadis yang pandai menyembunyikan lukanya.
"Suster... dimana dr. Jhon?" Tanya salsa pada seorang perawat di samping nya.
"Sudah bangun!" Tersenyum dan menyodorkan semangkuk sup hangat dan bubur "Dr. Jhon baru saja keluar, ada pasien lain yang harus beliau tangani."
"Oh....!" Jawabnya singkat, dan terlihat kecewa.
"Benarkah!!?"
"Emmmmm" Mengusap pundaknya"Makanlah bubur dan sup ini, lalu minum obat agar besok bisa lebih sehat."
Salsa mengikuti perintah sang perawat, selain Dr Jhon yang begitu memperhatikan nya, seorang perawat yang lebih dari 2thn setia di samping bahkan terasa seperti memiliki ibu/kakak perempuan bagi salsa.
................
__ADS_1
Di ruangan lain, Jhonson yang sibuk membuat laporan medis pasiennya, tiba-tiba ponselnya berdering 📲📲📲 Panggilan masuk dari Jhonatan .
"Ya.... Jhonson, sulit sekali menghubungi mu!!!"
"Jangan berteriak padaku, itu sangat tidak sopan....ada apa ? aku sangat sibuk disini, bukan seperti mu yang hanya bermain-main dengan wanita!?"
"Hei hei.... jangan salahkan aku... aku memang terlahir tampan dan kini aku memiliki kesuksesan, wajar jika banyak wanita mengelilingi ku!" (sombong)
"Terserah...." Acuh
"Jangan tutup telponnya kakak!"
"Ada apa?"
"Minggu depan aku akan kesana bersama ayah dan ibu... ak!" ( terpotong)
"Emmmmmm" Menutup telepon nya .
"Halllo... hallo.... !!! ya... dasar kulkas hidup! Jhonatan kesal pada kakaknya yang terlalu bersikap dingin bahkan pada adiknya sendiri.
"Bagaimana wanita akan mendekati mu jika kamu saja dingin melebihi kutub Utara !" Gerutunya.
...****************...
__ADS_1
Bersambung......