Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.43 ADINATA


__ADS_3

"Hatimu sudah benar-benar beralih?"


"Ya.... aku merelakan Citra juga karna dia mengajarkan ku untuk tidak memaksakan semua seperti kehendak kita..." Bercerita dengan penuh perasaan, "Tidak secara langsung... tapi kepribadian nya membuatku sadar semua yang ku lakukan bukan untuk kebaikan untuk citra, melainkan semata-mata karna egoku yang terlalu tinggi!" Adinata bercerita tantang wanita itu, dari sorot matanya tampak jelas tertulis cinta yang begitu dalam namun hampa.


...~Flashback on~...


Dulu saat Adinata masih berstatus suami hitam putih Citra, tepat 3thn lalu malam yang sunyi, Adinata yang merasa patah hati, karna kehadiran dirinya di sisi Citra selama bertahun-tahun tetap tidak dapat menggantikan sosok laki-laki yang hanya bersamanya satu malam. Selama pernikahan bahkan mereka tidak pernah tidur di kamar yang sama, bahkan Adinata mencium kening Citra dapat di hitung dengan jari.


Marah dan kecewa akan harapannya sendiri, Adinata menenangkan dirinya di pantai Kemala. Berteriak-teriak mengeluarkan beban yang ada di hatinya.


"Citra... apa kurang nya aku hingga kamu tidak bisa mencintai ku seperti kamu mencintai laki-laki yang entah kemana!..... Aku berkorban demi cintaku padamu...." Belum selesai dia berteriak.... "Tuan... teriakan mu membuat gendang telingaku rasanya mau pecah!"


Adinata berbalik dan melihat wanita yang duduk di atas pagar pembatas dengan tampilan santai mengenakan jeans navy dan bodie Misty tapi tetap terlihat feminim, dengan gaya rambut kepang menambah kesan imut di wajahnya.


" Nona... jangan terlalu ikut campur." Wanita itu melompat dari pagar pembatas dan berjalan santai menghampiri Adinata. "Nih .... makan yang manis agar amarah sedikit reda..." Mengulurkan lollipop manis dari sakunya. "Entahlah... seberat apapun hidupmu... semua akan baik-baik saja..." Bejalan melewati Adinata dan duduk di hadapannya. " Kemarilah... aku akan menjadi pendengar mu malam ini... dan ini gratis!". Menepuk pasir di sampingnya meminta Adinata untuk duduk berdampingan dengannya menikmati angin laut yang sejuk malam itu. Adinata hanya terdiam mengupas lollipop miliknya dan duduk di samping wanita itu.


"Bukankah ini sangat indah, bintang yang begitu banyak bermain di angkasa yang lepas, berhadapan dengan para penghuni lautan yang ramah... semua ini ibarat dunia mu." Tersenyum menatap Adinata. Laki-laki itu hanya terdiam dengan sejuta pertanyaan di benaknya.


"Heem....". Menghela nafas dan membaringkan tubuhnya, lalu dia menatap langit "Lihatlah..." Menarik Adinata untuk berbaring di sampingnya, lalu tangannya menunjuk ke arah bintang biduk. "Bukankah bintang biduk itu cantik!" Adinata menoleh menatap langit berbintang itu. "Apa kamu begitu paham tentang bintang?" Tanya nya penasaran.


"Tidak...!" Memejamkan matanya dan berkata "Dulu seseorang Bernah berkata bintang biduk itu adalah pertanda baik."


"Ohh...."

__ADS_1


"Heyyy Tuan apa yang membuatmu marah sejadi-jadinya ??".


"Kita masih membahas bintang kenapa jadi berubah topik??"


"Kita.... ?!". Tertawa "Siapa gelar ku hingga tuan menyebutkan dengan kata Kita!!".


Adinata terdiam, melihat wanita itu terus tertawa begitu lepas, bahkan tawanya menular terlihat samar bibir Adinata mulai tersenyum.


"Syukurlah Tuan baik-baik saja" Merasa lega mana melihat Adinata kini sedikit tersenyum. "Saya tidak tahu apa yang anda alami, tapi jika Tuan mengizinkan aku ingin memberimu sebuah nasihat...!"


"Apa???"


"Kita bisa dan sangat boleh mencintai seseorang tapi bukan berarti kita harus memiliki dia, akan terasa menyakitkan jika yang kamu miliki hanya raganya, tetapi hati dan fikirannya terus tertuju pada orang lain. Tuan... yang kamu miliki bukanlah cinta melainkan obsesi. Jika memang tuan sangat mencintainya coba tanyakan dan pahami apa yang benar-benar ada dalam hatinya".


Wanita itu terus mengoceh, Memiliki banyak nasihat untuk laki-laki yang baru dia temui. Rasa nyaman dan tenang yang dia berikan untuk Adinata membuatnya perlahan jatuh, mengalihkan hatinya.


......~Flashback off~ ......


"Dari cerita mu ini membuat ku menilai wanita itu sangat-sangat baik dan hangat."


"Aku berharap sebelum aku kembali ke Malaysia aku ingin bertemu dengannya."


"Kak... aku do'akan yang terbaik untuk laki-laki baik seperti mu."

__ADS_1


"Terimakasih." Adinata menepuk pundak Arzana dan pergi.


......................


Keesokan pagi, Citra tersadar dengan kondisi yang lemah ingatan yang kembali perlahan menguras semua energi miliknya. "Kakak ipar.. hari ini aku akan menemani Citra dirumah, untuk pembahasan lebih lanjut data dan kebutuhan sudah ku serahkan pada Wiliyam, kakak bisa membahas dengan nya di kantor." Kata Reza pada Adinata.


"Baiklah... aku akan ke kantor sekarang, jaga adikku dengan baik, waktu ku sudah tidak banyak."


"Baik... berhati-hatilah di jalan." Memberi tos salam perpisahan ala mereka . 🤜🤛


Sampai di lobi kantor, berjalan penuh karisma dengan ponsel yang masih menempel di telinganya entah dengan rekan kerja yang mana? dia berbicara membuatnya begitu sibuk hingga tidak memperhatikan jalan.


"Bruukkk". Tidak sengaja dia menabrak seseorang di hadapannya. Wanita itu hampir terjatuh karna hak sepatunya patah, dengan cekatan Adinata menarik dan menangkap wanita itu dalam pelukan, Dokumen yang di bawa oleh wanita itu berhamburan di udara menambah kesan romantis disana. Saling tatap beberapa saat, mereka hanyut dalam keromantisan.


"***ADINATA.....!!!"


"Kamu***...!!!" Matanya terbelalak kaget, spontan dia mengangkat tubuh itu dan memeluknya."Kemana saja kamu?... kenapa setelah memberikan aku harapan kamu pergi tanpa jejak...!" Memeluknya erat tanpa sadar cairan bening menetes di sudut matanya.


"Aku baik-baik saja... aku juga mencarimu sepanjang tahun....!" Membalas pelukannya dan "Aku tidak menemukan mu di semua tempat."


"Nanda aku merindukan mu....!!"


...---...

__ADS_1


...****************...


Bersambung......


__ADS_2