Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.15 Mengungkapkan perasaan nya


__ADS_3

Wiliyam membawa Jhonson dan Jhonatan ke kafetaria karna kejadian yang ada di dalam ruangan tidak lah baik untuk anak-anak. Mereka berjalan bersama seperti keluarga kecil yang bahagia saling bergandengan tangan.


Di kafetaria Jhonson menjatuhkan sendok eskrim, saat itu arzana berniat mengambil sendok Jhonson namun Wiliyam pun spontan ikut mengambil nya, tangan mereka saling bersentuhan.


Saling pandang Jhonson dan Jhonatan melihat mami mereka dan paman baik saling pandang dari hati kehati, detak jantung arzana sangat cepat ini terlalu dekat membuat hatinya berantakan, sang kakak Jhonson menyadari percikan api cinta di antara mereka, lekas kakak membawa adik nya pergi diam-diam.


"Kakak cake dan eskrim ku belum habis."


Jhonson dengan cepat menutup mulut adiknya dengan cake yang ada di tangannya dan berkata


"Apa kamu tidak menyadari mami dan paman baik itu butuh waktu berdua."


"Hooohoohhoo, baiklah mari kita pergi bermain sebentar disana."


...----------------...


Citra yang masih tertahan bersama Reza, masih tidak tahu harus berkata apa bagaimana Reza tahu jika Jhonson dan Jhonatan adalah anaknya.


"Mereka bukan anak-anak anda apakah anda mau membesarkan yang bukan darah daging mu?"


Reza tersenyum, dan mengeluarkan selembar kertas di saku jas nya. "Bukankah ini bukti jika mereka adalah anak anak ku." citra merebut kertas itu dilihatnya dengan seksama kertas hasil tes DNA.


"Kapan anda diam-diam melakukan ini?" menetes air matanya citra merasa sangat takut jika Reza akan merebut malaikat-malaikat kecilnya.


"Aku tidak diam-diam, anak-anak lah yang meminta ku untuk pergi memeriksa nya, anak-anak ingin kita bersama dan aku ingin menebus kesalahanku dengan menjaga mu."

__ADS_1


Citra terdiam tanpa kata, memandang wajah laki-laki itu dengan kebimbangan, air matanya terus mengalir. Melihat citra yang terus menangis Reza menarik tubuhnya memeluknya dengan lembut tubuh mungil itu.


"Kenapa tidak datang padaku dulu, kenapa harus pergi, kenapa kamu tidak meminta pertanggung jawaban ku?" Kata Reza dengan suara gemetar


"Siapa aku, jika aku tiba-tiba datang dan meminta pertanggung jawaban mu dengan perut besar ku, apakah kamu akan percaya? apa kamu akan langsung menerima kedatanganku atau bisa saja kamu menganggap ku sebagai wanita murahan yang tidur dengan banyak pria, (menangis dalam pelukannya Reza) apa kamu tau betapa sulitnya saat itu, apa kamu mengerti betapa aku takut saat itu?" Menangis sejadi-jadinya sampai sesenggukan nafasnya.


Reza hanya bisa terdiam dan semakin erat memeluk tubuh Citra. Saat mereka hanyut dalam keharuan seorang manajer pemasaran datang tanpa mengetuk pintu,


"Permisi pak Reza, ini lap....." belum selesai dia bicara tentang laporan penjualan yang diminta Reza, manager itu terkejut melihat adegan di ruangan atasannya, buru-buru dia keluar dan berpura-pura tidak melihat apapun.


Citra yang masih hanyut dalam tangisan tidak menyadari kejadian saat itu, sang manajer yang masih kebingungan, citra yang dulu adalah asisten nya kini berada di pelukan sang CEO.


Merasa takut karena dulu beberapa kali sang manager menyulitkan citra.


"Apa selama ini Citra adalah kekasih rahasia pak Reza hingga beliau bisa mengakuisisi perusahaan ini dalam hitungan menit, astaga dulu aku pernah menyulitkan citra! apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" sang manager terus menggerutu di sepanjang jalannya.


...----------------...


"Dimana anak-anak?" Tanya arzana pada Wiliyam dengan panik, mereka mengemasi barang barang dan pergi mencari anak-anak yang terus menyelinap dari pandangan mereka.


Di ruangan Citra yang telah memenangkan diri dan hatinya mulai membuka diri pada Reza, harapan baru muncul di kehidupannya.


"Ayah ibu!" tampak dari kejauhan Jhonson dan Jhonatan dengan seabrek barang-barang di tangannya. Citra berlari menghampiri anak-anak yang telah membawa banyak kebahagiaan bagi citra .


"Kenapa hanya berdua dimana mami kalian?"

__ADS_1


"Mami sedang berkencan dengan paman baik." Jawab Jhonatan polos


Reza dan Citra saling pandang merespon ucapan Jhonson dan berkata untuk mengalihkan pembicaraan"Bagaimana jika kalian tersesat?"


"Tenanglah ibu kami anak yang genius tidak akan tersesat apalagi merepotkan banyak orang, aku dan adik hanya main sebentar saja."


"Apa yang ada di tanganmu Jhonatan?" Melihat tangan putranya yg penuh dengan barang bawaan.


"Ohh ini mainan baruku ibu."


"Sebanyak ini! dan kenapa kakak tidak membeli satupun?" kata Citra heran dengan Jhonson yang tidak membawa satupun barang.


"Ibu kakak tidak membawa barang karna yang kakak beli adalah komputer terbaru dengan teknologi tinggi harganya saja sampai 75jt, mungkin sekarang sudah dalam perjalanan kerumah."


"Jhonson, Jhonatan kalian mendapat uang dari mana membeli sebanyak ini, mereka terlalu mahal kapan ibu memberikan kalian uang?"


"*Ibu tenanglah uang ini d**ari ayah*" sahut Jhonatan cepat mengeluarkan sebuah kartu


Citra berbalik dan melihat Reza menatapnya marah, "Mana uang itu sekarang berikan pada ibu!" Jhonson mengesahkan sebuah kartu hitam, dilihatnya kartu itu adalah blackcart yang tanpa batas dalam beberapa menit mereka sudah menghabiskan ratusan juta. Beberapa saat arzana dan Wiliyam pun datang....


...****************...


Terimakasih untuk like dan komentar nya


Ardia sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, tetep stay ya tunggu update selanjutnya

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2