Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
Jhonatan Jatuh Cinta


__ADS_3


"Kamu baik-baik saja nona ?" Terpesona


"Emm...." Masih menutup mata di pelukan Jhonatan tak bergerak.


Jhonatan menegakkan tubuhnya, meminta nona itu membuka mata "Anda bisa membuka mata!" melihat tingkah nona itu yang begitu penakut. "Nona... kamu tidak terjatuh... apa perlu ku antar ke ruangan?"


Membuka mata dan tersadar "Aaa.. tidak ..." Membenarkan posisi tubuhnya "tidak perlu ruangan ku sudah dekat ...." (wah.... dia sangat tampan) katanya dalam hati. Suasana terasa canggung nona itu pun langsung pergi, takut pria tampan itu melihat pipinya yang merona dan mendengar detak jantungnya. Seketika dia ingat sesuatu dan berbalik "Tuan... terimakasih!" membungkukan badan nya dan tersenyum manis.



"Gadis aneh.... aku menabraknya, seharusnya aku yang minta maaf, tp dia berkata terimakasih pada ku." smrik


"Terimakasih apa ??!"


"astaga....!!!" Pekik Jhonatan terkejut ketika melihat wajah kakaknya Jhonson tepat di samping wajahnya.


"Aku bukan hantu..." Berjalan mendahului Jhonatan


"Kakak memang bukan hantu tp wajah kakak lebih menakutkan dari hantu!" mengikuti langkah Jhonson. "Kakak ... apa nona tadi pasien mu?"


"Jangan macam-macam pada pasien ku!!?" Menggetok kepala Jhonatan dengan buku laporan medis ditangannya.


"Aahhhh sakit...aku kan cuman tanya. !?"


"Jangan permainkan gadis itu atau kau akan berurusan denganku."

__ADS_1


"Wah....apa kakak ku ini jatuh cinta pada pasiennya....?"


"Smrik..." Jhonson pun meninggalkan Jhonatan dengan rasa penasarannya.


Jhonatan terus menggangu Jhonson sepanjang jalan, begitu penasaran nya Jhonatan pada gadis itu. Paras nya yang ayu nan manis, wajah pucat nya tetap menawan. Gaun putih yang dia kenakan menambah bias wajah ayunya.


Hari itu...


Jhonson dan Jhonatan keluar dari RS bersama, membuat semua mata yang ada tertuju pada mereka berdua. Tubuh tinggi tegap nan kekar, wajah yang rupawan dengan hidung yang mancung. Visual nya layak malaikat yang turun dari langit, begitulah orang-orang yang melihat memuji mereka.


Jhonson memutuskan pulang menemui ibu dan ayahnya, Jhonson yang biasa menghabiskan waktunya sepanjang hari di RS kini merasakan lagi dunia luar.


Dalam "Sudah berapa lama....? bahkan jalan ini berubah?" Katanya mengagumi kota yang sedikit berubah.


"Jangan bilang selama di kota ini kakak tidak pernah keluar...." Menatap Jhonson heran, melihat respon Jhonson yang hanya diam membuat Jhonatan langsung mengerti jawabannya. "Kakak belum melupakannya!!!?"


" Oke-oke.... Baiklah aku tahu jawabannya.."


Seketika itu suasana di dalam mobil itu hening, sebenarnya siapa yang Jhonatan bahas, DIA .... dia yang belum Jhonson lupakan.


Pikiran Jhonatan melayang, wajah nona tetap menjadi fokus utama di otak Jhonatan. Di hatinya juga terlalu banyak pertanyaan tentang gadis di RS itu.


"Manis....!!"


Pletak.... !! Gulungan kertas mendapatkan di kepalanya "Mengemudi dengan benar, jangan sampai kita pulang tinggal nama!"


"Oke....oke!!" Mengusap kepalanya yang mungkin akan benjol "Aku CEO ternama, hanya kakak yang bisa melakukan ini **padaku**!' Gerutunya.

__ADS_1


"Setinggi apapun jabatan mu, aku tetap kakak mu! Kemudi dengan benar, aku ingin beristirahat Jangan ganggu!!"


"Baik tuan...." Jawabnya patuh.


Namun lagi-lagi Jhonatan tetap saja, fikirannya tidak teralih, terus tertuju pada raut wajah gadis itu. Jantung nya berdebar tidak menentu, sentuhan itu tetap terasa. Aroma manis dari parfumnya tetap tercium hingga kini.


"Aku akan mencari tahu tentang gadis itu besok!" Katanya dalam hati.


Sampai dirumahnya, Jhonatan membangunkan Jhonson yang masih tertidur lelah.


"Ka.....kak... ! " Menghela nafas "Wajah nya terlihat benar benar lelah " memandang wajah kakaknya yang masih lelap "Seberharga itukah wanita yang telah meninggalkan mu? Hingga kamu mati-matian mengalihkan duniamu dengan bekerja?!" Katanya iba. Namun kedewasaan itu sepertinya tidak bertahan lama,


Semenit kemudian jiwa usil Jhonatan bangkit, merindukan masa kecil yang penuh tawa itu Jhonatan berfikir untuk mengejutkan Jhonson dari tidurnya.


Jhonatan turun lebih dulu dari mobilnya dan.... "Din......!!!!" Jhonatan membunyikan Klakson dengan keras dari luar dan tentu saja membuat Jhonson sangat terkejut.


"Bocah sialan...!" Seketika Jhonson turun dan berlari ke arah Jhonatan yang sudah kabur.


Dari kamar balko, di balik jendela citra masih melihat keusilan anak-anak, membuat nya tanpa sadar meneteskan air mata.


"Ibu...!!!" teriakan Jhonatan keras menghampiri nya "Kakak ingin membunuhku!"


Citra hanya tertawa melihat tingkah mereka yang ke kanak-kanakan. Seketika rindu itu musnah.


...****************...


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2