Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
Pemakaman "Hanny Margareta"


__ADS_3

Dokter tampan itu hanya terdiam sepanjang perjalanan, Mata coklat itu tampak kosong, beberapa kali menghela nafasnya begitu dalam.


"Dr Jhonson baik-baik saja?"


Laki-laki tampan itu tersadar dari lamunannya. Saat suara lembut melintasi telinga. "Emmmm"


"Dari tadi ku lihat dokter Jhon hanya terdiam dengan pikiran kosong."


"Tidak hanya memikirkan pemakaman yang akan kita kunjungi!"


"Addleweis !!?"


"Mendengar nama itu sepertinya ada rasa yang berbeda."


Gadis itu hanya tertawa, "Addleweis yang di ambil dari nama bunga Addleweis yang artinya abadi." Matanya menatap Jhonson sendu "Dulu kakak meminta ku jika dia meninggal, ia ingin beristirahat disana."


Hati Jhonson semakin penasaran dengan Kakak Salsabila, bibinya bergetar hati nya memberontak ingin sekali menanyakan siapa kakak salsa sebenarnya, setiap kali dia menyebut nama kakak, hati Jhonson terasa begitu menyakitkan.


"Aaa... kita sampai..!"


Mereka segera mendarat di tempat tujuan itu. Langkah Jhonson semakin berat, sedang gadis kecil itu berjalan cepat, wajahnya terlihat begitu bersemangat, seakan-akan orang yang ingin dia temui masih bernafas.


"Dr. Jhon ayo... hari semakin panas !!"


Teriaknya lalu melambaikan tangan dari kejauhan melihat Jhonson melambatkan jalannya.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku...!?" Semakin dekat tujuannya hatinya pun semakin bergetar, ada rasa sakit yang terasa begitu menusuk di hatinya.


"Hallo kakak .. aku datang berkunjung dengan dokter yang sangat baik hari ini." Katanya bahagia, melihat batu nisan dengan foto gadis cantik disana.


Brukkkk...


Seketika Jhonson jatuh terduduk di hadapan makam itu. "Dokter baik-baik saja, apa kakinya sakit setelah memanjat bukit ini?!" Tanya salsa yang terus cemas melihat wajah Dokter kesayangan begitu pucat dan tubuhnya terjatuh lemas.


"Di..... dia kakak mu??!"


"Emmm... dia kakak terbaik ku..." Memandang batu nisan itu dengan tulus.


"Bagaimana dia meninggal...?" Suaranya benar-benar bergetar ketakutan.


Siapa sangka seseorang yang sangat dia cintai, seseorang yang sangat ingin dia temukan setelah menghilang 3thn silam. Ternyata telah terbaring tak bernyawa di hadapannya.


Ya dialah "Hanny Margareta" kakak kandung Salsabila yang selama ini di rawatnya.



Seketika tangisnya pecah, memeluk penuh cinta batu nisan itu. Dibelainya batu nisan itu dan di peluknya gundukan tanah itu.


Gadis kecil merasa kebingungan, apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa Dr Jhon lebih sedih daripada dirinya, adik kandungnya sendiri.


Melihat laki-laki yang biasanya dingin kini benar-benar runtuh seperti anak kecil yang merengek setelah kehilangan sesuatu yang berharga baginya.

__ADS_1


Buket di tangannya terjatuh, terlintas ingatan pada dirinya. "Dr. Jhon....!!" Mendekat padanya. "Dr. Jhonson Darwis Hutomo??!"


Jhonson terhenti dari tangisannya, dia begitu terkejut, setelah Salsabila menyebutkan nama aslinya.


Gadis itu ikut jatuh terduduk, tubuhnya seketika lemas, air mata itu lantas mengalir deras bagai sungai. "Benarkah kamu adalah Jhonson Darwis Hutomo?!" Tanya salsa dengan pandangan nya yang kosong dan suara gemetar.


Jhonson segera beralih, menopang tubuh kecil yang ringkih itu. "Bagaimana kamu tahu namaku?!"


"Maafkan aku.. maaf.."


Gadis itu menangis histeris didalam pelukannya, kata maaf terus terucap dari mulut kecilnya. Jhonson semakin tidak mengerti atas apa yang sebenarnya terjadi.


"Maafkan aku... aku yang bahkan tidak mengenali mu sejak awal dr.jhon..... huuuu!"


Tangisannya semakin meraung-raung kesakitan. "Apa yang terjadi padamu? salsa kendalikan perasaan mu, itu sangat berbahaya bagi jant....!"


Belum selesai Jhonson menyelesaikan kalimat salsa sudah terjatuh dan pingsan di peluknya.


"Sa.... salsa bangun....!!


....


Bersambung...


__ADS_1


__ADS_2