Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.17 Mama Papa ingin Tahu


__ADS_3

Reza yang terus menggenggam tangan mungil citra, membuatnya merasa malu saat semua orang melihat merek dengan tatapan yang berbeda.


" Bisakah lepaskan tanganku, semua orang memandang terasa sangat canggung membuatku malu!" mencoba melepaskan tangannya.


" Kenapa malu? harusnya kamu bangga saat seorang CEO mengandeng tanganmu!" melihat wajah citra yang makin memerah membuat nya semakin gemas, tangan kekar nya melepaskan genggaman itu berganti menggendong nya.


"Tuan dan nyonya jika ingin bermesraan izinkan kami pergi terlebih dahulu, tidak tahan rasanya melihat kemesraan kalian, kasihanilah kami yang masih jomblo ini." Goda arzana pada citra .


"Tuan yang baik, tolong turunkan aku ini sangat tidak baik jika anak-anak melihat."


"Ibu kami baik-baik saja, kami tidak akan menganggu ayah dan ibu, kami akan pulang bersama mami dan paman baik."


Arzana membawa anak-anak bersamanya dan Wiliyam untuk pulang, sedangkan citra yang masih tertahan hanya berdua di mobil hanya dia dan Reza. Serang jantung Reza yang semakin cepat di pacu berdebar seakan ingin melompat keluar dari dadanya.


Citra yang tampak begitu canggung duduk di samping laki-laki yang baru beberapa kali dia temui, Reza mendekatkan tubuhnya terlalu dekat hingga Citra semakin canggung.


"Tuan apa yang ingin kamu lakukan." Menutup wajahnya berfikir jika Reza akan menciumnya dengan paksa lagi.


"Kenakan sabuk pengaman mu!" Reza merasa senang melihat wajah citra saat ketakutan, membuatnya salah paham menjadikan wajahnya merona .


"***Ohh,,, !!"


"Kenapa, kamu berharap aku akan mencium my lagi atau...?"


"Tuan anda terlalu narsis, cepatlah jalan anak-anak sudah pergi jauh***." Mengalihkan pandangannya.


Mobil melaju dengan santai, alunan lagu menemani perjalanan mereka yang dari tadi terasa sangat menegangkan, tiba di persimpangan jalan Reza mengambil arah yang berbeda dari tujuan awal.


"***Mau kemana ini tuan, ini bukan arah pulang."


"Memang bukan jalan pulang!"

__ADS_1


"Lalu?"


"Kita ke kantor catatan sipil, kita akan menikah hari ini***."


Tanpa persetujuan Citra Reza membawa nya ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Berulangkali citra menolak tidak di gubris oleh Reza. Takut gadis kecilnya akan menghilang kembali dengan mengikat citra di sisinya akan merasa lebih tenang untuk menjaganya.


Selesai mengurus keperluan pernikahan mereka membawa dua buku kecil yang menyatakan mereka telah sah menjadi suami istri, citra yang terus memandangi bukunya.


"Keman kita akan berbulan madu kali ini?" Tanya Reza berbisik di telinganya. Masih hanyut dalam kegembiraan deringan telepon Reza berbunyi tidak henti-hentinya.


****Ring .....ring .... ring.....


"Tuan berhenti berdebat dan angkat telepon mu itu sangat menggangu***.".


Reza sengaja tidak mengangkat telepon nya agar citra tidak merasa diabaikan, setelah melihat sikap Citra yang dewasa membuat Reza semakin menyukainya.


"Baiklah, ini dari ibu yang berada di Bali." jelasnya


"Reza!!! Bagaimana perkembangan mu dengan Renata?"


"Ibu...!!"


"Jangan bilang kamu belum mendekati nya, dia anak yang baik ibu ingin cepat punya menantu yang bisa ku ajak shopping bersama dan bermain bersama cucu-cucu ku yang menggemaskan."


"Ibu aku ingin punya kekasih tapi bukan Renata, melainkan citra!"


Reza menjelaskan tentang Citra, Jhonson dan Jhonatan mendengar semua penjelasan Reza nyonya Hutomo langsung melupakan tentang Renata. Mendengar kabar baik itu ibu Reza sangat kegirangan.


..............


"Suami ku,,, Dimana kamu!!!??" nyonya Micela ibu Reza nyonya utama Hutomo Group, sangat bersemangat mencari suaminya yang sedang berkebun di halaman.

__ADS_1


"Aku disini sayang." Melambaikan tangan di tengah-tengah tanaman yang hijau.


"Ayo kemasi barang mu, anak kita akan menikah kita punya cucu." Sangat bersemangat


"Hei nyonya tua, bangun tidur siang mu terlalu lama." jawab tuan besar kepada istrinya sambil bercanda.


"Ini serius aku tidak sedang bermimpi, pertama kalinya aku mendengar ada wanita yang duduk di sebelah anak kita yang seperti es itu." Kesetanan tuan besar segera membuang skop nya dan berlari mendekati sang istri.


"Sungguh kamu tidak bercanda kan?"


"Cepat-cepat kemasi barang-barang kita berangkat malam ini sayang."


Tuan besar Hutomo sangat bersemangat dan mengikuti saran istri tercintanya. Mereka lekas memesan penerbangan pertama malam ini.


Mereka sangat tidak sabar bertemu dengan wanita yang mampu meluluhkan hati putranya yang dingin itu..


Sampai di Balikpapan mereka tidak memberi kabar pada Reza, berencana membuat kejutan untuk Reza dan wanitanya, mereka memilih menginap di luar menyewa sebuah apartemen biasa dan mereka pun berdandan bukan seperti seorang milyuner melainkan layaknya orang biasa.


Pagi itu suasana riuh di pasar tradisional modern dekat dengan apartemen yang mereka sewa, saat berbelanja mereka tidak banyak membawa uang cash. Saat akan membayar semua barang belanjaan nya.


"Total belanja nya 430rb Bu." ucap salah satu pedagang sembako disana.


"Sayang bagaimana ini uangnya kurang ini hanya ada 350rb?" Tanya nyonya Micela pada suaminya. Sedangkan tuan Hutomo Kun juga tidak membawa uang cash lagi. Wanita cantik yang saat itu sedang berbelanja di tempat yang sama dengan nyonya Micela dan tuan Hutomo.


"Biar saya saja yang membayar kekurangan belanjaan bapak dan ibu ini." Dengan senyuman manis dan menyerahkan uang nya pada sang penjual.


...****************...


Terimakasih untuk like dan komentar nya


Ardia sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, tetep stay ya tunggu update selanjutnya

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2