
Di tempat kejadian Wiliyam mengamankan sebuah ponsel yang di gunakan ketua komplotan untuk menghubungi dalang sebenarnya pelaku utama penculikan Citra. Melihat dari panggilan terakhir, nomer yang di gunakan tidak dapat menemukan petunjuk apapun Wiliyam putus dijalan.
Ditempat lain Jhonson dan Jhonatan terus menunggu kabar tentang ibunya. Semua orang di rumah merasa cemas, ketika telepon rumah berdering, mereka saling rebut untuk menerima, akhirnya mereka mendapatkan kabar membuat mereka sedikit lega.
"Hallo?" Kata arzana
"Ini aku, Wiliyam!"
"Bagaimana keadaan citra, dimana dia sekarang anak-anak sudah sangat cemas?"
"Katakan pada anak-anak bahwa Citra saat ini sudah berada di rumah sakit bersama Reza, tapi sekarang aku ingin minta bantuan mu dan ******anak-anak******!"
Wiliyam menceritakan tentang kejadian yang telah citra lalui pada arzan dan memberi peringatan pada seluruh kerabat dekat citra untuk berhati-hati dan lebih waspada, Wiliyam mengirimkan sebuah nomor telepon dari ponsel pelaku yang tidak dapat dia lacak. Dengan kecerdasan yang mereka miliki sangat mudah menemukan pelaku yang asal nomor tersebut.
"Paman sudah mengirimkan nomor para pelaku padamu Jhonson, lebih cepat kita menemukannya akan lebh baik!"
"Baik paman, akan ku obrak-abrik mereka yang berani menyakiti ibuku!"
__ADS_1
Jhonson mengambil laptopnya dengan cepat jari-jarinya memasukkan kode angka dan lainnya melacak keberadaan pelaku, dengan mudah Jhonson menemukan titik lokasi keberadaan pelaku. Diusia nya yang masih dibilang anak-anak Jhonson dan Jhonatan sangat dewasa di bandingan bocah-bocah lain.
***
Dirumah sakit kota, Reza yang menunggu di depan ruangan dan terus menemani Citra, melewati masa oprasi yang nenegangkan. Luka pada tubuhnya memang tidak fatal namun benturan keras di kepalanya mengakibatkan gumpalan darah yang cukup besar di kepalanya. Keadaan seperti ini akan sangat berbahaya jika tidak segera di tindak lanjuti.
Dalam keadaan cemas, tidak peduli lengannya yang saat itu masih dalam proses jahitan akibat goresan kaca yang cukup dalam. Rasa sakit pada lengan tidak lebih sakit dari hatinya saat ini. Melihat wanita yang begitu dia sayangi kini terbaring lemah, bahkan belum sampai 38jam mereka bersama.
Anak-anak Jhonson dan Jhonatan, arzana berserta orang tua Reza Nyonya Micela dan Tuan Hutomo ikut menjenguk Citra.
" Ayah bagaimana keadaan ibu?" Tanya Jhonatan terlihat matanya yang berkaca-kaca membuat tetesan embun bening di mata Reza mengalir.
" Jangan menangis ayah! aku yakin ibu akan baik-baik, bagaimana Ayah akan menjaga ibu di masa depan jika ayah saja terlalu lemah!" Sahut Jhonson yang nampak lebih tegar, namun sesungguhnya hatinya lebih hancur dari semua orang, dia yang merasa anak sulung bertanggung jawab menjaga ibu dan adiknya, kini malah hal yang buruk menimpa ibu kesayangannya.
Reza yang melihat anak-anaknya begitu kokoh dan tegar, menampal sedikit demi sedikit hatinya yang hancur dengan kekuatan yang di berikan oleh putranya. Dengan cepat dia menghapus airmata nya dan memeluk kedua putranya itu.
"Ya Ayah percaya ibu akan baik-baik saja, karna kedua malaikat penyelamat ibu ada disini sekarang." Memeluk mereka dengan erat.
__ADS_1
Tak kuasa nyonya Micela dan lainnya melihat keharuan di depan mata. Empat jam telah berlalu operasi citra berjalan dengan lancar, namun keadaan nya masih sangat lemah sekarang.
"Pasien masih dalam keadaan lemah saat ini, keluarga bisa menjenguk setelah 2hari." Kata dokter saat itu
Jhonson dan Jhonatan hanya bisa melihat ibu mereka terbaring lemah sendiri dari balik kaca, Arzana dan kedua orang tua Reza, Nyonya Micela yang terus menangis melihat ketegaran cucu-cucunya.
"Baiklah mari kita pergi untuk berdoa agar ibu lekas sembuh disana!" Merasa dia lebih rapuh dari para cucunya, mendekat dan meminta Jhonson serta Jhonatan untuk berdoa agar Citra lekas tersadar dan kembali sehat seperti biasa.
"Aku akan menjagamu disini, tenanglah aku akan membuat mereka yang menyakiti mu membayar berlipat-lipat, aku akan membuat mereka akan memilih lebih baik mati daripada hidup." Ucap Reza, kemarahan yang dimilikinya sudah sangat mendidih. Reza dan wiliyam pun membahas tentang pelaku penculikan citra, Wiiyam telah menggerakkan team nya untuk menyergap lokasi pelaku.
Berkat bantuan Jhonson, Wiliyam dapat menemukan lokasi terakhir oleh pelaku utama..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung.....
Terimakasih untuk dukungan semua teman-teman 🙏💌
__ADS_1