Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.54 Keberangkatan Adinata.


__ADS_3

Beberapa Minggu berlalu sejak kepergian Wiliyam dan Arzana ke kampung halaman, kini tiba waktu bagi Adinata dan nanda kembali ke negaranya, perusahaan sedikit kewalahan sejak kepergian Adinata ke Indonesia.


"Kakak akan berangkat pagi ini? ..." Berlari membawakan koper milik Adinata "Bagaimana dengan Leo dan kak Nanda ?"


"Leo sedikit tidak enak badan, kakak mu tidak tega membawanya bepergian, kakak titip keponakan dan kakak ipar mu" Mengusap kepala Citra.


"Hati-hati di dalam perjalanan sayang, beri kabar jika sudah sampai." menghampiri Adinta dan citra sambil menggendong Leo di pelukannya.


"Emmm.." Mengecup kening istrinya "Pasti... akan ku beri kabar nanti, aku juga akan memberitahu ibu jika aku telah menikah."


"Tapi...."


"Kakak... tenang saja kak Adinata akan berusaha yang terbaik untuk mu dan Leo.." Citra memotong ucapan Nanda dan langsung merangkul nya .


Nanda hanya terdiam, terlukis senyum tipis di wajahnya, ada kekhawatiran yang tampak jelas di wajah itu.


"Sudah waktunya...." Kata reza..


"Aku pergi dulu... ingat kata dokter jika Leo belum membaik hingga sore nanti bawa dia ke RS milik keluarga Reza di kota ini." Mencium istri dan anaknya, rasa tidak rela membebani hatinya, namun tanggungjawab nya sebagai pimpinan perusahaan mengharuskan Adinata meninggal anak dan istrinya untuk sementara waktu.


Reza dan Adinata bergegas menuju bandara, Citra yang merasa cemas akan keadaan Leo dan Nanda terus berjaga dan menemani mereka setiap saat. Setelah mengantar Adinata , Reza kembali ke kantor dan mengurus berkas yang harus dia siapkan, untuk sekolah Jhonson dan Jhonatan ke Korea, serta kepindahan mereka ke Jakarta.


Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 namun demam Leo tidak kunjung turun, merasa ada yang salah dengan keadaan Leo, citra memberanikan diri mengemudi mobil membawa Leo bersama Nanda ke RS milik Reza, citra tidak bisa menggangu kesibukan Reza saat itu.

__ADS_1


"Citra kamu yakin ....!?"


"Kakak tidak ada waktu untuk ragu.... keadaan Leo lebih penting..."


"Ibu... supir di rumah sedang cuti, lebih baik tunggu ayah dan kakek pulang, berbahaya jika ibu mengemudi sendiri!"


"Tidak ada waktu untuk menunggu ayah dan kakek... telp saja ayah, minta untuk temui ibu di RS."


Citra bergegas membawa Nanda dan Leo ke RS. Tidak terlintas dalam benaknya rasa takut atau trauma yang pernah dia alami. Yang ada dalam benaknya hanya tentang Leo.


"Nenek... sebaiknya cepat telp ayah sebelum hal buruk lainnya terjadi...!"


"Terimakasih Citra,,,, bahkan kamu lebih cemas tetang Leo dari aku ibunya sendiri.." Kata Nanda dalam hati.


Reza yang masih di sibukkan dengan urusannya. Rapat sedang berlangsung saat itu suasana tegang yang terasa, pecah setelah deringan ponsel mengalihkan fikirannya.


Semua pandangan tertuju pada Reza yang sejak pagi terlihat begitu tegang, tak ada yang berani bersuara, sekertaris barunya menghentikan presentasi nya sejenak.


Reza melihat ponselnya, telpon masuk adalah dari nyonya Micela ibunya, merasa ada yang tidak beres Reza keluar dari ruangannya. Ibunya memang memiliki kebiasaan tidak akan menelpon dengan ponsel nya, jika bukan untuk keadaan genting.


"Halo ibu .. apa yang terjadi ..?"


"Citra nekat mengemudi mobil mu ke RS membawa Leo dan....."

__ADS_1


Belum selesai ibunya bicara Reza menutup telponnya dan berlari....


"Citra.... Apa yang ada di fikiranmu..!!?" katanya dalam hati, kakinya terus mempercepat langkahnya. Tidak ada yang bisa Reza fikirkan selain Citra, ketakutan dihatinya, "Bagaimana jika trauma itu muncul lagi , bagaimana aku akan menghadapi mu." Gumamnya lagi dalam hati.


Sampainya di lobi RS, Reza matanya terus menelusuri sudut ruangan mencari Citra.


"Reza....!" Melambaikan tangan dari sudut lorong ICU


Reza berlari ke arahnya dan "Syukurlah kamu baik-baik saja." Memeluk istrinya penuh kekhawatiran.


"Aku baik-baik saja ....tapi tidak dengan Leo..."


"Leo..." Melepaskan pelukannya.."Apa yang terjadi pada jagoan kecil itu...?"


"Kami juga masih menunggu hasil tes laboratorium nya..."


Reza berbalik dan melihat ke arah Nanda yang masih terduduk lemas di kursi tunggu. "Bagaimana aku harus menghibur nya sayang?" Tanya Citra.


"Biarkan saja dulu dia sendiri, kakak mu juga butuh waktu untuk menenangkan hatinya..."


"Emmm..."


...****************...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2