Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
Sebuah Rahasia Masa lalu.


__ADS_3

Suasana hening begitu terasa didalam mobil itu, hanya ada Malda dan manager kepercayaan ayahnya. Matanya selalu terpejam, fikirannya terbang melayang entah kemana. begitu banyak pertanyaan yang belum ada jawaban.


"Paman...!" Kata Malda memecah keheningan.


"Ya nona ?!"


"Paman pasti tahu apa yang ayah sembunyikan dari kami?!"


"Maaf nona?!"


"Sudahlah paman, aku tidak akan menyalahkan siapapun, mekipun kalian menutupinya dari kami, aku dan Jhonatan sudah mengetahuinya!"


Sang manager pun menghela nafasnya berat. "Keadaan nyonya akhir-akhir ini lebih buruk!"


Matanya seketika membulat, namun Malda mencoba untuk tetap tenang "Apa yang sebenarnya terjadi?!"


"Begini nona!"


...~*Dalam cerita Sang manager*~...


...Tepat 5tahun yang lalu, Citra rela mendonorkan ginjalnya untuk seorang gadis yatim piatu di kota A, bukan tanpa alasan atau secara sukarel begitu saja dia mendonorkan ginjalnya. Karena citra berhutang 1nyawa pada gadis baik itu. Dengan salah satu ginjal milik Citra gadis itu dapat bertahan hidup sedikit lebih lama. Tapi sepertinya takdir tidak bisa memberi toleransi waktu yang lebih banyak pada gadis yatim piatu itu. 2tahun kemudian gadis itupun menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan Citra. Seperti patah hati, bagai di tinggal putri sendiri citra benar-benar merasakan kesedihan mendalam setelah kepergiannya. Membuat kesehatan nya menurun drastis. Di tambah dengan satu ginjal yang dimilikinya."...


...~*Cerita berakhir*~...

__ADS_1


......................


"Siapa wanita itu hingga ibu merelakan satu ginjalnya...?!"


Sepanjang perjalanan hanya terdiam, mendengar sang ibu yang begitu menyayangi putri lain. Bahkan merelakan ginjalnya sendiri. Berhutang nyawa?!. pertanyaan itu terus menghantuinya.


Rasa penasaran nya begitu tinggi, Wanita mana yang membuat sang ibu harus merelakan anggota tubuhnya. Bahkan citra merahasiakan semua ini dan tanpa persetujuan anak-anak, mendonorkan anggota tubuhnya begitu saja.


"***Paman...bisakah selidiki siapa Wanita itu sebenarnya!"


"Dari yang paman tahu non, wanita itu adalah putri dari seseorang yang nyonya kenal di masa lalu***."


"Semakin rumit masalah ini!" menghela nafasnya, memutar matanya dan berfikir sejenak.


......📞➡️➡️ memanggil.


Entah dengan siapa Malda memberi perintah. Wajahnya begitu serius, nampak ada kecemasan yang tersirat di matanya.


Seorang paman yang melihatnya tumbuh dari kecil hanya bisa melihat tanpa bisa membantu apapun, hanya sedikit cerita yang dia ketahui sebagai petunjuk.


Perjalanan ke kantor pun kini terasa begitu jauh, kekhawatiran yang terbersit di dalam hati dan fikirannya membuat Malda begitu kalut.


"Ibu... kenapa ibu merahasiakan ini dari kami, bukankah ini malah membuat kami semua merasa khawatir?!"

__ADS_1


Wajahnya terus termenung menatap keluar jendela mobil.


"Hhhhhhhuufff...."


"Nona.... bukan saatnya untuk membuang waktu dengan kekhawatiran."


Sedikit pesan itu membuat Malda terbangun dari kalutnya masalah sang ibu. "Benar juga.... selagi masalah ini di selidiki ada hal yang tidak kalah penting dari kesehatan ibu."


"Paman.. percepat sekarang, banyak hal yang harus saya kerjakan di kantor."


"Siap nona..!"


Semangat yang kembali di wajahnya membuat sang paman ikut merasakan gejolak semangat itu. Mereka bergegas menuju kantor Hutomo group, hari ini adalah hari pertama Malda menjabat sebagai presiden direktur di perusahaan yang kakeknya wariskan.


....


Sampai di depan gedung Hutomo Group. Karpet merah telah di bentangkan menuju gedung, seakan-akan tamu istimewa yang akan hadir begitu di sambut meriah.


"Apa hari ini ada pesta?! Jangan lakukan hal ini lagi!!"


Seketika suasana itu menjadi mencekam, ekspresi yang pada awalnya di bayangkan semua orang menyenangkan kini berubah menjadi menakutkan.


....

__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2