
Masih di suasana pantai yang indah, Adinata dan nanda masih bersama, mereka tenggelam dalam suasana rindu.
"Kemana selama ini kamu berada?"
"aku...." jawab nanda cepat
"emmm..... siapa lagi?!" Menoleh menatap wajah Nanda yang terlihat penuh teka-teki, Adinata meraih tangan Nanda dan menggenggamnya. "Katakanlah... apa yang menggangu fikiranmu...?"
Smrik.."hemmm... memang sejak awal aku tidak bisa menyembunyikan apapun darimu!... Baiklah ... tapi jangan pernah menyesal menanyakan ini... " Matanya begitu tajam melihat wajah Adinata, seolah mata itu berkata, jangan sesali atas apa yang telah kamu tanyakan padaku, jika kamu telah mengerti dan kamu ingin pergi aku akan melepaskan mu.
"Nda....!!?" Terpotong oleh ucapan Nanda yang membuat Adinta terkejut "Aku sudah menikah nata!" Mengucapkan dengan tenang dengan menatap wajah Adinata, namun cairan bening menetes di pelupuk matanya.
"Apa.....!" Adinata melepaskan ngenggamannnya, dia yang duduk seketika berdiri, jantungnya berdegup kencang berpacu dengan waktu "Jangan bercanda nda...?"
"Aku tidak bercanda .... ". Smirk "Aku benar-benar telah menikah , dan aku memiliki putra usianya kini 7bln...." Mengikuti Adinata berdiri, menepuk pundaknya. "Tapi kami telah berpisah... itu alasan aku berhenti mencarimu, sekarang kamu sudah tahu, maka jika kamu ingin pergi aku akan melepaskan mu dengan damai. Aku bukan lagi Nanda yang dulu ..." Melihat Adinta yang masih terdiam bisu, Nanda begitu mengerti betapa terkejutnya Adinta dengan kabar ini! "Jaga dirimu baik-baik, ku doakan yang terbaik untukmu."
Berbalik dan meninggalkan Adinta yang masih terdiam, Nanda sangat mengerti akan status yang dia miliki, "Aku masih mencintaimu seperti dulu, aku masih berharap akan bertemu denganmu dan menjalani sisa hidup kita seperti yang telah kita rencanakan, tapi keadaan sudah tidak berpihak, mungkin jika status mu masih sebagai karyawan kedai milik paman baik itu, aku masih sanggup mendekati mu, jika seperti ini lalu aku harus bagaimana bukan hanya status kita berbeda tapi kita juga telah berbeda kasta?" celotehnya dalam hati. Di tambahkan lagi Adinta memiliki latar belakang Nyang bahkan tidak terbayangkan, mengusap air matanya yang terus mengalir seperti sungai. Langkahnya terhenti kala pelukan mengejutkannya.
"Bukankah kamu sudah berpisah...?! lalu kenapa jika kamu punya anak? mari kita didik dia bersama-sama !" Terkejut dengan ungkapan Adinata, Nanda pun berbalik menatap mata laki-laki itu dengan sungguh-sungguh, " Aku akan menyayangi dia seperti putraku sendiri." tambahnya sambil mengecup kening Nanda.
Merasa sangat lega akan keputusan Adinata, Nanda lantas membalas pelukan Adinta dan mengecup pipinya "Terimakasih" Memeluknya erat, benar-benar erat. Terasa tak ingin terpisahkan lagi oleh jarak dan waktu.
Mereka melangkah pergi meninggal tempat penuh kenangan , mengendarai mobil nya melaju menuju rumah citra, Adinta berniat membawa Nanda kerumah Citra.
__ADS_1
"Kemana kita akan pergi?"
"Kerumah adikku sekaligus mantan istri ku!" Gurau Adinata.
"Ohh....!"
"Terimakasih!"
"Untuk??!"
"Jika bukan karna mu, mungkin aku masih berenang sendiri di tengah lautan obsesi yang ku anggap cinta, yang mungkin akan menenggelamkan diriku sendiri ." Meraih tangan Nanda dan mengecupnya lembut, Senyuman manis mekar di wajah cantik itu, kebahagiaan terlihat dari wajahnya, rasa puas dapat menyelamatkan seseorang dari obsesinya sendiri.
"Syukurlah.... aku lebih bahagia darimu! Bagaimana keadaan Citra sekarang?"
"Kenapa?"
"Dia mengalami amnesia, akibat kecelakaan beberapa waktu lalu..." menghela nafas nya " Tapi syukurlah dia telah menemukan ayah dari anak-anak, suaminya juga sangat mencintainya"
"Syukurlah masih ada kebahagiaan setelah kepahitan!.... apa kamu tidak ingin mengetahui cerita pernikahan ku?!"
"Jika kamu ingin bercerita maka aku akan mendengarkan nya dengan senang hati, tapi jika kamu tidak ingin mengatakan nya, maka aku akan sangat menghargai keputusan mu!".
Mendengar ucapan Adinata, wanita itu merasa lega, "Dia tetap seperti biasa, menghargai keputusan ku " ungkapnya dalam hati. "Baiklah... aku akan bercerita tentang awal kami bertemu..." Nanda menceritakan kisah pernikahan nya pada Adinta.
__ADS_1
...~Flashback on~...
Dulu... saat ayah Nanda masih hidup, beliau ingin sekali menjodohkan Nanda dengan laki-laki pilihannya, melihat dan mengerti kondisi ayahnya Nanda tak mampu menolak, akhirnya mereka menikah, dan memiliki anak bernama Leo, saat Leo menginjak usia 2bln, ayah Nanda meninggal dunia akibat kangker paru-paru Nyang terus menggerogoti tubuhnya. Sejak sang ayah meninggal, sikap suaminya berubah 360° seperti orang yang tidak dia kenal sebelumnya, kadang saat dia mabuk tidak segan melayangkan tangannya pada Nanda, sampai di suatu malam, suaminya pulang dalam keadaan mabuk Nanda mendapat pukulan keras di bagian bahu kanannya, Nanda masih mencoba menahan amarah nya hingga saat suaminya itu akan memukul anaknya yang bahkan belum tahu apa-apa, saat itulah emosi Nanda mendidih, akhirnya Nanda memutuskan berpisah dan mendapatkan hak asuh anak sepenuh nya. Saat ini mantan suami Nanda mendekam di penjara akibat judi dan mabuk.
...~Flashback off~...
"Jika aku bertemu dengan laki-laki itu akan ku hajar habis dia!". Kata Adinata geram....
"Sudahlah lupakan yang telah berlalu!..." . Nanda mencubit pipi Adinta yang gemas karna amarahnya."Bukankah aku telah miliki mu untuk menjaga ku dan Leo saat ini." Menggenggam erat tangan Adinata. Mereka saling pandang dan menyakinkan bahwa mereka tidak akan terpisahkan apapun yang terjadi.
...----------------...
Dirumah... Citra yang berusaha membuat cake coklat untuk permintaan maafnya pada anak-anak, Rasa bersalah di hatinya membuat nya kebingungan harus berbuat apa.
"Dari pagi aku belum melihat kakak ? apakah dia pergi dari pagi?". Tanya Citra penasaran sambil matanya terus menelusuri segala penjuru mencari cocok kakaknya.
"Tidak.... Dia sedang di kantor tadi, lalu kekasih lamanya datang dan Adinata membawanya untuk berkeliling.!"
"Ohh....!"
...****************...
Bersambung.....
__ADS_1