
Lembaran dokumen yang melayang menambah kesan romantis, Adinata yang terpana pada tatapan mata wanita yang saat ini berada di pelukannya.
" Adinata....!!" Katanya terkejut ... melepaskan pelukan laki-laki itu.
"Nanda ....." Spontan Adinata memeluknya erat. " Aku merindukanmu... kemana kamu beberapa tahun ini... aku mencari mu ke semua tempat tapi aku tidak menemukan mu." Suaranya semakin lirih, tak tersadar cairan bening menetes di ujung matanya.
Nanda perlahan mengangkat tangan, ingin dalam hatinya membalas pelukan itu. "Aku mencari mu seperti orang gila, kenapa kamu memberikan ku harapan lalu menghilang .... Dasar lollipop!!" Tambah Adinata, Nanda pun mulai tersenyum, tanggannya merangkul membalas pelukan laki-laki jangkung itu.
"Aku juga merindukan mu! apa kamu tahu aku sangat sangat sangat.... rindu... maka aku akan menghukum mu, karna kamu telah menyiksaku dengan rindu." Sahut Nanda riang menenangkan hati Adinata yang gelisah itu. Lantas Adinata melepaskan pelukannya, tak ingin kehilangan momen, mencium mesra Nanda di hadapan semua orang yang ada disana.
Karyawan yang menyaksikan sontak ikut riuh, para jomblo merasa tersakiti dengan kemesraan mereka, sedang mereka yang memiliki pasangan sangat iri pada pasangan romantis itu.
Wiliyam yang baru saja keluar dari lift di kejutkan dengan adegan didepan matanya. Adinata teman dari atasan sekaligus bosnya dan juga Nanda teman satu departemen dengannya kini berciuman di hadapan semua orang.
"Astaga....!!! apa yang sebenarnya terjadi !!?". Gumam Wiliyam, sangat terkejut melihat kejadian itu, lalu ia menelpon Reza, menceritakan riuh nya kantor akibat dua sejoli yang saling jatuh cinta.
"***Jangan pergi lagi...!"
"Emmm...!!"
"Baiklah kita akan pergi dari sini... sepertinya aku membuat kehebohan di tempat ini***."
Adinata menarik tangan Nanda dan membawa nya pergi. Kabar ini sangat cepat menyebar, jika Nanda adalah kekasih yang telah lama di cari oleh Adinata, dia juga adalah salah satu alasan Adinata ke Balikpapan.
...----------------...
Dirumah Arzana bersama anak-anak bermain bersama di kamarnya.
π²πΆπΆ.... Deringan ponsel milik Arzana.
"Apa kamu tahu jika Adinata memiliki kekasih??!"
"Ya... jangan berteriak di telingaku.. ! memang kenapa ???"
__ADS_1
"Hari ini dia mencium wanita di kantor...! apa kamu tahu siapa yang dia cium?"
"Siapa !!??"
"Nanda ... teman satu departemen denganku, sekertaris Reza yang baru masuk beberapa bulan lalu!"
"Ohh syukurlah mereka bertemu lagi."
"Ya.. apa maksudmu? benarkah mereka sudah bersama sejak lama?"
"Ya kamu bertanya atau ingin baku hantam denganku..lalu apa tujuanmu menelpon ku??"
"Ekhhmmm!". Tersedak oleh nafasnya sendiri, Wiliyam juga tidak tahu kenapa dia langsung menelpon Arzana untuk hal ini." ***Ahh sudahlah aku salah menelepon mu, dasar wanita galak..!"
"Ya.....". Tutt tutttt tuttt...Wiliyam menutup panggilan nya."Dasar laki-laki aneh***." Menutup ponselnya dengan marah, tangannya meraih segelas air di meja dan meminumnya berharap dapat meredakan amarahnya....
Anak-anak yang menyaksikan Arzana mengomel dengan ponselnya, anak-anak genius itu paham jika mami nya dan paman Wiliyam saling jatuh cinta tapi takut untuk mengungkapkan satu sama lain.
"Apakah mami jatuh cinta pada paman wiliyam.!!?" Kata Jhonson, Jhonatan yang mendengar ikut tertawa kecil menggodanya.
"Belum waktunya kalian mengerti tentang cinta.". Kata Arzana sinis.
"***Mami..kami sudah dewasa..."
" Dewasa apanya kalian baru masuk usia 8thn itu juga tahun depan!". Arzana memotong ucapan Jhonatan, seketika bibir kecil Jhonatan menyungut. "sudah jangan bahas ini... apa kalian tahu jika papa kalian sudah menemukan kekasih lamanya!"
"Ahhh benarkah***... ". sahut Jhonatan
"***Benarkah... bukankah ini hal baik mami, papa dan ibu bisa menikah bersama, kita akan mengadakan pernikahan dengan dua pasang mempelai.".
"Apa yang kamu fikirkan***!!?" Jitankan tangan Arzana melayang ke kepala Jhonson.
.........
__ADS_1
Disisi lain Adinata merasa bahagia telah menemukan wanita yang selama ini dia cari, mereka pergi mengendarai mobil nya menuju pantai Kemala, tempat pertama mereka bertemu.
"Kemana kamu selama ini??". Tanya Nanda, tangannya masih berada di genggaman Adinta erat.
"***Aku kembali... "
"Kembali???"
"Kembali ke rumah orang tua ku... setelah bertahun-tahun aku menemukan mereka."
"Ahh... syukurlah dimana mereka sekarang? apakah ayah dan ibumu sehat....?"
"Mereka sehat... "
"Aku penasaran seperti apa orang tuamu?"
"Apakah kamu mau aku membawa mu pulang dan bertemu dengan mereka?"
"Benarkah?!"
"Minggu depan kita berangkat, aku akan mempersiapkan semua dokumen yang kamu perlukan...".
"Tunggu ... dokumen! maksudnya??"
"Ayah dan ibu kandung ku adalah CEO perusahaan di Malaysia, ...."
"Bisa di bilang kamu memiliki gelar DATO***!" Sela Nanda.
"Ehemmm". Adinata menatapnya, Nanda melepaskan genggaman tangannya perlahan...dengan cepat Adinta menarik kembali tangan yang hampir lepas itu. Jari-jari nya semakin erat. "Kenapa....??"
Nanda hanya menatapnya, melihat di setiap sujud wajah laki-laki itu, dia merasakan sekamin jauh jarak nya kini dengan laki-laki yang telah mengisi hatinya. "Bukankah kamu tahu aku siapa, apakah orang tuamu dengan derajat dan status sosialmu yang tinggi bisa menerimaku, yang hanya yatim piatu ini!" Menetes air mata di wajah ayunya. Adista tak berdaya mendengar kalimat menyediakan yang keluar dari mulut nya.
"Nda.... percayalah padaku... aku akan bersamamu...! jangan lihat aku setinggi itu... lihatlah aku tetap sebagai laki-laki biasa seperti saat pertama kita bertemu..." Mengangkat wajah Nanda yang tertunduk, mereka hanyut bersama akan kegelisahan di hati masing masih, Wajah Adinta semakin mendekat, ciuman manis mendarat di bibir Nanda yang merona, "Percaya padaku.. ku mohon aku mencintaimu.. jangan pergi lagi oke..!" Bisik Adinta di telinganya....
__ADS_1
...****************...
Bersambung.....