Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
Bersaudara??!


__ADS_3

Citra yang tertegun akan pertanyaan Malda, matanya langsung tertuju pada Jhonson yang berdiam diri di hadapannya.


Mengambil nafas dalam "Mereka sudah mengetahui nya ibu..."


Citra membelai lembut rambut panjang putrinya, disusul dengan Jhonatan yang ikut merengkuh tubuh ringkih sang. "Ibu baik-baik saja sekarang, jangan khawatir karna ada kalian disisi ibu."


Suasana ruang itu semakin haru, sebelum seorang perawat memecah keheningan saat itu.


"Dr Jhon pasien kamar 305 kritis !!!" suaranya bergetar, perawat itu terlihat pucat dengan banyak keringat memenuhi wajahnya, nafasnya bersambung tak karuan.


"Salsa!!"Jhonson langsung berlari, langkahnya tak berjangkah seakan melayang di udara, melesat cepat menuju ruang perawatan.


Memakai sarung tangannya "Apa yang terjadi?"


Salsa mengalami sudden cardiac arrest (jantung terhenti) para perawat memberikan pertolongan pertama dengan CPR, alat kejut jantung otomatis (AED).


"Salsa kembalilah, banyak yang ingin ku tanyakan!" Bibirnya terus mengatakan kalimat yang sama. Setelah semua orang berjuang beberapa menit, akhirnya salsa kembali lolos dari maut.


"Syukurlah!" Kakinyalnsung lemas, jatuh truuk disebelah ranjangnya. Para perawat yang membantu ikut merasa lega, bagaimanapun, mereka telah merawat salsa dalam beberapa tahun dan merasa salsa adalah adik kecilnya.


Jhonson memindahkan nya ke ruang ICU untuk perawatan intensif. Jhonson keluar dari ruangan itu dengan tubuhnya yang lemah dan pucat. Saat ia membuka pintu.


"Bagaimana keadaan salsa Jhon?"

__ADS_1


"Dia sudah stabil ibu."


Tanpa kata tambahan lagi, Jhonson berjalan lemas meninggalkan mereka di depan ruang ICU tempat salsa di rawat.


"Ada apa dengan Jhonson?!"


Jhonatan yang mengetahui kebenaran tentang salsa adalah adik kandung Hanny Margareta,


"Apa ibu ingat beberapa tahun yang lalu, kakak akan menikahi kekasihnya?"


"Ya... ibu bahkan penasaran bagaimana rupa gadis itu, wanita mana yang bisa meluluhkan kulkas dua pintu ibu."


Wajahnya tertunduk "Dia meninggal dalam kecelakaan saat akan pergi ke acara bu."


"Bahkan kakak juga baru mengetahui nya beberapa hari yang lalu saat salsa meminta kakak membawanya ke makam Addleweis." Mengambil nafas dalam dan melanjutkan kalimatnya "Kakak baru tahu gadis yang ia jaga selama ini adalah adik kandung dari Hanny."


"Jadi salsa adalah adik kandung Hanny?" Celetuk Malda menyela pembicaraan itu.


Citra tampak benar-benar syok, raut wajahnya langsung berubah mendengar kabar itu ^Jadi salsa adalah adik hanny, dan jantung itu....??! ^ Hatinya terus bertanya-tanya tentang kebenaran yang ada di hadapannya. ^Ya Tuhan apa yang harus aku katakan pada Putra ku^.


"Kasihan kakak, selama ini dia mencari orang yang sudah mati."


"Ya jaga ucapanmu!"

__ADS_1


"Kenapa ..? bukankah itu fakta!"


"Iya itu fakta, tapi kata-kata mu terlalu tajam."


Perdebatan kakak beradik pun berlanjut, citra yang masih terdiam hatinya seperti hujan petir dan badai.


"Jhonson... anak ibu yang malang, kamu di tempa untuk dewasa oleh waktu di usia muda, dan kini takdir seperti sedang menguji kekuatan mu lagi nak." Lamunan itu menghasilkan buliran bening dari ujung matanya, membuat Jhonatan dan Malda berhenti berdebat, mereka memperhatikan sang ibu.


"Ibu...??!'


Tersadar dari ruang hampa nya citra lekas berpamitan, "Eeee....Ibu akan menyusul kakak mu, mungkin dia sedang membutuhkan ibu."


Mereka keheranan dengan laku sang ibu dan kakak nya. Dua adik beradik itu saling pandang, "Ada apa dengan ibu?"


"Mana ku tahu."


"Kakak tidak berguna!"


"Ya nenek sihir, aku ini seorang CEO muda Genius."


"Ya... Ya.... Ya...." Melangkah pergi meninggalkan Jhonatan sendiri di ruangan itu.


...****************...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2