Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
Salsa yang koma


__ADS_3


Rumah sakit.


"Kakak....!!"


Jhonatan terlihat berlarian sepanjang koridor. "Apa ini sang CEO itu.." kata Jhonson datar melihat tingkah Jhonatan yang masih seperti anak-anak itu.


"CEO itu hanya gelar ku, rasa nya ingin pensiun dini..." Jhonson hanya mendengus mendengar pernyataan itu. " Bagaimana keadaan salsa?" Mendengar itu Jhonson lantas menarik tangannya dan membawa Jhonatan pergi.



Di ruang kerja nya. "***Hari ini aku membawa salsa ke pemakaman kakaknya..!"


"Dia punya kakak?!"


"Hemmm...!"


"Lalu...?!"


"Apa kau tau siapa kakak salsa***?"


Menggeleng kepalanya, wajahnya berubah murung. Wajah serius nya semakin menakutkan.


"Kakak... jangan membuatku takut!"


"Dia adalah adik nya...!"


"Apa!!"


"Dia adik yang selalu dia cerita kan dulu."


"Astaga dunia ini begitu sempit...!"


"Lalu apa yang terjadi padanya..?"

__ADS_1


"Aku belum sempat menanyakan itu padanya."


2hari kemudian....


Kondisi salsa hingga kini belum membaik, terlalu banyak alat medis menusuk tubuh kecil itu. Jhonson yang masih setia menunggunya bangun.


Di sela-sela kesibukan sebagai dokter, Jhonson selalu menyempatkan diri menemani Salsa yang masih dalam kondisi koma. Sesekali tubuhnya merespon kehadiran Jhonson yang menggenggam tangan nya. Tapi tubuh itu tak ingin membuka mata.


"Salsa .. Dr Jhon disini..." Katanya lirih masih menggenggam tangan kecil itu. "Bangun lah... aku menunggumu disini... Dr Jhon memaafkan mu!"


Dengan kalimat itu salsa sedikit menggerakkan jari-jari kecil nya. Bulir bening menetes dari ujung matanya. Dia benar-benar ingin bangun dan membuka mata.


Perlahan mata itupun terbuka, nafasnya masih tersengal-sengal, menatap sendu Dr Jhon di sampingnya. "Tidak apa-apa dr Jhon disini." Katanya memenangkan salsa. Kedua tangannya mengangkat perlahan dan terbuka. Jhonson pun memeluk tubuh kecil tidak berdaya itu. "Kakak merindukan mu." Bisiknya di telinga Jhonson, dia pun memeluk tubuh skecil begitu erat. "Aku tahu, aku juga merindukan nya."


Mereka saling menenangkan dalam pelukan, seperti memeluk tubuh yang lama hilang dengan cinta yang ia dambakan. Jhonson merasa, ia memeluk kembali Hanny kekasihnya yang hilang.


Priankkk


Segelas kopi cup jatuh di lantai setelah tergelincir dari tangan Jhonatan.


...----------------...


Koridor gedung



"***Jangan salah paham..."


"Tidak***..!!"


Salah satu sudut bibirnya terangkat "***Kamu tidak bisa menipu ku!!"


"Apa cemburu ku terlalu terlihat olehmu***?"


Jhonson pun menonyor kening adiknya itu. "Yaa....!! aku ini seorang CEO."

__ADS_1


Smrik "Kamu CEO saat di kantormu, tapi kamu ini adikku jika kamu berada disini."


"Oke oke..."


Jhonson menjelaskan tentang apa yang terjadi padanya dan Salsabila. Jhonson begitu memahami perasaan Jhonatan yang saat ini menaruh perasaan pada Salsa.


"***Apa kamu benar-benar menyukainya?"


"Tentu saja, dia gadis pertama yang membuatku berdebar***."


Smrik "Play boy sepertimu apa benar-benar bisa berdebar karna gadis kecil."


Melihat gadis kecil itu berlari dan mangatai nya "paman" melihat senyum polos di wajah salsabila membuatnya terpesona pada pandangan pertama.


Satu-satunya gadis yang tidak sungkan bercanda dengannya, satu-satunya gadis yang tidak melihat gelarnya sang CEO muda.


"Kakak...apa kakak tahu tentang kesehatan ibu..!"


Seketika tawa itu sirna dari wajahnya, Jhonson hanya terdiam mendengar pertanyaan Jhonatan.


"Sudah ku duga, hanya aku dan Malda yang tidak mengetahui penyakit ibu."


Jhonson menatap dalam adiknya yang penuh tanya, "Ada alasan kenapa ibu tidak mengatakan nya pada mu dan Malda."


Menghela nafas nya dalam "***Sayang sekali, Malda sudah terlalu dalam menyelidiki nya..."


"Apa....??!"


..


...****************...


bersambung***


__ADS_1


__ADS_2