Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.47 Tiga Pasang Calon Pengantin


__ADS_3

Selesai membuat cake untuk anak-anaknya, Citra dan Reza pergi ke kamar Jhonson dan Jhonatan. Terlihat betul kekhawatiran di wajah Citra, dengan segera Reza meraih pinggang dan merangkulnya "Tenanglah.... kita akan bertemu anak-anak, bukan untuk interogasi kasus!" Candanya, secara spontan Citra mencubit perut Reza, tanpa dia sadari masih ada luka di perut Reza yang belum pulih.


"ahhh..... maaf aku lupa jika lengan dan perut mu masih terluka." Mengusap perut Reza yang terluka.


"Nyonya... aku baik-baik saja....". Menghentikan tangan Citra yang mengusap Perutnya. "Tapi jika nyonya tidak berhenti mengusap perutku, mungkin nyonya yang akan tidak baik-baik saja" Smrik


Citra langsung menjauh dan mundur beberapa langkah "aaaaa... anak-anak pasti sudah menunggu!". Berbalik dan pergi dengan rasa malu pipinya pun merona.


"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku satu kali lagi!" Gumam Reza dalam hati,mengikuti langkah Citra.


Anak-anak yang sedang sibuk di ruangan bersama arzana, mendengar ketukan pintu.


Tok...tok...tok...


"Apakah ibu boleh masuk?" Seru Citra dari luar pintu kamar mereka.


"Ibu...." Jhonson dan Jhonatan berlari berebut membuka pintu kamarnya.


Memeluk ibunya yang berjongkok menunggu di depan pintu. "Senangnya ibu sudah sembuh!" Kata Jhonson. "Apakah ibu akan bermain bersama kami!" Sahut Jhonatan riang.


"Benar sekali... ibu juga membawa cake coklat untuk kalian." Mencubit pipik kedua anaknya.


Citra dan anak-anaknya bermain bersama, bercerita dan memakan cake coklat buatannya. Arzana meneteskan air mata melihat kebahagiaan ini. "Syukurlah!" Katanya sambil menghela nafas.


"Ya... syukurlah... setidaknya kesedihan kemarin di tukar dengan kebahagiaan ini.". Sahut Reza.

__ADS_1


"Lalu apa yang tuan tunggu ? " Melihat ke arah Reza "Bukankah Anda harus ikut dalam kebahagiaan ini!"


Reza hanya tersenyum, menepuk bahu teman nya itu, lalu Reza pun menghampiri istri dan anak-anaknya. Seperti keluarga kecil lainnya mereka bersenda gurau bermain, membaca buku, dan kegiatan menyenangkan lainnya.


Arzana begitu bahagia melihat pemandangan yang ada di hadapannya. "Sayang ku Citra, aku berharap ini adalah imbalan atas kesabaran dan ketabahan mu selama ini." Tak sadar arzana meneteskan air matanya.


"Kukira wanita galak ini tidak bisa menangis!" Sahut seseorang dari belakang dan merangkul arzana yang masih berdiri di depan pintu.


"Kamu...!". Menoleh dengan cepat dan menghapus air matanya, betapa terkejutnya Arzana seseorang yang berani memeluk nya adalah Wiliyam, laki-laki yang tiap kali mereka bertemu selalu bertengkar bagai kucing dan tikus.


Wiliyam mendekat pada arzana yang dari tadi terus mundur beberapa langkah " Za..... menikahlah denganku!" Berlutut di hadapannya dan menyodorkan cincin bertaburkan permata indah disana.


Arzana hanya terdiam membisu melihat Wiliyam yang tampak serius berlutut dihadapannya.


"Mami terima saja paman baik itu!" Seru Jhonatan dan jhonson bersamaan, mereka hadir di tengah ke gugup an arzana.


Arzana memeluk sahabatnya erat, entahlah apa yang ada di benak arzana dirinya sendiri pun begitu kebingungan.


"Benar .... sudah saat nya kamu bahagia!" Sahut Adinta, hadirnya mengejutkan semua orang, tangan nya yang masih menggenggam erat wanita yang sangat dia cintai nanda.


"Adinata.... Nanda !"


"Sudah saatnya kamu menemukan seseorang yang dapat menjagamu, menemani mu dan berbagi rasa dengan mu!" Kata Nanda menghampiri arzana dan Citra.


Citra yang lupa ingatan hanya mengiyakan ucapan Nanda tanpa mengetahui siapa wanita itu, sambil dia coba menyakinkan sahabatnya untuk menerima lamaran Wiliyam.

__ADS_1


Setelah semua orang menyakinkan Arzana, dengan ringan bibirnya berkata "Aku bersedia!" Wiliyam pun terbangun dan langsung memeluk Arzana, kebahagiaan terasa berkumpul di satu tempat itu. Semua orang bersuka cita akan kabar yang gembira, akankah pernikahan ke tiga pasangan itu akan di adakan bersamaan?


"Lihatlah kita miliki 3ayah dan 3ibu sekarang." Seru Jhonson kegirangan. "Dan kita juga punya 2kakek dan 1nenek cantik." Sahut Jhonatan.


Citra menoleh ke arah anak-anak nya, menghampiri dan memeluk mereka dengan bahagia. "Terimakasih telah menjadi anak-anakku, meskipun ibu tidak bisa mengingat hal-hal bahagia yang telah terlewati, tapi ibu merasa lebih bahagia sekarang." Berkata sambil berurai air mata di pipinya.


"Citra.... mungkin kamu juga melupakan tentang Nanda?" Kata Adinta padanya, citra langsung menghapus air matanya dan berbalik melihat seorang wanita yang berdiri tepat di hadapannya.


"Bolehkah aku meminta kakak mu menjadi suami ku?" Tanya Nanda padanya, Citra lantas tercengang akan permintaan Nanda.


"Aaa.... tentu saja, apa yang membuat kakak ku bahagia pasti akan ku kabulkan!"


"Ternyata benar kamu melupakan ku?" Nanda langsung memeluk tubuh Citra yang mungil itu. "Tapi ini lebih baik.. mari kita buka lembaran baru." Sambungnya lagi Nanda merasakan kesedihan laki-laki yang sangat dia cintai itu. mengigat lagi kemasa lalu, dulu Citra sangat tidak menyukai sikap Nanda yang Bar-bar. Usianya semakin bertambah dan ditambah lagi kini Nanda memiliki Leo menjadikan sikap dan tingkah lakunya sangat berbeda, hatinya juga lega karna citra telah melupakan sifat bar-bar nya.


"Baiklah... kita lupakan masa lalu, mari kita semua buka lembaran baru...!" Kata Adinta dan memeluk kedua wanita yang sangat dia sayangi.


Seseorang menarik jaket nya dan berkata "Jangan memeluk istriku sembarangan!" Seru Reza cemburu, lantas dia lun merebut citra ke pelukannya.


"Heee... aku ini abangnya! wajar jika aku memeluk adikku!"


"Tapi kamu juga mantan suaminya!"


Melihat perdebatan dua orang laki-laki dewasa yang kekanak-kanakan itu semua orang tergelak tawa.


"Sepertinya kami ketinggalan berita, ada hal menyenangkan apa ini!?" ........

__ADS_1


...****************...


Bersambung....


__ADS_2