
.....
Taman Rumah Sakit.
Seorang gadis cantik bergaun putih dengan rambut hitam bergelombang ujungnya, tersemat setangkai mawar putih di tangan. Matanya yang berwarna kecoklatan dengan bulu matanya yang lentik, menambah kesan bak princess pada gadis itu. Duduk termenung di bangku taman belakang Rumah sakit.
Matanya yang mengambang seakan menghayalkan sesuatu. Dua sudut bibirnya sesekali terangkat, menampakkan senyuman tipis di wajahnya yang ayu.
"Sedang memikirkan apa ?!" Duduk di sebelahnya yang kosong, mengulurkan segelas jus jeruk kesukaannya.
"Dr. Jhon ?!" Tersenyum lebar ke arahnya, membuat jantung itu sedikit tidak beraturan. "Merindukan kakak...!!" Melihat jus jeruk di cup nya yang begitu pekat. "Sudah lama tidak berkunjung ke rumahnya, aku sangat ingin pergi!" Matanya mulai berkaca-kaca.
"Mau ku antar kesana?" Membelai rambut lembut dan bergelombang itu. "Jika rindu temui saja, jangan di tahan itu tidak baik untuk kesehatan mu."
Tawanya begitu tipis, tapi matanya yang terus berkaca-kaca menjelaskan banyak hal. "Rumah nya terlalu jauh, butuh lebih dari 5jam perjalanan darat."
Melihat gadis itu begitu merindukan seseorang, Jhonson merasa sakit dan sesak di hatinya. Jhonson pun mengalami hal yang sama, dimana dia merindukan seseorang yang tidak akan pernah ditemuinya lagi.
"DIA" dia yang selalu menjadi bahan perbincangan Jhonatan dan Malda, cinta pertama Jhonson yang tidak pernah terlupakan. Seorang wanita yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar, memberi luka sayatan yang cukup dalam. Dimana dia tidak hadir dalam acara pertunangannya bersama Jhonson seperti rencana mereka.
"Bukan masalah untuk ku, selagi kamu bisa menemui orang yang kamu sayang." Jhonson lagi-lagi meyakinkan Salsabila untuk menemui orang yang sangat dia rindukan.
Tawa lebar merekah di wajah mungilnya yang cantik. Salsa benar-benar menemukan sosok yang dia anggap seperti kakaknya sendiri.
__ADS_1
Obrolan itu terus berlanjut, mereka tampak begitu akrab satu sama lain. Seperti sepasang kekasih yang begitu serasi.
.......
Di ruang perawatan nya Salsabila berdandan sangat cantik hari itu, masih dengan gaun favoritnya dengan nuansa putih, dengan jepit berbentuk mawar menghiasi rambut hitam bergelombang nya, sepatu flat putih juga menghiasi kakinya. Sebuket mawar putih pun menghiasi tangannya.
"Wah... nona sangat cantik!" Seorang suster Nyang membantunya berdandan begitu mengagumi kecantikan nya yang seperti putri.
"***Sudah siap?"
"Emmm...."
"Atap....??!"
"Naik mobil akan memakan waktu lama, kita naik helikopter saja***."
Kejutan itu benar-benar membuat salsa terharu, hanya untuk pergi ke suatu tempat yang terpencil Dr Jhonson menyiapkan helikopter untuk nya.
"***Jangan bengong di sana!"
"Ya***..."
__ADS_1
Tangan lebar nan kekar itu menarik tangan mungil Salsa yang dingin. Melihat punggung pria itu begitu lebar dan berwibawa. Salsa yang hanyut dalam pandangan mengabaikan pertanyaan yang keluar dari laki-laki tampan itu.
"Salsa...?!" Menonyor kening gadis kecil itu.
"Emm... ya...?!" Wajahnya yang terlihat malu pun memerah "Dokter memanggilku?"
Senyumannya lebar melihat tingkah polos gadis itu "***Kemana kita akan pergi..?"
"Aaaaa..... Pemakaman edelweis***!"
Langkah lebar itu terhenti, gadis kecil yang mengikuti langkahnya itu lun ikut terhenti. "***Kenapa Dr Jhon?"
"Siapa yang ingin kamu temui...?"
"Kakak perempuan ku.. yang wafat -/+ 3thn lalu***!"
Entah mengapa jantung Jhonson berdetak lebih cepat, perasaan sedih itu menggelayut di hatinya. Seakan baru saja ikut kehilangan seseorang yang dia cintai.
Helikopter itu lepas landas, entah mengapa sepanjang janlan mulutnya mulai terkunci. Pertanyaan yang ada di hatinya seperti terhenti di tenggorokan.
Sebuah kalimat tanya yang terucap menyadarkannya dalam keheningan "Dr Jhon baik-baik saja..."
.........
__ADS_1