
Sampai di gedung apartemen Citra, Reza dan Wiliyam bergegas naik ke lantai atas tempat tinggal Citra. Dentingan bel berbunyi arzana bergegas membuka pintu agar tidak membangunkan citra yang masih tertidur di sofa kelelahan menangis terlalu lama.
"*S**ilahkan ma.....suk*." Membuka dengan lebarnya tanpa mengetahui bahwa Reza dan Wiliyam yang datang, seketika arzana menutup pintu dengan panik namun pintu itu tidak dapat ditutup Wiliyam sengaja menjadikan kakinya untuk menghalangi pintu, Reza membuka paksa pintu dan bergegas masuk. Arzana yang masih merasa panik langkahnya terhenti saat Wiliyam menarik tangannya dan membuat arzana jatuh dalam pelukan Wiliyam.
"Jangan takut nona, tuan hanya ingin melihat nyonya dan tuan muda disini." Berbisik di telinga arzana, semakin tidak karuan hatinya rasa takut yang bercampur dengan detak jantung nya seperti di pacu dengan cepat karna dia sedang berada di pelukan seorang pria, seolah Wiliyam pun bisa mendengar debarannya.
Reza mendekati Citra, melihat wajahnya yang cantik tertidur pulas dalam hati Reza berkata
"Hai gadis cantik! benar-benar sulit menemukanmu bahkan dengan kekuasaan ku saja masih sulit sekali mencari mu dan ternyata kamu malah bersembunyi disini." Sambil membelai rambut citra.
"Ayah!!!"
Duo bocil genius keluar dari kamar mereka, langkah kecil mereka membuat Reza tergerak. Melihat dengan bangga kedua putranya yang tumbuh menakjubkan tanpa pengawasan darinya, Reza segera menghampiri.
"*S*hhtttt, pelankan suaramu ibu sedang tertidur."
Jhonson dan Jhonatan saling pandang mereka berbicara dengan isyarat, menarik tangan Reza dan membawanya masuk ke kamar berbicara diam-diam agar tidak membangunkan Citra.
"Ayah!! apakah ayah mencintai ibu, apa ayah ingin bersama ibu mulai sekarang?" Reza hanya memandang wajah polos mereka, membelai rambut dari keduanya.
"Jika benar ayah ingin bersama ibu, lalu bagaimana dengan ibu kalian, apakah ibu juga mau bersama ayah?"
__ADS_1
"Apakah ayah benar-benar mencintai ibu?" Tanya Jhonson lagi dengan tatapan penuh harapan.
"Ayah mencintai ibumu, sejak pertama kami bertemu." Mencium kening anak-anak memeluk mereka dengan erat, tanpa sadar Reza pun meneteskan air matanya.
"*M**aafkan ayah yang tidak bisa menemani kalian selama ini, ayah janji mulai sekarang kalian akan selalu jadi priori**tas untuk ku, dan* ayah akan menjaga ibumu mulai saat ini."
Setelah berbicara dengan anak-anak Reza keluar dari kamar si kembar, melangkah perlahan agar tidak membangunkan Citra yang masih tertidur sebelum kembali ke kantornya, Reza mencium kening Citra mengucapkan selamat tinggal.
Arzana yang melihat pemandangan ini merasa jauh lebih tenang, ketakutan Citra yang selama ini ternyata tidak berdasar. Reza dan Wiliyam pergi meninggalkan Citra dan anak-anaknya.
Tanpa Reza ketahui Renata telah mengikuti sejak tadi.
"Siapa yang ada apartemen kumuh ini, Reza bahkan terlalu lama didalam sana?" gumam Renata terus memperhatikan Reza di balik kaca mobilnya.
Hari berganti citra datang ke kantor seperti pencuri, berharap tidak akan bertemu engan Reza atau yang lainnya.
"*A**ku harus naik tangga, jika naik lift mungkin aku akan bertemu tuan killer itu, astaga ke kantor saja harus seperti pencuri*!" Citra menaiki anak tangga satu persatu sambil bibirnya yang terus ber komat kamit saat dia sampai di lantai 3.
"fuihhhh rasanya kakiku sudah mau patah masih ada 6 lantai lagi dan ak...." belum selesai kalimatnya Reza memotong ucapan Citra.
"*Ji**ka lelah naik lift saja*." kata Reza dengan santai di depan pintu exit lantai 3 menunggu Citra.
__ADS_1
"*Aaa**hhhkkk*...." citra terkejut karna seseorang yang menyahut nya adalah Reza saat Citra hampir terjatuh karna terkejut Reza yang cekatan dengan lengan yang kuat menangkap Citra, adegan itu terjadi bak adegan-adegan yang terjadi di film saja.
Hanyut keduanya saling pandang saling menelusuri mata masing-masing mencari jawaban. "Sudah puas belum melihat wajah ku, jangan sampai kamu terlalu terpesona dengan ketampanan ku." ucap Reza sambil tersenyum licik.
Dengan cepat melepaskan rangkulan Reza, citra berusaha melarikan diri darinya, Reza yang terus mendekat membuat citra kehilangan arah jalan keluar semakin terhimpit badan kecilnya di antara tembok dan badan Reza yang tegap dan kekar itu.
"Sepertinya ada kesalahpahaman di antara kita yang harus di luruskan." kata Reza semakin mendekatkan wajahnya, citra yang panik berusaha melarikan diri melepaskan tubuhnya yang terjepit.
Citra berhasil melarikan diri dengan menginjak kaki Reza dengan kuat, saat kabur citra berjalan dengan cepat dan terus menengok ke belakang memastikan Reza tidak akan mengikutinya, dari kejauhan Reza memberikan ciuman jauh dengan tangannya.
"Rasanya lebih baik aku mengundurkan diri dari pada aku harus berhadapan dengannya setiap hari."
Reza yang dari kejauhan masih terus memperhatikan Citra yang pergi ketakutan seperti melihat setan.
"Baru kamu Citra! wanita yang berani lari dari genggaman ku dan mengabaikan ku, jika itu wanita lain pasti akan memanfaatkan kesempatan ini."
...****************...
Terimakasih untuk like dan komentar nya
Ardia sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, tetep stay ya tunggu update selanjutnya
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏