Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.31 Jhonatan turun tangan


__ADS_3

Jhonatan masuk dan mengunci kamarnya, Jhonatan berusaha mencari lokasi keberadaan ayah dan Kakak Jhonatan melalui laptopny.


"Kenapa lokasi terakhir kakak dan ayah ada di pelabuhan..?" Mengeluarkan ponsel pintar miliknya dan menghubungi seseorang "Paman tampan, bagaimana situasi disana saat ini?" Tanya Jhonatan pada wiliyam.


"Paman tampan saat ini berada di bandara dan masih belum menemukan jejak Tuan muda! ayah dan Tuan muda Jhonson sedang mencari di wilayah pelabuhan kota! ada yang bisa saya bantu tuan muda?"


"Tidak, sudah cukup. paman baik hati-hati!" Menutup teleponnya "Jika paman wiliyam berada di bandara? kenapa ayah dan kakak malah berada di pelabuhan?!" Jhonatan berinisiatif menelpon Arzana untuk bertanya tentang situasi apa yang terjadi saat ini.


Krinnnggggg....nada ponsel arzana berdering, karna terluka arzana hanya tinggal di rumah sakit dan menunggu.


"Jhonatan.. apa yang harus aku katakan padanya saat ini?" Ragu-ragu namun ia tetap mengangka teleponnya. karna baginya mau menghindar bagaimanapun pasti juga akan berhadapan dengan bocah genius itu.


"Halo...iya sayang ada apa?"


"Mami...Katakan apa yang terjadi? Apa yang terjadi pada ibu?"


Belum menjawab arzana sudah menangis sesenggukan "Maafkan mami yang tidak bisa menjada ibumu sayang, maafkan mami ini semua salah mami.. ami akan menerima hukuman darimu." Sambil menangis arzana menceritakan atas apa yang dia dan Citra alami semalam.


"Baiklah itu bukan salah mami, hanya seseorang yang ingin mencari masalah degan ku. Lihat saja aku akan menanggap penculik itu, tidak akan aku ampuni dia yang telah membawa ibuku pergi."


Jhonatan meminta supir dirumah untuk mengantarkan dia ke pelabuhan tempat ayah dan kakak sulungnya berada, selama perjalanan jari-jari kecilnya tak henti mengotak-atik laptopnya.


"Tuan muda, kita sudah sampai.".


"Baiklah, kamu tunggu disini saja jika ayah tau akan semakin serius urusannya."

__ADS_1


Dari jauh terlihat laki-laki tinggi tegap itu berjalan dengan langkah nya yang begitu lebar.


"Siapa yang mengizinkan mu kemari!!" Kata Reza sedikit marah.


"Hei Pak tua, jika aku tidak datang apa ibuku akan cepat di temukan?" Balas Jhonatan ketus.


Tampak kemarahan dimata Jhonatan, Reza langsung tidak bisa berkutik dengan jawaban dari lidah tajam sang anak.


"Jangan bicara seperti itu pada ayah, itu sangat tidak sopan! tidak baik untuk anak-anak." Sahut Jhonson


Jhonatan hanya menatap dan melewati kakak sulungnya, duduk di kursi pemantau seperti seorang detektif yang sedang mengomeli para bawahan.


"Jika aku tahu sejak awal, ibu pasti tidak akan jauh seperti ini!"


Matanya terlihat begitu fokus, Jhonson lun kagum untuk pertama kali melihat adiknya yang begitu serius ini. "Apa yang sedang kamu cari?" Kata Jhonson melihat sang adik melacak komputer miliknya.


"Jangan banyak bicara, aku sedang mencari ibu." Jawabnya sangat ketus, Jhonson hanya terdiam dan terus memperhatikan adiknya. "Apakah lihat Vios hitam ini sangat familiar?" Kata Jhonatan serius, "Bahkan dia juga mampu melepaskan gelang milik ibu tanpa kunci dariku, semua ini hanya bisa dilakukan oleh satu orang." sambungnya lagi penuh teka-teki. Reza yang melihat anak-anaknya berdiskusi bak detektif handal pun menggeleng keheranan.


"Ahhh.... aku ingat, gelang ini hanya kita berlima yang bisa membuka tanpa kunci, aku, kamu, mami, ibu dan....." kata Jhonson belum selesai dia berbicara,


"Dan siapa?...." tanya Reza penasaran.


"Papa angkat kami, ADINATA" Jawab Jhonatan


"ADINATA....!!! "

__ADS_1


......~*Flashback on~......


...Dulu sebelum Citra melahirkan, demi menjaga na baiknya, salah satu karyawan andalan ayah citra bernama adinata menawarkan diri untuk membantu citra mendapatkan akta kelahiran untuk kedua putranya dengan cara menikah, namun pernikahan itu hanya hitam di atas putih, selang beberapa bulan setelah citra melahirkan mereka pun bercerai, dan hidup dengan pilihan masing-masing. Namun Adinata tetap selalu menjaga citra dan kedua putranya meskipun mereka telah berpisah, dia tetap berperan bak seorang ayah yang baik pada Jhonson dan Jhonatan sampai mereka menginjak usia 4tahun. Namun setelah itu mereka berpisah, ada beberapa hal yang harus Adinata urus di negara kelahirannya, saat itu baru citra ketahui jika status Adinata sangat tinggi dibandingkan dirinya, Citra merasa sangat bersalah telah merepotkan Adinata begitu lama. Karna perpisahan itu Adinata dan Jhonatan sepakat membuat gelang perpisahan untuk memudahkan mereka bertemu suatu hati nanti....


......~Flashback off ~......


"Ayo, tunggu apa lagi kita cari dia sekarang!" Teriak Reza, tanggannya menarik Jaz yang tergantung, saat dia akan melangkah dari pintu


"Memang ayah tahu dimana papa kami berada?..." Tanya Jhonatan yang masih duduk santai, langkah Reza seketika terhenti. "Benar juga..." sahut Reza


"Hahaha... ayah kamu langsung jadi bodoh jika itu menyangkut ibu.." Ledek Jhonson pada ayahnya.


"Anak nakal...." Reza langsung menggelitiknya


"Sudahlah, bukan waktunya bercanda waktunya kita menghubungi papah adinata" Sahut Jhonatan serius...


Jhonson dan Reza keheranan untuk pertama kalinya Jhonatan benar benar berbeda, dari yang biasanya terlihat manja kini sangat jelas bahwa dia bisa juga di andalkan ...


Jhonatan mengeluarkan gelang milik nya...


...****************...


Bersambung......


Terimakasih untuk like dan komennya πŸ™πŸ‘β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2