
"Nona tunggu sebentar!" Reza menghentikan langkah arzana yang akan meninggalkan nya.
Arzana berbalik dan menatap matanya melihat keseriusan dari sorot mata Reza yang penuh harapan, seketika memegang dahi dan menggelengkan kepalanya.
"Apakah ini benar-benar yang katanya CEO menakutkan itu, kenapa dia tampak tidak berdaya saat berurusan dengan masalah yang menyangkut citra." Gumam arzana tangganya menarik reza untuk pergi ke suatu tempat. Wiliyam yang dari tadi mengikuti Reza dari jauh lun dihentikan nya.
"Tuan asisten mu sebaiknya tidak ikut campur urusan ini." Reza memberi isyarat pada wiliyam. "Sejak kapan tuan Reza yang terhormat ini mencintai sahabat saya?" Masih ada sedikit keraguan di hati arzana tentang perasaan Reza terhadap sahabat nya itu.
"Malam dimana kami menghabiskan waktu berdua." Jawab Reza singkat, namun matanya menjelaskan banyak tentang perasaan nya.
Arzana menceritakan tentang malam disaat Citra mengetahui bahwa ayah dari bayi yang ada di perutnya adalah seorang CEO yang sangat terpandang, dengan setatus yang saat itu dia sandang tidak ada keberanian behadapan dengan Reza dan mengakuinya.
Hari-hari yang sulit Citra lalui sendiri dengan penuh cemo'oh dari orang sebutan gadis jalang yang hamil di luar nikah baginya itu sudah menjadi makanan yang biasa. Seandainya dulu status citra masih menyandang putri tunggal dari pengusaha properti mungkin dia akan datang padanya dan mengatakan semua yang telah terjadi dan tidak akan kebingungan harus bagaimana.
"Apa yang terjadi dengan perusahaan ayah citra?" Reza menyela pembicaraan mereka.
"Dulu pak darwis memiliki rekan bisnis yang sangat handal,karna kemampuannya dan pertemanan mereka yang baik pak darwis mempercayakan semua pada sahabatnya itu, tapi ternyata semua kebaikan yang dia berikan hanya tipu daya agar pak darwis lengah. Anak dari rekan pak darwis juga dulunya adalah sahabat kami, dan orang itu adalah wanita yang citra tampar beberapa hari lalu di kantor anda." Arzana mencoba menjelaskan dan menceritakan tentang persahabatan mereka dan awal perpecahan itu sahabat yang kini menjadi musuh, orang yang paling dia sayang kini menjadi orang yang paling dia benci.
"Jika Tuhan berpihak pada kami, ingin rasanya menghancurkan orang-orang itu, mereka yang telah menyakiti sabahat ku." Ucap arzana
__ADS_1
" Aku akan membantu citra merebut dan membalaskan dendamnya itu hal mudah bagiku " Saat mereka tengah serius berbincang tentang balas dendam, wanita dengan pakaian modis ya menghampiri, membuka kacamata hitam nya.
"Reza!!!!" ucap nya Sangat lembut.
"Renata!" arzana terkejut melihat renata ikut hadir disana apalagi dengan statusnya yang akan bertunangan dengan Reza karna perjodohan yang di atur oleh ibu Reza.
"Reza aku mencari mu kemana-mana ternyata kamu disini, untuk apa datang di perumahan yang kumuh ini, dan kenapa kamu bersama wanita tidak tahu diri ini, dulu dia resing membuly ku di sekolah." bergelayutan pada reza dengan manja, arzana yang menyaksikan merasa sangat geli, dan meninggalkan mereka begitu saja .
"haizzz... sudahlah tuan semua terserah padamu." Pergi berlalu.
Reza masih dengan sikap tenang nya, dengan alasan rapat dan pekerjaan lainya Reza meninggalkan Renata begitu sendiri disana. Renata geram matanya yang menyala, bergegas menghapiri arzana yang akan memasuki lift, menarik nya dengan keras tamparan hampir melayang di pipinya arzana adalah wanita yang kuat dan tegas, menangkis tamparan itu melemparkan dengan sekuat tenaga tangan Renata.
Renata hanya bisa terdiam dengan kebencian membara di matanya, mengambil ponsel dari tas branded nya dan menelpon seseorang.
"Bantu aku urus seseorang akan ku kirimkan gambarnya." Matanya yang penuh dengan dendam, menggenggam mengepalkan tangannya dengan kuat, dengan hatinya yang kotor menyewa seseorang untuk mencelakai citra.
"Kenapa haru kalian yang lebih unggul dari ku, jelas jelas aku lebih dari pada kalian(arzana dan Citra)." pergi berlalu dari tempat itu,
Arzana bergegas menghampiri citra dan dan anak-anak di dalam namun.
__ADS_1
"Citra bangun! dimana anak-anak."
"Kenapa ku berisik sekali za,mereka disini tidur disamping ku."
"Bangun!!! tidak ada siapapun disisi mu."
Citra yang baru terbangun mendapati anak-anak sudah tidak bersamanya lagi dengan panik "*A**ku terlalu lelah menangis dan tidak sengaja tertidur*." menangis lagi.
"Citra stop jangan menangis lagi, bagaimana kamu bisa memulihkan keadaan jika kamu terus lemah seperti ini, bagaimana kamu akan mempertahankan anak-anak?" Untuk pertama kalinya arzana berteriak padanya dengan nada yang lebih keras dari biasanya, menyadarkan citra yang terlalu lemah selama ini.
"Ra sekarang bukan waktunya kamu lemah, ada anak-anak yang harus kamu perjuangkan kebahagiaan nya." Ucap arzana lagi menyemangati, citra terdiam sejenak dan menyakinkan dirinya harus berubah dan menjadi kuat saat ini.
...****************...
Terimakasih untuk like dan komentar nya
Ardia sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, tetep stay ya tunggu update selanjutnya
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1