
"Sepertinya Malda sudah menyelidiki nya terlalu dalam ..."
"Apa....!!?"
Jhonson lantas melepas dan melempar snelli (jas kedokteran) nya, menggapai Jaket hitam nya di gantungan pintu dan berlari keluar ruangan.
"Kak....!!"
Jhonatan terus memanggil nya, melihat Jhonson Berlari secepat kilat."Ada apa dengannya." Namun langkah itu terhenti di penghujung lorong.
"Kakak mau kemana...?!" Malda menghentikan langkah Johnson.
"Malda...?!"
"Teganya kakak merahasiakan kebenaran sebesar itu pada kami!" Matanya sudah berkaca-kaca.
...----------------...
__ADS_1
Dalam ruang kerja Jhonson.
Seperti kilat tangan Jhonatan menyambar setumpuk file di tangan adiknya. Matanya mengembara di setiap kata dan kalimat dalam laporan itu.
" Jadi ibu selama bertahun-tahun hanya hidup dengan mengandalkan satu ginjal, seumur hidupnya kini harus cuci darah...." Buliran bening itu jatuh dari mata tajam yang bahan belum pernah meneteskan air mata. " kenapa kak...?" Jhonatan terduduk lemas seyara tangannya terus menahan dadanya yang sesak.
Malda yang masih dengan ketegarannya, berdiri di hadapan kedua kakaknya yang bahkan cukup tidak berdaya.
" Maaf... maaf kakak merahasiakan hal besar ini, semua adalah permintaan ibu sendiri."
"Apa...!" Kedua adik itu menjawab bersama dengan nada tinggi mengejutkan.
...Beberapa tahun lalu Ibu (Citra) sangat sehat, Benar-benar ibu yang sempurna, kalian yang terlalu jauh dan sibuk, membuat ibu benar-benar merasa sepi. Namun suatu hari di hari yang tenang, ibu berjalan-jalan di taman yang biasa banyak anak-anak dekat komplek rumah saat itu, namun dalam perjalanan tiba-tiba saja sekelompok orang menyerang ibu. Mereka menyerang ibu yang hanya sendiri tanpa belas kasih. Kelompok itu masih didalangi oleh orang yang sama 17thn silam. Entah dari mana ibu dan ayah memiliki musuh seorang mafia. Insiden itu hampir menewaskan ibu, hingga seorang gadis datang dan menyelamatkannya. Namun nasib nahas malah menimpanya. Salah satu mafia itu menusuk bagian panggulnya, sekuat tenaga dengan luka yang parah itu dia masih berusaha melindungi ibu kita. Di titik penghabisan tenaga mafia lain ikut mehantamnya di bagian panggul lain, dia hanya mengulur waktu hingga bantuan datang. Ibu kita selamat, dengan gadis baik hati dan luka kritis di sekujur tubuhnya. Akibat luka itu beberapa organ dalam tubuhnya tidak berfungsi dengan benar. Hingga suatu pagi, ibu memutuskan memberi satu ginjalnya pada gadis baik itu....
...~ and story jhonson~...
Mereka hanya terdiam mendengar cerita pilu Jhonson tentang ibu mereka. " Lalu dimana gadis itu?" Sela jhonatan penasaran.
Menghela nafasnya begitu dalam. "Ibu mendapat kabar, jika gadis itu meninggal dalam sebuah kecelakaan, gadis baik itu masih dengan lapang mendonorkan organ dalam nya yang masih sehat kepada orang lain."
__ADS_1
Mereka mash tertegun, diam seribu bahasa. Mulut itu seakan terkunci rapat. "Lalu apa hubungannya dengan gadis ini..." Sela malda memecah keheningan itu.
" Ibu meminta aku menjaga gadis ini karna, Dia juga adalah penerima donor jantung dari gadis itu."
"Anak-anak ?" Suara citra yang lembut terdengar dari ambang pintu. "Apa yang terjadi pada sals...?"
Brukk
Malda yang berlari kearahnya lekas memeluk sang ibu yang kini ringkih tak berdaya. "Ibu... Apa ibu sangat kesepian selama ini tanpa aku dan jhonatan?"
"Malda....?? " Dengan hati-hati dan kasih sayang citra membelai rambut panjang putrinya "***Ada apa sayang? apa yang membuat putri ibu yang cantik dan tegar ini menangis?"
"Apa ibu sakit... apa itu menyakitkan***??!" Mata citra langsung membulat, mendengar pertanyaan Malda yang tersedu-sedu. Pandangan langsung tertuju pada Jhonson yang terdiam.
"Jhonson...???!"
...****************...
Bersambung
__ADS_1