Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
Mengenang Masa Lalu


__ADS_3

Di balik kamar nya, Citra melihat tingkah usil Jhonatan pada kakaknya.


"Rasanya baru kemarin ibu menyusui kalian." Katanya lirih diiringi embun bening menetes dari ujung mata.


"Ibu.... !!" teriakan Jhonatan memecah kesedihannya."Lihatlah kakak ingin membunuhku" Berlari kearahnya dan bersembunyi di balik tubuh Citra yang semakin renta.


"Bocah sialan...!" Jhonson terus berusaha menangkapnya.


Citra hanya tertawa melihat tingkah jenaka dari kedua putranya. Tanpa sadar airmata itu jatuh kembali.


"ibu ...!" kata Jhonatan panik melihat ibunya menangis.


"ibu Kenapa? ada yang sakit ?" sahut Jhonson


"Apa kakak membuat ibu menangis?" Sahut Jhonatan, spontan Jhonson melotot kearahnya gulungan buku yang ada di tangan nya pun kepala Jhonatan.


"Ahhsss.... sakit! kakak yang kejam"


matanya melotot dan bibirnya komat-kamit "Jangan cari masalah" ucapnya tanpa suara.


"oke oke.." pasrah terus mengusap kepalanya yang mungkin benjol.


Citra semakin tertawa melihat tingkah anak-anaknya. "Ibu bahagia melihat kalian sangat akur." Membelai kepala keduanya. "***Apakah lelah ?"


"Em..... aku sangat lelah ibu***!" jawab Jhonatan manja yang memeluk tubuh renta ibunya.


"Ayo makan... ibu sudah membuat makanan kesukaan kalian berdua."


"Tentu saja...!" Sahut Jhonatan senang,"Masakan ibu tiada tandingannya" .


"Dimana ayah?" Tanya Jhonson


"Ayahmu di ruang kerja."

__ADS_1


"Ibu dan Jhonatan turun lebih dulu, aku akan manggil ayah untuk makan malam."


Citra mengangguk, Jhonatan dan citra pun turun untuk menyiapkan makan malam. Jhonson melangkah pergi menuju ruang kerja Sanga ayah.


tok...tok...tok...


"Ayah mencariku....!" katanya langsung setelah masuk ke ruang ayahnya.


Berdiri di hadapan jendela (smrik).."Kamu lebih genius dari yang ayah kira !" berbalik melihat ke arah Jhonson.


Jhonson begitu mengerti karakter Reza. Ketika dia pulang dan ayah tidak menyambutnya, ayah akan menunggu di suatu tempat untuk mendiskusikan hal penting.


"Ada apa ayah...??" Menghampiri Reza yang sudah duduk di kursi goyangnya. "Ayah sudah seperti kakek tua!" godanya pada Reza yang duduk di kursi goyang seperti kakek renta.


Smrik "Ayah memang sudah tua...." Reza meminta Jhonson untuk duduk di sebelahnya, "Kemari lah nak...!"


Jhonson mengikuti perintah sang ayah. "Ada hal yang mengusik fikiranmu kah ayah? "


"Tidak ayah hanya ingin mendiskusikan beberapa hal padamu?" menepuk pundak Jhonson, raut wajahnya terlihat sangat risau "Bagaimana keadaan di RS apakah lancar ?"


"Sampai kapan kamu akan menolak sebagai pewaris RS itu?"


Jhonson terdiam, kepalanya terus menunduk entah apa yang harus dia katakan.


"Apa kamu belum bisa melupakannya?"


Mulutnya semakin terkunci, terlihat anak yang biasa tegar dan genius itu sudah tumbuh dewasa dan memikul beban yang berat.


"Hmmmm..." Jhonson menghela nafas panjang.


Reza menepuk pundaknya "Jika melihat mu, ayah seperti melihat diri ayah yang dulu!"


Jhonson langsung mengarahkan pandangan tajam ke ayahnya,"Maksud ayah??"

__ADS_1


"Ayah mengerti jika kamu belum bisa melupakannya, sama seperti ayah yang tidak bisa melupakan ibumu selama 7thn."


Jhonson terdiam "Lalu apa yang ayah lakukan ?"


"Ayah berusaha mencari ibumu, tapi sekeras apapun ayah mencarinya ayah tidak menemukan ibumu...."


"Tapi takdir membawa ayah menemui ibu...!"


"Yah... seperti itulah, takdir memang senang bercanda dengan kita."


Jhonson langsung paham tentang hal yang harus dia lakukan dan pesan yang tersirat dari cerita sang ayah.


"Besok akan di adakan rapat dewan direksi, ayah harap kamu sudah membuat keputusan."


"Baik ayah...."


"Ayo turun... ibu dan adikmu sudah menunggu untuk makan malam!"


Mereka melewati makan malam bersama. Masih begitu sepi baginya, citra masih saja merasa ada yang hilang dari hidupnya.


"Ibu...!" Panggilan Jhonatan menyadarkan nya dari lamunan. "Ibu memikirkan sesuatu?"


Menghela nafas "Ya.... ada beberapa hal yang mengganjal hati ibu."


Reza hanya memandangnya, meraih tangan citra dan menggendongnya "Putri mu akan pulang pekan depan.. tenanglah"


"Malda pulang...?"


"Yah... pekan depan !" sahut Jhonson santai.


Jhonatan merasa kesal karna hanya dia satu-satunya yang tidak tahu jika Malda adik bungsu satu-satunya akan pulang ke rumah.


...****************...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2