
"Sejak kapan kakak menyukainya?"
"Hmmmmm....." Pandangannya mengarah ke langit-langit. "Sejak pertama kali bertemu dengannya." Jhonatan tertawa kecil melihat ekspresi Malda yang terkejut.
Jhonatan menceritakan awal pertemuan nya dengan salsa di taman. Bagaimana dia bisa jatuh cinta pada gadis mungil itu. Di tengah percakapan mereka dikejutkan alarm peringatan dari kamar salsa berdering kembali.
Terlihat dari arah berlawanan, datang segerombolan perawat dan dokter. Mereka berlarian setelah mendengar alarm peringatan jika denyut jantung salsa kini terhenti.
Namun hal mengejutkan terjadi. Saat mereka benar-benar khawatir akan keadaan salsa yang memburuk, namun yang mereka dapati adalah Salsa yang sudah berdiri tegak dengan semua alat bantu kehidupannya yang terlepas.
Jhonatan mendahului para dokter dan perawat itu masuk ke ruangan, "Salsa....!!" Pekikan Jhonatan mengejutkan semua orang. Melihat salsa yang tampak baik-baik saja membuatnya ternganga, begitu terkejut semua orang yang ada disana.
"Ini mukjizat kah?" Kata seorang perawat, yang berdiri tepat di belakang jhonatan.
Jhonatan lekas menghampiri nya dan memeluk gadis mungil itu. "Kamu baik-baik saja?"
"Yah tentu..." Menepuk pundak Jhonatan keras"Kakak sebentar lagi ....uhhk...aku tidak akan baik-baik saja jika kamu tidak melepaskan pelukanmu."
...----------------...
Disisi lain, Jhonson begitu terburu-buru setelah mendengar kabar tentang salsa, bahkan larinya tunggang langgang bak seorang pencuri yang akan tertangkap, semua yang ada di hadapannya di terjang tanpa ampun.
Brakkkk...
"**Dr Jhon**!!!?" Salsa tertegun melihat Jhonson terengah-engah.
Melangkah pelan mendekati salsa, "Kamu baik-baik saja?"
"Emmmmm."
__ADS_1
"Syukurlah..." Memeluk dan menangisi nya.
Malda, Jhonatan dan salsa saling lempar pandang.
Beberapa hari telah berlalu.
...~Taman Rumah Sakit~...
Jhonatan membawa salsa untuk berjalan-jalan di taman sekitar. "Apa kamu suka tempat ini?"
"Tentu saja, didalam terlalu sesak hingga membuatku semakin drop." Jawaban riang dan membentangkan tangan nya.
Jhonatan terkikik mendengar ungkapan salsa "***Kamu seperti keluar dari penjara."
"Dasar***!!" Kata Jhonatan datar, dan tangan nya menonyor kening salsa.
Sedang asik mereka bercanda dan tertawa, raut wajah Jhonatan kembali terlihat masam.
"***Kak Nathan baik-baik saja?"
"Eeee***....." Jhonatan menggaruk kepala, ia tampak ragu untuk bertanya.
Salsa menatap nya polos, membuat Jhonatan semakin tidak karuan, ia mengambil nafas dalam dan Membulatkan tekat. "Apa aku bisa bertanya sesuatu?"
"***Tentu!"
"Bagaimana kakak mu meninggal***?"
__ADS_1
Wajahnya langsung terlihat pucat, matanya mulai berkaca-kaca. "Tidak perlu di jawab jika kamu tidak sanggup." Ucapnya lagi pada Salsa.
Salsa menggeleng "Tidak.... aku juga berniat menceritakan ini pada Dr Jhon, tapi sejak hari itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi."
Salsa tampak beberapa kali mengambil nafas dalam "Kakak mengalami kecelakaan, saat dalam perjalanan kami menuju ke acara pertunangannya."
"Kecelakaan?!" Sahutnya terkejut.
"Emmmm..."
"Tapi bagaimana kami tahu, tidak ada kabar kecelakaan di hari itu."
"Bagaimana akan ada kabar, jika kecelakaan itu memang sengaja di rencanakan seseorang untuk kakakku, jika bukan karna kakak mungkin aku juga lenyap di tangan mereka!"
"Maksut kamu mereka.....??!" Matanya semakin membulat.
"***Para mafia."
"Mafia***!!!"
"***Dulu kakak pernah bercerita, jika beberapa tahun sebelum kecelakaan, kak hanny pernah menolong seorang wanita yang di kepung beberapa kelompok pria. Karena hal itulah kakak mulai memiliki musuh mafia."
"Wanita? Dimana mereka bertemu?"
"Entahlah, kakak juga pernah bilang, selain jantung miliknya yang ada di tubuhku, ginjal yang kumiliki ini juga adalah pemberian wanita yang kakak selamatkan, aku sangat ingin bertemu dengannya dan mengucapkan terima***...." Belum selesai mengatakan kalimat terakhir Jhonatan langsung bergegas pergi.
...****************...
Bersambung.....
__ADS_1