
Selesai melaksanakan tugas nya Wiliyam membawa Reza ke ruang rapat untuk membentuk management baru di bawah kepemimpinan nha. saat Wiliyam membuka pintu semua berdiri dan memberi hormat, Reza memasuki ruang rapat dengan gagahnya, tampak dibarisan belakang gadis kecilnya berada.
Citra tampak terkejut akan kedatangan nya merasa tegang dan ketakutan. Beberapa saat berlalu rapat berlangsung seperti biasa hanya saja kali ini terasa sangat menegangkan di bawah kepemimpinan baru Reza. Citra yang berasa di barisan belakang tampak gelisah dan terus mengeluarkan keringat dingin wajah nya tampak pucat. Reza mengangkat tangannya mengisyaratkan untuk menghentikan rapat sejenak,
"Kamu yang berbaju biru di belakang disana?"
"Ya saya pak!" Citra terkejut mendengar panggilan Reza
"Apa kamu kamu sakit wajahmu pucat dan berkeringat?" Tanya Reza yang diam diam menggoda Citra dengan tatapan nya.
"Tidak pak! saya hanya tidak terbiasa mengikuti rapat dengan para petinggi resort seperti ini."
citra berencana ingin cepat meninggalkan rapat itu, ketukan pintu terdengar seseorang membawa anak kecil di ruang rapat.
"Permisi pak Reza, anak bapak terus merengek ingin bertemu anda." Kata resepsionis cantik itu, dan berlalu meninggalkan ruang rapat.
Semua orang di ruangan terkejut melihat Jhonatan dengan santai memanggil Reza dengan sebutan ayah. Citra yang duduk di barisan belakang semakin panik ingin menghampiri Jhonatan.
"Tuan..." Dengan buru-buru masuk ruang rapat.
"Sistem keamanan perusahaan tiba-tiba diretas." Kata salah satu staf salah satu staf IT datang.
Reza segera bangkit dan meminta Wiliyam membawakan laptop nya.
"Bajingan mana yang berani meretas perusahaan ku!" Kata Reza kesal
__ADS_1
"Ayah jangan marah itu hanya kakak yang ingin bermain sebentar dengan ayah." Bisik Jhonatan pada Reza, Reza pun mengetahui bukan hanya Jhonatan yang disini tapi ada Jhonson yang mempermainkan mereka.
"Berikan padaku ayah, aku akan mengirimkan kode pada kakak, kalau ayah sudah mengakui kecerdasan kami." Jhonatan langsung merebut laptop milik Reza. Dengan jari-jari kecilnya yang lihai mengirim kode pada kakaknya bahwa keberhasilan rencana mencapai 50%.
Citra yang duduk di barisan belakang tampak semakin gelisah dari kejauhan, Wiliyam menyadari citra yang dari tadi komat kamit dengan Jhonatan terlihat seperti ibu yang memarahi anaknya, Wiliyam pun merasa curiga.
Setelah masalah sistem selesai rapat terus berjalan, tanpa di ketahui oleh siapapun Jhonatan memberi bungkusan kecil di tangan Wiliyam, mereka saling pandang Jhonatan pun mengedipkan sebelah matanya memberi isyarat yang seharusnya tidak akan terbaca oleh orang-orang yang ada disana.
Reza memperhatikan senyum Jhonatan yang penuh maksut itu, mengangkat alis nya dan berkata dalam hati .
"Jika dilihat anak ini memang sangat mirip dengan ku diusianya, tapi ada hubungan apa dia dan Wiliyam dari tadi mereka saling pandang dan memberi isyarat."
Rapat selesai diam-diam Citra membawa Jhonatan keluar disaat Riza sibuk mengurus hal lain.
"Bawa anak itu keruangan ku."
Reza membuka bungkusan kecil itu, terdapat beberapa helai rambut milik Jhonson dan Jhonatan, serta sepucuk surat yang di tujukan untuk Reza.
**isi surat**
"Ayah, jika kamu meragukan identitas ku maka bawa beberapa helai rambut ku dan kakak untuk di tes."
Wiliyam bergegas pergi ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan DNA, Didepan ruangan Reza Melihat bayangan Jhonatan dan Citra di ujung lorong.
"Jhonatan apa yang kamu lakukan di kantor ibu?"
__ADS_1
"Menemui ayahku!"
"Astaga anak ini!, siapa yang bilang dia ayah mu, dia orang nomer satu di negara kita dia orang yang sangat menakutkan." Citra benar-benar ketakutan dengan apa yang Jhonatan lakukan hari ini di kantor, saat mereka sedang berdebat Reza mendengar kalimat terkahir yang citra ucapkan.
"Siapa yang kamu bilang menakutkan!"
"Pak Reza!!" wajah citra makin pucat
"Dia putramu?" terlihat raut wajah citra yang begitu panik dengan pertanyaan yang di lemparkan Reza.
"Mohon maaf untuk ucapannya tadi diruang rapat mohon pak Reza memaklumi dia hanya anak-anak yang merindukan sosok ayahnya."
Citra bergegas pergi menggendong Jhonatan, izin kepada manager nya untuk pulang lebih awal. Reza kembali keruangan nya menunggu Wiliyam menyelesaikan tugasnya .
"Permisi Tuan."
"Sudah kamu lakukan tes DNA pada ku dan kedua anak dari gadis itu."
"Sudah tuan dan ini hasilnya." Menyerahkan dokumen berbalut amplop coklat di tangannya.
Reza melihat laporan media itu, sangat luas senyum di wajahnya mengembanh. "Gadis kecil setelah mendapatkan ku menghilang beberapa tahun dan kini kembali membawa dua anak genius" dalam hati Reza.
...****************...
Terimakasih untuk like dan komentar nya
__ADS_1
Ardia sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, tetep stay ya tunggu update selanjutnya
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏