
Sampai di Yogyakarta, Reza langsung pergi menuju tempat ayah Citra membuka kedai hotpot.
Klinting... lonceng pintu kedai berbunyi
"Silahkan,,,, kami punya menu baru hari in...." Melihat wajah Reza, Pak Darwis langsung terdiam tanpa kata, dari matanya tampak rasa segan.
"Tuan Reza, kehormatan bagi kedai saya yang kecil ini untuk kedatangan anda." Kata pak Darwis basa-basi.
Reza yang tidak bisa dan bahkan tidak pernah ramah kepada siapapun, kali ini dia harus menghadapi ayah mertuanya. Dalam keadaan canggung, terlihat jelas dari wajahnya kecemasan yang tidak pernah Reza rasakan.
"Apakah saya boleh makan disini ayah?" Tanya Reza yang sedikit kelaparan, karna dari kemarin malam memang tidak sempat untuk Reza memiliki waktu makan.
Seketika Pak Darwis pun melongo mendengar pertanyaan dari Reza Hutomo CEO Hutomo Group yang saat ini memanggil nya ayah..
"Ayah....!? saya ini hanya pemilik kedai kecil mana pantas di panggil ayah oleh seorang tuan pewaris group terbesar ini."
"Anda adalah ayah dari istri saya citra, jadi saya harus memanggil anda dengan sebutan ayah mertua."
"Istri, anak!!!, anak siapa yang jadi istri kamu?" Bernada emosi, segera menghampiri Reza yang masih berdiri di depan pintu.
Reza berjalan mendekati pak Darwis, mencoba mendekati ayah mertuanya yang terlihat segan.
"Boleh saya meminta waktu anda sebentar saja?"
"Baiklah, masuk dulu aku akan membuatkan mu makanan, dan itu siapa yang ada di luar ajak juga untuk makan!" Menunjuk Wiliyam yang setia menunggu Reza di depan kedai.
__ADS_1
"Baik ayah."
Reza dan Wiliyam duduk sangat patuh layaknya seorang anak menunggu ibu menyiapkan makanan. Beberapa saat berlalu pak Darwis keluar dan membawa 2mangkuk mie kacang di menu baru kedainya.
"Terimakasih ayah."
"Terimakasih tuan." Tambah Wiliyam
"Hemmm........ (meletakkan makanan di meja), makan lah dulu baru kita bicara, saya akan melayani pelanggan disana."
"Baiklah" Kata Reza patuh, dan Wiliyam yang hanya mengangguk kan kepala.
Wiliyam hanya memperhatikan atasan sekaligus temannya itu, yang sangat terlihat patuh pada laki-laki paruh baya yang baru dia temui untuk pertama kalinya.
"Reza... bagaimana kamu akan memberitahu ayah citra tentang keadaan anaknya." Tanya Wiliyam cemas dengan berbisik.
Reza berhenti menyantap makanannya, sejenak berfikir bagaimana Reza akan memberitahu ayah mertua tentang keadaan Citra saat ini.
Reza dan Wiliyam pun menyelesaikan makanan nya, Wiliyam dengan sigap membantu pak Darwis membereskan mangkuk di meja.
"Sudah sudah letakan saja disana, tidak perlu repot membantu ku, masih ada 2 karyawan yang akan membereskannya." Kata pak Darwis memperingatkan Wiliyam.
Duduk melingkar dengan meja bulat kecil di hadapan mereka, beberapa kaleng soda di atasnya, tangan Reza yang mengepal
sedikit rasa cemas menghantui hatinya.
"Ada apa? kenapa terlihat cemas, apa yang ingin anda sampaikan tuan Reza."
__ADS_1
"Ayah.... tidak perlu memanggil ku dengan resmi."
"Apa kamu yakin ingin menikahi putri ku , bagaimana kamu yakin! dan bagaimana kamu sangat yakin jika saya akan merestui mu?"
Mendengar perkataan Pak Darwis, reza lantas menceritakan tentang isi hatinya.
...~Reza bercerita~...
...Dulu 16 September 2016 kami bertemu dalam keadaan yang sangat tidak kami sadari. Karena kesalahan ku citra harus mengalami begitu banyak kesulitan. Ayah percayalah sejak kejadian itu aku mengakui bahwa aku sangat menyukai nya, mencintai Citra sejak pertama kali kami bertemu. Aku terus mencarinya sejak saat itu, mencari tahu latar belakang nya namun informasi yang aku dapat adalah Citra telah menikah dan akan memiliki anak. Sejak saat itu aku berhenti mencarinya, tapi aku tetap terus mengaguminya dalam hati berharap suatu hari nanti akan bertemu dengan nya. Ternyata Tuhan berpihak pada ku ayah, kami bertemu di perusahaan yang sama, dan anak-anak telah mengetahui lebih dulu tentang rahasia citra, mereka memaksa arzana untuk mengatakan siapa ayah mereka. Aku sangat bangga karna anak-anak mau menemui ku yang bahkan tidak tahu mereka ada di dunia ini. Sejak saat itu aku mengetahui kebenaran nya. Aku sangat bahagia ayah, akhirnya aku tahu bahwa cinta yang selama ini ku jaga berbuah manis, tidak hanya mendapatkan Putri mu yang cantik itu, tapi juga wanita yang aku cintai memberikan ku dua anak genius yang sangat tampan....
...~Cerita selesai~...
Wiliyam melongo melihat Reza untuk pertama kalinya bercerita dengan deretan air mata yang mengalir di pipinya.
Laki-laki yang tidak takut tentang apapun itu kini benar-benar menangis karna seorang wanita.
"Lalu bagaimana kabar anak dan para cucu-cucu saat ini? sudah lama mereka tidak pulang karena dulu Citra sangat takut bertemu dengan mu!" Matanya yang terlihat berkaca-kaca.
"Anak-anak sehat ayah, mereka tumbuh dengan bahagia dan sehat, tapi citra....!!!" Berhenti berkata-kata.
"Ada apa dengan citra?" Tampak terlihat jelas kecemasan dari keduanya.
"Maaf ayah, aku tidak bisa menjaga Citra dengan baik..."
...****************...
Terimakasih atas kunjungannya,
__ADS_1
terimakasih juga untuk like dan komen nya.
☺️☺️🙏