
"Biar saya saja yang membayar kekurangan belanjaan bapak dan ibu ini." Sahut Citra, menghapiri mereka tanpa ragu mengulurkan uang membayar belanjaan nya dan kekurangan Tuan dan nyonya itu.
"Terimakasih nak." Kata Nyonya Micela
"Sama-sama Bu pak." Membungkukkan badannya dan tersenyum manis.
"Kamu tidak takut jika kami adalah seorang penipu, seperti kata penjual itu?" Sahut pak Hutomo.
Citra tersenyum sambil menyimpan uang kembalian, memandangi mereka sejenak dan berkata.
"Penipu atau bukan itu tidak penting bagi saya pak, karna saya ikhlas ingin menolong anda dan ibu yang cantik ini, dan seperti nya ibu dan bapak bukanlah orang yang jahat." Sambil mengusap lengan Nyonya Micela.
"Melihat ibu dan bapak berbelanja bersama meningatkan ku pada ayah dan ibuku duku dan sekarang melihat ibu rasanya saya merasa sedikit merindukan ibu yang sudah berbeda alam dengan ku." sambil mengusap air matanya yang tanpa sadari menetes.
"Ibu!!!" Teriak Jhonatan dari kejauhan
"Jangan berlari tingkah mu seperti anak-anak saja!" Celetuk Jhonson tangannya yang menarik hoodie milik Jhonatan, citra menghapiri anak-anaknya.
"Apakah mereka ini anak-anak mu gadis baik?"
Citra hanya mengangguk dan tersenyum, setelah beberapa saat berbincang dengan keakraban yang begitu tercipta, citra bersama Jhonatan dan Jhonson pergi meninggalkan pasangan itu, meskipun citra sudah berjalan jauh dan hampir hilang di ujung lorong pasar nyonya Micela erus memandanginya.
"Sudah berhenti memandangi mereka sayang." Ucap tuan Hutomo
"Gadis yang baik bahkan anak-anak nya sangat mengerti sopan santun, jika saja Reza mau menikah lebih awal mungkin kita memiliki cucu yang lucu seperti mereka." Berkata dengan matanya yang berkaca-kaca, melihat kesedihan di mata istrinya tuan Hutomo segera membawa nyonya kembali ke apartemen. Sampai di apartemen Nyonya Micela siap dengan celemek nya, rindu memasak untuk putra tercintanya, segera dengan bahan-bahan yang dia beli di pasar menyulap dengan cepat menjadi hidangan lezat favorit suami dan putranya.
__ADS_1
"Sayang, sudah kita sarapan dulu, setelah ini kita berangkat ke kantor Reza, aku ingin melihat gadis pujaannya." Penuh semangat, setelah menyelesaikan sarapannya, tuan Hutomo membawa istrinya yang bersemangat ke perusahaan. Tiba di kantor semua orang memberi hormat, Wiliyam yang baru saja mengetahui bahwa tuan besar datang ke kantor segera memberikan kabar kepada Reza yang saat itu sedang menghadiri rapat.
"Tuan Reza, nyonya dan tuan besar ada di ruangan anda." berbisik pada Reza
"Rapat berakhir sampai disini, saya tunggu laporan perkembangan selanjutnya secepat mungkin." Reza menutup rapat.Semua yang hadir di rapat melepaskan nafas dengan lega "berakhir sudah rapat yang menegangkan ini, yah terasa tidak bisa bernafas melihat wajah pak Reza yang begitu serius." Semua orang berpendapat.
............
Di ruangan Reza, orang tuanya menunggu dengan tenang. Melihat sekeliling ruangan yang baru-baru ini dia beli bersama dengan semua aset perusahaannya.
"Ibu ayah, kapan pulang kenapa tidak memberikan kabar dulu?" Mencium tangan ibu dan ayahnya, kedua orang tua itu sangat terkejut dengan perubahan sikap anaknya.
"Kamu demam?" tanya nyonya Micela mengecek dahi reza
"Tumben sekali kamu cium tangan??!" Tambah tuan Hutomo yang masih kebingungan
"Gadis siapa?"
"Yang lusa lalu kamu bicarakan"
"Ibu dia bukan gadis lagi, tapi wanita!"
"Wanita!?" tanya tuan Hutomo heran
"Karena dia sudah memiliki dua putra yang sangat tampan dan genius, bahkan beberapa waktu lalu bocah-bocah itu meretas sistem keamanan jaringan perusahaan kita."
__ADS_1
"Kamu akan menikah wanita dengan dua anak dan kecerdasan anak-anak itu sangat menakjubkan, apa kamu yakin Reza?"
"Benar kata ibumu nak, apa kamu sudah yakin ingin membesarkan anak orang lain?"
"Mereka bukan anak orang lain ayah, Mereka anak-anak ku." Menjawab dengan santai masih di buat bingung ayah dan ibunya. Citra yang masih bekerka sebagai sekertaris nya datang, Ibu Reza nyonya Micela langsung mengenalinya dengan julukan gadis baik.....
"Permisi pak Reza akan ada rapat jam 14:00, dimulai 20mnt lagi." ucap Reza yang belum menyadari ada seorang ibu-ibu yang dia temui pagi tadi di pasar.
"Halo gadis baik, kita bertemu lagi."
"Hi ibu cantik!" Citra yang masih bingung dengan keberadaan dua orang yang dia temui di pasar bersama anak-anak.
"Sepertinya pak Reza sedang ada tamu, saya akan berikan laporannya nanti saja pak Citra pamit dulu." Berpamitan dengan orang tua yang dia jumpai di pasar saat citra akan melangkah keluar.
"Meraka bukan tamu citra! Mereka ibu dan ayah mertua mu." Menahan langkah Citra seraya tangan kekar nya meraih tubuh mungil itu dan merangkulnya
"Jadi.....!?"
"Sayang ini ayah dan ibuku, Tuan besar Hutomo pendiri Hutomo Group dan istrinya nyonya Micela ibuku tercinta." Merangkul citra dan memperkenalkan ayah dan ibunya.
Ayah dan ibu Reza yang masih tidak percaya jika gadis yang bertemu dengan mereka di pasar adalah wanita yang dari kemarin di ceritakan oleh Reza.
...****************...
Terimakasih untuk like dan komentar nya
__ADS_1
Ardia sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, tetep stay ya tunggu update selanjutnya
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏