Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
Seberapa jauh takdir ingin bercanda dengannya.


__ADS_3

Brakkkk!!!


Jhonson membanting pintu ruangan salsa. "**Kakak**!!"


"Dr. Jhon??!"


Kedua gadis itu terkejut akan kehadiran Jhonson. Terlihat nafasnya terengah-engah, keringat bercucuran dari dahinya, matanya terlihat tampak sembab. Jhonson berjalan mendekati salsa, saat tiba ia di hadapan gadis ringkih itu.


Ia menjatuhkan dirinya dalam pangkuan gadis itu, lalu merambat dan memeluk tubuh kecil itu. Jhonson memeluknya erat, iapun menangis dalam rangkulan itu. Salsa yang keheranan matanya membulat dan memandang ke arah Malda.


Malda hanya mengangkat bahunya, memberi isyarat bahwa ia juga tidak mengetahui apa yang terjadi.


Terlihat pula Jhonatan dan citra hadir disana, melihat Jhonson yang memeluk salsa, sedikit lega perasaan ibu itu. Malda segera berlari kecil menghampiri ibunya. "Ibu ada apa dengan kakak?" Ucapnya penasaran, melihat tingkah kakak nya yang seperti es itu kini meleleh dalam pelukan gadis itu.


"Kakak sudah mengetahui kebenarannya!" Sahut Jhonatan datar. "Syukurlah kakak sepertinya bisa menerima." Suaranya terdengar lega, semua kecemasan dalam fikirannya sirna setelah melihat Jhonson memeluk salsa. Namun ada rasa lain yang mengusik hatinya.


"Biarkan mereka bersama dulu... sebaiknya kita pergi...!" Ucap Citra.


Mereka pun meninggalkan Jhonson dan salsa berdua di ruangan itu.

__ADS_1


"Dr Jhon?" Mencoba melepaskan pelukan Jhonson yang erat. "Ada apa aku tidak bisa bernafas."


Namun Jhonson tak sedikitpun bergeming, dia tetap memeluk erat tubuh ringkih itu, lembut meletakkan telinganya pada dada salsa, mendengar detak jantung yang selama ini ia rindukan.


Gadis itu mulai memahami, apa yang terjadi pada Dr favorit nya itu, perlahan ia terus mengusap dan membelai kepala sang dokter kesayangan. Kelelahan menangis, Jhonson tertidur tepat di sampingnya masih dalam posisi memeluk erat salsa. Kini mereka tertidur berdua di ranjang yang sama, tempat yang sempit itu.


Dari balik pintu berkaca transparan itu, Jhonatan menyaksikan kehangatan dua orang yang sama-sama ia sayang, ada rasa yang tidak bisa dia jelaskan. Sakit, sedih dan bahagia bercampur di dalam lubuk hatinya. Mau bagaimana lagi, gadis itu adalah wanita pertama yang ia cintai, sedangkan laki-laki yang ada dalam pelukannya adalah kakak tersayang.


Buliran bening merambat di pipinya, "Sepertinya kali ini aku harus mengalah!" Ucapnya lirih merelakan diri sendiri. Melangkah pergi meninggalkan keduanya.


...----------------...



*Salsabila dan Jhonson


"Lihatlah betapa cantiknya wanita ini!" Katanya membelai mesra bahu Salsa.


Sungguh terlihat cantik gadis itu dengan balutan gaun pengantin putih berwarna putih tulang dengan aksen sederhana nan anggun yang membuat nya terlihat begitu cantik dan berseri bak bidadari.

__ADS_1


"Bukankah aku sudah cantik dari dulu." Jawabannya begitu lugas, namun tetap terselip canda. Tawanya terlihat manis, nya yang putih semakin bias dengan tampilan menawan nan elegan.


"Kakak jangan ganggu kakak ipar ku lagi!" Ucap Malda ketus padanya, tangannya spontan menyingkirkan lengan Jhonson yang merangkul bahu Salsa.


Gadis kecil ringkih itu kini menjelma menjadi gadis cantik yang anggun, ia hanya tertawa kecil melihat kedua kakak adik itu terus berdebat. "Kakak... apa kakak melihat nya, dia sudah tersenyum, dia telah merelakan mu. Kakak terimakasih telah meninggalkan banyak kebahagiaan untukku. Kakak aku berharap kamu terkahir kembali menjadi malaikat yang akan memberi kebahagiaan untuk orang lain."


Sambil menatap Jhonson dan Malda yang masih terus berdebat, Salsa mengucapkan banyak doa dan rasa syukur di hatinya. Airmata kebahagiaan tak terasa mengalir di pipi manis nya.


"Sudah-sudah jangan berdebat lagi, lihatlah karna ulah kalian pengantin wanita menangis!" Kata salah satu MUA disana yang kebetulan adalah teman baik Malda.


Seorang staf WO datang dan berkata. " Pengantin laki-laki sudah menunggu di aula, pengantin wanita di harap bersiap!"


...****************...


Jhonson senantiasa berada di samping Salsa, lantas siapa pengantin laki-laki yang menunggunya di aula?


Simak bab selanjutnya ya guys terimakasih telah setia membaca setiap episodenya 🙏🙏


Bersambung

__ADS_1



__ADS_2