Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya

Anak Genius Ayahku Sangat Tampan Dan Kaya
eps1.42 My Sekertaris Nanda


__ADS_3

"Ahh sudahlah... mungkin dia hanya mirip dengannya!" Gumam sekertaris itu.


Dia kembali ke ruangannya, langkahnya ngambang otaknya masih penuh pertanyaan.


Pandangan nya terus melayang, pikirannya treveling entah kemana. "Aku sangat penasaran siapa dia... kenapa begitu mirip?" Gumamnya dalam hati..


"Nda ... Nanda ...!!!". Teriak salah satu teman kantornya.


"Aaaa... ya kenapa?" Menjawab spontan karena kaget.


"Mulut ku sudah hampir berbusa memanggil mu...! tumben kamu tidak fokus apa kurang sehat?"


"Emm ... tidak aku baik-baik saja, hanya ada sedikit masalah yang membuatku tidak fokus."


Menepuk dikening nya dan berkata " Baiklah ini sudah hampir sore dan kamu belum makan siang! mau makan siang bersama?"


"Waaahh tentu saja ... tapi kamu yang traktir."


"Baik-baik karna temanku sedang sedih jadi aku akan traktir kamu ."


"Yeyyyh .... "


"Berang-berang makan coklat ... kita berangkat!". Seru mereka bersama.


Mereka pergi bersama ke cafetaria, Adinata membuat sosok sekertaris bernama Nanda itu sangat penasaran hingga membuat fikirannya melayang entah kemana. Siapa sebenarnya mereka dan apa hubungan antara Nanda dan Adinata.


Nanda bersama teman sekantornya makan bersama, teman Nanda begitu penasaran apa yang membuat sekertaris seperti Nanda yang hari-hari nya dia dedikasikan untuk bekerja dengan serius, saat malah sangat tidak fokus. Rasa penasaran nya semakin besar hingga dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Nda.... aku sangat penasaran apa yang bisa membuat seorang nanda menjadi tidak fokus bekerja...?"


"Heyyyy apa maksudnya seorang nanda??!".


"Ya... gadis yang hampir melewati umur untuk menikah karna gila kerja kini menjadi teralihkan, karena selama ini otak mu hanya kerja kerja dan kerja ...".


"Haahaahaa"


"Yah cepat ceritakan padaku!"

__ADS_1


"Oke oke jangan marah nanti cantiknya hilang."


Nanda akhirnya menceritakan tentang dia yang baru saja melihat laki-laki yang tidak asing baginya. Hatinya ingin menyapa tapi bibirnya seperti terkunci tidak dapat bicara. Barulah setelah Adinata pergi semakin jauh dia sangat menyesali kenapa dia tidak memberanikan diri untuk bertanya.


"Laki-laki? siapa...?" Melotot ke arah Nanda sambil menyeruput jus di tangannya.


"Seseorang yang sepertinya sedang berlomba lari dengan pak Reza di kantor siang tadi... sepertinya aku mengenalinya.. tapi dimana? jika dia juga ingat padaku seharusnya dia menyapa.." Mengacak-acak rambutnya mencoba mengingat siapa laki-laki yang wajahnya tidak asing itu.


"Mereka bukan sedang lomba lari bodoh...." Mengambil makanan di tangan Nanda.


"Yaa itu kue terakhir...."


"Mereka berlari karna istri pak Reza tiba-tiba pingsan!"


"Bagaimana kamu tahu?"


"Tadi Wiliyam memberitahu untuk tidak menganggu pak Reza dalam beberapa hari karna istrinya sedang sakit!"


"Ohh.!!!"


...----------------...


Disisi lain, Reza dan Adinata sampai dirumah Reza bergegas naik ke kamar atas untuk melihat keadaan Citra.


Adinata yang terhenti di pintu utama bertanya pada pengurus rumah .


"Paman.. apa yang terjadi?"


"Saya kurang paham tuan, tapi tadi pagi sekitar jam 10:05 pagi hingga sekitar pukul14. nyonya pergi bersama tuan muda dan nona Arzana ke taman belakang untuk piknik. Namun saat kembali nyonya Citra sudah tidak sadarkan diri di gendong oleh beberapa pengawal."


"Baiklah paman.... terimakasih." Adinata lekas menyusul Reza ke atas untuk melihat Citra. Di kamar merek melihat citra yang belum sadarkan diri. Reza duduk di sampingnya mengusap lembut kening nya, membungkukkan badannya dan berbisik di telinga Citra. "Sayang... aku disini! apa yang terjadi bukalah Matamu!"


Adinata yang melihat Reza begitu khawatir memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan pergi menghampiri anak-anak di ruangan sebelah bersama Arzana.


"Apa papa bisa bergabung disini?" Tanya Adinata lembut, badannya yang sedikit nongol di pintu mengalihkan kesedihan anak-anak.


"Hahahah...Papah jangan seperti itu, papa jadi terlihat seperti cicak mencari nyamuk." Seru Jhonatan.

__ADS_1


"Syukurlah kalian baik-baik." Memeluk kedua putranya dan menciumi kening mereka.


"Mami akan ke bawah membawa makanan kecil untuk papamu sebentar!". Anak-anak hanya mengangguk, setelah arzana pergi Adinata mencoba menenangkan anak-anak yang begitu terlihat khawatir dan sedih. Bukan hal sulit bagi Adinata karna mereka telah bersama sejak Jhonson dan Jhonatan lahir, mereka saling memahami satu sama lainya.


Arzana mengetuk pintu mendapati anak-anak sudah tertidur dalam pelukan Adinata.


"Ssttttt". Ucap Adinata pelan, memperingatkan Arzana untuk tidak membuat suara lebih berisik lagi dengan sepatu hak tingginya.


Spontan arzana berjalan dengan menjijit, membuat adinata menahan gelak tawa. Adinata mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan dua kurcaci kecil itu.


Mereka keluar bersama dari kamar anak-anak dan turun ke bawah menuju ruang tengah.


"Za ....!"


"Emmm?"


"Apa kamu ingat wanita yang dulu oernah aku ceritakan padamu? "


"Wanita?? yang mana bukannya selain aku dan Citra kamu tidak punya teman perempuan lain?!"


"Kamu sedang memuji atau menghinaku?"


"Bukankah itu memang dirimu?"


Arzana a terus menggoda Adinata hingga sedikit emosi. ",Yayaya baiklah aku ingat! kenapa?" Tanya Arzana penasaran.


"Ku kekota Balikpapan ini juga karna dia?"


"Haaa.... memang dia disini!"


"Ya dia di kota ini tapi sampai waktuku habis aku belum menemukannya!"


...****************...


Bersambung.....


Terimakasih untuk like dan komen. Jangan lupa vote author ya 🙏...

__ADS_1


__ADS_2