
Disaat Citra yang masih tertidur lelap, dan arzana yang sibuk dengan masalah Reza dan Renata, Jhonson dan Jhonatan mencoba menyelinap keluar begitu penasaran dengan yang terjadi diluar sana.
"Kakak apa yang mami bicarakan dengan wanita itu? sepertinya dia tidak baik."
"Jhonatan apa kamu tahu jika wanita itu ingin menyakiti mami dan ibu."
"Hemmm kalau seperti itu kita harus pergi menemui ayah."
Dua anak kecil yang masih duduk di taman kanak-kanak itu pergi ke kantor ayahnya mengendarai taxi, dengan bermodal keimutannya dan kecerdasan mereka dengan berani menghentikan taxi..
"Halo paman bisakah antar saya dan adik saya ke suatu tempat?"
"Anak-anakkm dimana orang tua kalian?"
"Paman, ayah sedang di kantor bersama ibu meminta kami pergi kesana bersama supir, namun karna mobil kami mogog di jalan kami harus naik taxi." Kata Jhonson bohong.
"Benar, bisakah paman mengantar kami ke kantor Hutomo Group?" Sahut Jhonatan dengan senyuman manis nya yang sangat imut.
"Baiklah, duduk yang baik dan kita akan berangkat." Tanpa rasa curiga supir itu mengantarkan mereka ke perusahaan Reza.
"Paman sangat baik, terimakasih." mengucapkan salam pada sopir taxi itu.
__ADS_1
Sampai di depan pintu masuk gedung semua mata tertuju pada dua anak yang menawan itu, penjaga pun keherananbseseorang mencoba menghentikan langkahnya.
" Halo anak-anak, kalian mau kemana?"
"Kami ingin ke ruangan president perusahaan ini paman." karyawan itu terbelalak matanya heran
"Nak kalian sangat pemberani, tapi nak ruang president bukanlah tempat yang bisa di kunjungi sembarangan orang."
"Apakah sulit jika kami bertemu dengan ayah kami sendiri?"
Petugas itu saling pandang, merasa curiga dan tidak mempercayai ucapan anak-anak yang bahkan umur nya masih sangat kecil.
"Paman jika paman tidak percaya bisakah anda menelpon ke ruangan itu, saya yang akan bicara." Kata Jhonson lagi.
"Maaf pak wiliyam di bawah ada dua anak kecil yang datang ingin bertemu dengan pak reza."
Tanpa jawaban wiliyam menutup telponnya, dan memandang wajah Reza memberi isyarat reza memakai jasnya dan bergegas turun dengan lift nya.
Wiliyam yang tidak memberi jawaban itu membuat petugas yakin jika anak-anak hanya berbohong dan mempermainkan mereka saja, saat petugas mencoba mengusir Jhonson dan Jhonatan.
"Jhonson Jhonatan!" panggil reza anak-anak berlari pria tinggi itu berjongkok dan membuka tangannya memeluk dua bocah itu.
__ADS_1
"Ayah!!!" berpura-pura sedih Jhonatan mengadukan kepada ayahnya tentang petugas yang berbuat kasar itu.
Petugas itu merasa sangat ketakutan, dan semua karyawan yang ada dibuat kaget oleh Jhonson dan Jhonatan, wiliyam menahan tawanya melihat semua orang terkejut dengan peristiwa yang ada disana.
"Lain waktu jika mereka datang antar ke ruangan saya menggunakan lift Pribadi disana." Bicara dengan tegas pada petugas yang masih terlihat ketakutan itu mereka hanya mengangguk, Reza langsung menggendong kedua anaknya.
Situasi makin memanas hal yang sangat mengejutkan terjadi hari ini semua karyawan pun bergosip tentang Reza dan anak-anak genius yang tampan, (apa itu boss kita? apa mereka anak-anak boss? ya aku juga baru mengetahui pak reza punya anak yang sudah sebesar itu dan setampan itu, aku tidak meyangka pak reza yang terlihat menakutkan itu sangat menyayangi anak-anaknya" semua orang berpendapat masing-masing.
Reza kembali ke ruangan bersama Jhonatan dan Jhonson, sedangkan wiliyam diminta reza membeli susu coklat dan eskrim di kafetaria kantor.
"Kenapa datang tidak memberitahu ayah?"
"Kami menyelinap dari rumah, dan langsung datang ke kantor ayah, itu sangat mudah namun jika aku memberitahu ayah malah akan sangat merepotkan nantinya."
Anak-anak genius itu menceritakan alasan mereka menyelinap dan menjelaskan tentang kejadian yang mereka saksikan tentang renata dan mami mereka arzana kepada Reza, anak yang polos tidak akan berbohong apalagi ini menyangkut tentang ibu dan mami angkatnya.
Reza semakin curiga dengan sikap Renata, berjanji pada kedua anaknya untuk segera menyelidiki tentang masalah ini, Reza merasa bahagia meskipun begini juga adalah waktu yang berharga yang dia habiskan bersama anak-anaknya. Menyusun rencana dengan rapi untuk mengelabuhi Renata dan membantu ibunya mengembalikan keadaan.
...****************...
Terimakasih untuk like dan komentar nya
__ADS_1
Ardia sangat berterimakasih atas kritik dan saran dari teman-teman, tetep stay ya tunggu update selanjutnya
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏